
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Hampir sejam lebih menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di mall tempat yang sering mereka kunjungi sebelumnya.
Setelah memakirkan mobil, mereka langsung masuk ke dalam dengan rasa bahagia karena sudah tak sabaran untuk shopping.
"mau beli apa dulu guys?" ujar Gea kepada kedua sahabatnya.
"beli perhiasan dulu lah" ucap Della yang dianggukan oleh Anna.
"ok, let's go guys" Lalu mereka menaiki lift menuju lantai kedua.
Beberapa jam telah berlalu, mereka sekarang sedang makan di Lesto karena telah selesai belanja.
"setelah ini kita langsung balik kan" ujar Della bertanya kepada kedua sahabatnya yang masih enakan menyuapi makanan nya.
"woiiii...kalian dengar gue ngomong gak sih.." kesal Della sedikit mengeraskan suara nya karena tak dijawab apapun oleh kedua sahabatnya.
Keduanya hampir saja tersedak karena kaget mendengar suara dan muka Della yang hampir dekat muka mereka berdua.
"anjiiir...santai aja kali, gak usah ngegas lo. tu muka juga ngapain dekat dekat" ringis Gea terlihat kesal dengan kelakuan Della, ditambah lagi makannya harus tertunda.
"Bentar lagi nanya nya kan bisa del, kita habisin dulu" kata Anna sambil melanjutkan makannya.
Begitupun dengan Gea dia memakan makanan nya yang sempat tertunda oleh Della.
Della hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua sahabat nya, kalo urusan makanan mereka yang utama.
"dasar tukang makan, dari tadi kagak selesai juga hedeeh..." gumam Della dalam hatinya.
Di meja bagian pojok, terlihat satu cewek sedang melihat lihat kearah tempat mereka duduk. Wajahnya tidak terlalu terlihat karena ia memakai masker, topi dan kacamata hitam.
Dia tidak sendirian tapi bersama temannya yang ikutan bergaya sepertinya.
"pokoknya gue harus bisa melihat dengan jelas dan mendapatkan fotonya" batin cewek itu sambil tersenyum licik.
"gimana Mon? apa kita tunggu aja mereka berdiri dulu?" bisik cewek satunya lagi kepada cewek yang tidak lain ialah Mona. Dan temannya itu bersama Sarah.
"benar, kita harus menunggu mereka berdiri dulu biar keliatan dengan jelas. Dan disaat itu lo harus foto" jawab Mona.
Keduanya terlihat terus melihat lihat kesana menunggu ketiga sahabat itu berdiri dari duduknya.
Bertanya kenapa mereka bisa ada disana juga? karena awalnya sebenarnya mereka memang sedang makan disana tapi saat akan pergi Mona melihat rombongan ketiga sahabat itu jadi ia mengurungkan niatnya untuk pergi. Sarah sendiri sebenarnya sedikit heran tapi setelah diceritakan oleh Mona akhirnya ia tau dan ikut membantu Mona.
__ADS_1
"tunggu, kan setau gue Anna itu pacaran sama Kelvin, kalau dia benaran hamil berarti bisa aja itu anak Kelvin dong" ucap Sarah berpendapat sambil memicingkan matanya curiga.
Mona yang awalnya melihat kearah meja ketiga sahabat itu langsung terdiam dan menoleh kearah Sarah.
"iya juga ya, kok gue gak kepikiran kesana ya.." ujar Mona sambil tepok jidat.
Sarah hanya geleng-geleng kepala melihat kebodohan temannya itu.
"ya elah, gue pikir lo lebih pintar dari gue ternyata kek gitu aja lo kagak ngeh" cibir Sarah.
Mona hanya menggaruk kepalanya tak gatal mendengar cibiran temannya.
"eh, tapi gue gak yakin kalau Kevin yang melakukan nya, apalagi Anna kagak sekolah lagi, gue yakin pasti itu bukan Kelvin pelakunya. Bisa aja mereka udah putus kan?"
Sarah hanya manggut-manggut saja karena bisa saja seperti yang dibilang Mona itu.
