
...đˇ Selamat membaca đˇ...
...----------------...
...----------------...
Seperti yang dikatakan Vino kemarin, terlihat malam ini Yuni sibuk merias anak gadisnya. ia tampak antusias sekali karena seperti tau apa yang akan terjadi nanti antara Della dan Vino.
Della sendiri terpaksa diam saja, ia juga ingin melihat diri setelah rias apalagi gaun yang dipakainya gaun yang diberikan Vino waktu itu, tapi mau bagaimana lagi ia tidak akan bisa melihatnya dan hanya bisa mendesah lemah.
âBu...udah ya, perasaan dari tadi belum selesai juga. Aku gak mau dandan nya terlalu berlebihan, yang natural aja biar lebih bagusâ oceh Della mencoba menghentikan nya.
âIsh... sedikit lagi. Kamu tenang aja ini sesuai selera kamu. Lagian ibu juga kagak suka yang berlebihan, jadi kamu tenang ajaâ kata Yuni yang masih sibuk dengan alat-alat riasnya mendandani Della.
ânanti jangan lupa difoto ya Bu, biar nanti saat aku udah dapat melihat bisa tauâ pinta Della yang langsung diiyakan oleh Yuni.
âKira-kira aku bisa ngeliat lagi atau tidak Bu, Della gak sanggup seperti ini terus..â Della berkata dengan nada sedihnya.
Mendengar itu, Yuni ikutan sedih namun ia harus tetap menyemangati dan meyakinkan Della.
âTentu. Ibu yakin itu, yang terpenting sekarang kita selalu berdoa semoga mendapatkan pendonor mata yang cocok buat kamuâ ucap Yuni meyakinkan sambil mengecup sayang keningnya.
âIya Bu. Semoga sajaâ berusaha tersenyum setegar mungkin.
Yuni mengangguk sambil tersenyum melihat sang anak.
âdah selesai. Anak gadis ibu udah cantik. Ck...ibu yakin seratus persen pas ketemu nanti Vino gak bakalan mau berpaling dari kamu..â Yuni berkata dengan yakin dan berdecak kagum dengan tampilan dan kecantikan Della.
Della hanya tersenyum malu mendengarnya, ibunya itu terlalu berlebihan.
Â
âBu...ini Vino udah datang. Cepat bawa Della keluar!â teriak Anton dari ruangan tamu.
Â
âIyaaa...â balas Yuni. