Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
80. (S2) Calon mantu


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Tak terasa jarum jam telah menunjukkan pukul lima sore,


Vino langsung menghembus nafas lega.


"huff... selesai, waktunya bertemu sang pujaan hati" lega nya sambil senyum senyum sendiri mengingat gadis cantik yang telah menjadi pacar nya satu hari yang lalu.


drtt...drtt...


Terdengar deringan hpnya, dengan cepat ia mengangkat karena sudah tau pelaku nya.


"hallo sayang, udah pulang ya!" ucap Vino dengan sedikit genit.


"udah, kamu dimana?" balas pacar yang tak lain adalah Cici dari sebrang sana.


"ya udah, tunggu disana biar aku jemput"


"emng udah selesai kerja"


"udah, ini juga mau pergi"


"hem... oke"


Setelah itu, Vino bergegas pergi untuk menjemput Cici.


Saat sampai luar akan memasuki mobilnya, tiba tiba saja terdengar sebuah suara memanggil.


"noo... tunggu!"


Vino berbalik dan ternyata pelaku nya Della.


"apaan?" tanya Vino agak kesal karena ia harus menjemput Cici.


"Lo langsung pulang atau ketempat lain?" tanya Della balik sedikit ngos-ngosan habis berlari dari halte.


"eh, ngapain Lo tanya gitu? itu bukan urusan Lo!" heran Vino sedikit ketus.


"hem, gini kalo Lo langsung pulang boleh ya gue nebeng soalnya dari tadi gue nunggu angkot dan taksi penuh semua, lama lama lumutan gue disini" jelas Della dengan muka memelas, sebenarnya ia males banget tapi mau gimana lagi.


"hahaha...jadi cuman gara gara itu doang. itu D-E-R-I-T-A Lo, bye bye...gue pergi dulu" gelak Vino menertawakan Della dan memasuki mobilnya.


"vinooo...jahat Lo!" pekik Della raut kesalnya.


"bodo amat, bye Ijah, gue mau jemput pacar tercinta dulu, hahaha..." sambil ketawa ia menyetir mobilnya pergi dari sana.


Della cemberut sambil menghentakkan kakinya.


"ih... pelit amat sih" gerutu Della.

__ADS_1


Saat mengingat perkataan Vino yang terakhir tadi, ia sedikit merenung.


"jadi dia udah punya pacar, berarti gak jomblo lagi dong. sial...gue kalah duluan!" sungut Della sedikit tak terima.


"kayaknya gue juga harus cari pacar biar nanti gak diketawain sama sialan itu!" pikir Della karena selama ini ia juga belum pernah merasakan seperti apa pacaran itu dan mungkin udah waktunya apalagi ia sudah berumur 24 tahun.


Ditempat lain, tepatnya di tempat Cici bekerja. Vino datang menjemput.


"yuk masuk yank?" ucap Vino sambil mempersilahkan Cici masuk.


Cici hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


setelah itu, vino juga masuk dan menyetir mobilnya.


"udah makan belum" tanya vino pada Cici.


"belum sih, gimana kalo kita makan di restoran dekat sini" jawab Cici menawarkan, karena ia juga merasa laper.


"oke" lalu Vino melajukan mobilnya kearah Restoran terdekat.


* * *


Di halte tempat Della, setelah cukup lama akhirnya ia dapat taksi juga. walaupun harus mengorbankan waktu yang lama.


"hah...lega nya, kalo sampai malam bisa berabe" leganya karena ia pernah sekali pulang malam dan digangguin oleh preman jalan, sebab itu lah ia takut pulang kemalaman.


"ini gara gara dia, ck... padahal gue kan tetangganya tapi tumpangin gue aja kagak mau" gerutu Della sedikit manyun.


Hampir setengah jam kemudian, Della sampai dirumah. setelah membayar ongkos taksi, ia langsung berjalan sedikit sempoyongan memasuki rumah.


"ini anak ibu kenapa, sempoyongan begitu"


"lelah Bu, udah nungguin kendaraan lama lagi, hah..." keluh Della nada mengiba.