"tapi yang jelas sekarang kita harus pastikan dulu" tegas Mona yang dianggukan oleh Sarah.
Beberapa menit kemudian, Anna dan kedua sahabatnya membayar makanan nya karena sudah waktunya pulang. Lama lama bisa marah para orang tua mereka, apalagi Anna yang telah menjadi istri bisa kena marah oleh Kelvin.
Mona dan Sarah yang melihat ketiga sahabat itu pergi langsung mengikuti secara diam-diam. Sebenarnya mereka telah melihat apa yang mereka nantikan dari tadi tapi mereka tetap mengikuti sampai ketiga sahabat itu memasuki mobil dan pergi dari sana.
"ternyata benar Mon, perutnya udah besar banget Mon," ucap Sarah menutup mulutnya karena kaget.
"akhirnya, gue lega. dan setelah ini gue bakalan sebar foto ini disekolah, hahaha..."
Mendengar tawa Mona, Sarah juga ikutan karena ia juga tak sabaran ingin melihat reaksi semua murid dan para guru tentang Anna alias pacarnya Kelvin.
"yuk, kita balik" ajak Mona yang dianggukan oleh Sarah.
...----------------...
Setelah sejam kemudian mereka sampai di rumah Anna, Della sama Gea juga langsung pamit pulang.
Setelah melihat kedua sahabatnya pergi, Anna masuk kedalam,
"assalammualaikum" ucap Anna.
"waalaikumsalam, eh..udah pulang" jawab bik yang berjalan mendekati Anna.
"udah bik" Angguk Anna yang sedang membawa barang belanjaan nya.
"ini bik, Anna juga beli buat dimasak nanti, tapi terserah bibi mau dimasak nanti atau besok" kata Anna sambil menyodorkan satu kantong plastik pada bik Anna.
"dan ini ada sate buat bibi" dan menyodorkan satu kantong lagi yang berisi sebungkus sate buat bik inah.
__ADS_1
Bik Inah tentu saja dengan senang hati mengambilkan nya.
"makasih banyak non" ucap bik Inah tersenyum senang.
"iya sami-sami" Lalu Anna menaiki tangga akan pergi kekamarnya.
Bik inah juga melangkahkan kakinya pergi ke dapur.
Saat telah memasuki kamar, Anna meletakkan barang belanjaan diatas kasur sambil merebahkan badannya.
"hufff... ternyata melelahkan juga" keluh Anna sambil menghela nafas panjang.
"udah jam setengah lima, tapi Kelvin belum balik juga. Apa dia bakalan lembur ya" gumam Anna setelah melihat jam tangannya.
"kayaknya mandi dulu deh, biar segar dan wangi." Lalu ia langsung mengambil handuk nya dan pergi kekamar mandi.
Beberapa menit setelah selesai mandi, ia melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaian.
Saat mencari cari pakaian yang ingin dipakai, mata Anna tak segaja melihat kearah daster bercorak bunga yang disuruh Kelvin memakai sebelumnya.
"kayaknya bagus juga gue pakai daster, gue coba aja deh" pikir Anna.
Lalu ia mengambil daster itu, setelah memakai dalaman Anna langsung memakai dasternya.
Setelah itu, Anna langsung berkaca, "bagus juga sih" angguk Anna saat melihat dirinya dalam kaca.
Kemudian, Anna pergi kedapur membantu bik inah memasak karena ia lagi gak ada kerjaan lain selain nonton doang.
Apalagi suaminya juga belum pulang.
"masak apa bik?" tanya Anna yang telah sampai di dapur melihat bik Inah lagi sibuk mengiris bawang.
"buat ayam kecap sama tumis kangkung" jawab bik Inah.
"tambahin sambalnya ya bik yang pedas" kata Anna yang dianggukan oleh bik Inah.
"biar sini Anna bantuin" tawar Anna berjalan mendekati bik Inah
"gak ada penolakan" tegas Anna karena tau bik Inah bakalan melarang dan menolaknya.
Mendengar itu bik inah hanya mengangguk pasrah saja. Lagian mana bisa ia menolak permintaan sang majikan.
🌷🌷🌷
Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 😁
__ADS_1