
Malam harinya, Anna terlihat sedang malas malasan melihat kearah buku cetak yang ada diatas meja pelajaran nya.
Lalu ia menengok ke arah Kelvin yang sedang fokus pada bukunya dan laptopnya.
"yaank...aku mau nonton drakor aja lah dari pada liat ni buku bikin sakit kepala" keluh Anna sudah tahan lagi dengan wajah memelasnya.
Kelvin yang mendengar nya langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap istri pemalas tingkat akut itu.
"gak usah ngeluh, besok ujian naa dan ingat aku gak mau ya nilai kamu dibawah angka delapan nanti, aku gak mau punya istri yang nilainya jauh dibawah aku"
kata Kelvin dengan sedikit ancaman dan suara tegas nya biar istrinya itu gak malas malasan lagi.
Anna yang mendengar suara tegas dan ancaman suaminya hanya dibuat terdiam.
jiwa sensitif nya mulai keluar.
"kok kamu ngomong nya gitu sih, aku kan gk sama kek kamu, ya aku tau kamu itu pintar beda sama aku tapi, tapi..." belum selesai berbicara Anna langsung menangis keras.
Kelvin jadi panik mendengar tangisan istrinya, 'nyesel gue ngomong kek tadi' batin Kelvin.
"gak gitu maksud aku yank, jangan nangis gini dong"
Kelvin langsung menghapus air mata istri nya sambil menenangkan nya.
"huaaaa...kamu jahat, aku gak mau dekat kamu lagi"
ucap Anna masih menangis dan mencoba mendorong dorong Kelvin yang sedang memeluknya.
"maaf yank, oke aku gak akan maksa kamu lagi, sekarang kamu boleh nonton jadi jangan nangis lagi yaa..."
kata Kelvin dengan selembut mungkin.
"beneran boleh, hiks.."
tanya Anna sedikit lebih tenang.
Kelvin langsung mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum lembut dan mengecup sekilas bibir istrinya itu.
Setelah itu, Anna langsung berhenti menangis.
__ADS_1
Dengan senang Anna pergi menyalakan televisi yang sudah ada di dalam kamar nya itu.
Kelvin hanya mendesah pelan melihat tingkah kekanak-kanakan istrinya itu.
Dan itu mungkin karena hormon kehamilan nya.
Lalu ia melanjutkan aktivitas nya kembali.
Dirumah Gea, ia terlihat lagi belajar sambil video call sama pacarnya siapa lagi kalau bukan Angga.
"honey kamu yang bener dong belajar nya?"
kata Angga saat melihat pacarnya hanya fokus menatap kearah nya sambil senyum senyum sendiri kayak orang gila.
"udah kok honey, nanti aja aku lanjutkan soalnya aku mau natap kamu dulu biar nanti belajar nya tambah semangat,"
jawab Gea masih tersenyum manis bak gula pada sang pacar.
Angga yang mendengar nya hanya terkekeh.
"segitu cintanya ya sama aku"
Gea hanya tersenyum malu-malu mendengar godaan dari sang pacar.
"Geaaaa...tolongin mama bentar"
teriak mama Gea dari luar yang membuat Gea terlonjak kaget.
"ya Allah mama kebiasaan banget sih" gumam Gea.
"bentar honey aku keluar dulu nanti kita vc lagi"
kata Gea pada sang pacar.
"iya, aku mau lanjut belajar dulu"
Jawab Angga.
Setelah mematikannya, Gea baru bergegas keluar menemui mamanya. Kalau tidak kesana teriakan mamanya itu pasti bertambah kencang lagi.
__ADS_1
~ " ~
Pagi harinya, seperti biasa Anna sama Kelvin sudah siap berangkat sekolah.
Untuk pembantu dan tukang kebun yang dibilang Kelvin sudah datang pagi pagi buta tadi.
Sebelum berangkat mereka tentu saja sarapan seperti biasanya yang sudah disiapkan oleh pembantu nya yang bernama inah dan mereka memanggil nya dengan sebutan bik inah biar lebih akrab.
Dan tukang kebun atau lebih tepatnya tukang bersih-bersih diluar rumah bernama Udin yang mereka panggil dengan sebutan mang Udin.
Mang Udin sendiri kerjanya tidak setiap hari, ia hanya kerja sekali tiga hari.
Kalau bik Inah bekerja setiap hari tinggal nya pun mulai sekarang dirumah Anna dan Kelvin karena dibutuhkan setiap hari.
Sekarang mereka sudah sampai di sekolah, saat akan melangkah kan kaki ke koridor sekolah mereka langsung dihentikan oleh Sinta yang juga baru datang.
"hmm... oiya nanti selesai ujian gue boleh ngobrol gak soalnya ada yang mau gue omongin sama kalian"
kata Sinta dengan nada seperti memohon dan wajah murung nya.
Anna sama Kelvin diam dan saling tatap seperti berbicara melalui tatapan.
"emang mau ngomong apaan? apa penting banget?"
tanya Anna mulai penasaran.
"ini penting banget naa"
Melihat reaksi Sinta terlihat serius sekali, Anna sama Kelvin mengiyakan nya.
"nanti gue temui kalian ya, kalo gitu gue duluan ya..."
Setelah melihat Sinta berjalan duluan, Anna sama Kelvin melanjutkan langkahnya kembali.
Anna terlihat masih penasaran apa yang akan diomongin sama Sinta.
'kira kira apaan ya..., bikin penasaran aja' batin Anna.
Beda dengan Kelvin yang tak memikirkan itu sama sekali, ia hanya acuh acuh saja.
__ADS_1
* * *