"ck, nama nya juga kerja pasti lelah sayang. udah sana bersih bersih, ibu udah masak"


"iya Bu" dengan langkah males ia pergi ke kamar.


Yuni hanya geleng-geleng kepala melihat nya, "anak ini, mirip banget seperti aku waktu muda dulu" ucapnya yang mengingat diri nya sendiri.


* * *


Malam harinya, Della terlihat termenung di balkon kamarnya. entah apa yang ia dipikirkan tapi yang jelas ada sangkut pautnya dengan dirinya dan Vino.


"kenapa ya...gue sama Vino sering bertengkar, dan kenapa juga saat liat muka sok ganteng dia itu gue jadi kesal sendiri..."


"padahal waktu sekolah dulu gak separah ini. Hem...kalo dilihat lihat banget emang ganteng sih..."


"eh, tunggu gue bilang apa tadi, ciih...kalo dia dengar pasti tambah songong" ucapnya saat sadar ia memuji Vino.


"tapi kok gue gak terima ya dia punya pacar, ih...kok gue jadi aneh gini" cemberut nya.


"dellaaaa..." terdengar suara teriakan ibunya dari luar.

__ADS_1


"ibu apaan sih, pakai teriak teriak segala, emang ini hutan apa?" gerutu nya, namun tetap beranjak dari sana dan pergi ke tempat ibunya.


Saat sampai diruangan keluarga,


"ada apa sih Bu, malam begini pakai teriak kayak lagi di hutan aja!" tanya Della muka kesalnya.


"gak usah kesal gitu, ibu manggil kamu karena ini" ucap Yuni sambil memberikan sebungkus Pangsit.


"ibu dapat dari mana" tanya Della karena ia tak melihat ayahnya pulang.


"dari tukang jualnya lah, masak dari tukang bubur" jawab ibunya agak kesal.


"bukan gitu maksudnya Bu" kesal della.


"lagian pertanyaan kamu aneh banget sih. itu dikasih sama calon mantu ibu" ucap Yuni.


Della kebingungan, calon mantu berarti itu calon ia dong kan cuman dia anak ibu dan ayahnya.


"maksud ibu calon mantu apa sih, siapa maksud ibu?" selidik Della sangat penasaran.


"siapa lagi kalo bukan vino tetangga kita" jawab Yuni dengan santai.


Della langsung melotot, "ibu gila ya, enak aja bilang dia calon mantu, lagian sejak kapan dia jadi calon mantu ibu!" pekik Della tak terima.


"dasar anak kagak ada akhlak ibu sendiri dikatain gila!" marah Yuni sambil menarik telinga Della.


"aaww... sakit Bu" ringis Della merasa tarikan kasar ibunya.


"makanya ngomong jangan sembarang, lagian apa masalah kamu kalo ibu bilang vino calon mantu ibu, kan bukan bukan kamu saja anak ibu" omel Yuni sambil tersenyum meledek.


"kan emang aku seorang anak ibu, kapan ibu beranak lagi kok aku gak pernah liat" bingung Della tampang bodohnya.


"emang bukan anak kandung ibu, tapi anak bibi kamu" ucap Yuni nada ketus.


"eh..." Della terperangah mendengar ucapan ibunya.


"apa! gak percaya, ya udah" Degus ibunya dan melepaskan tangan nya dari telinga Della.


Della hanya cemberut sambil mengelus telinga nya yang ditarik tadi sedikit memerah.


"dah lah, ini kamu mau apa enggak, kalo gak mau biar ibu habisin"


"emng ibu sanggup makan lagi" karena melihat ibu telah memakan semangkuk.


"sanggup lah, kan dari calon mantu" ucap Yuni sedikit tersenyum saat melihat muka kusut anaknya.


"ck, calon mantu lagi" sebal Della tapi tangannya tetap mengambil bingkisan yang berisi Pangsit itu.


"biarin.." acuh ibunya.


Della mendegus lalu pergi ke dapur mengambil mangkuk.


Yuni hanya terkekeh geli melihat ekspresi anaknya.

__ADS_1


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2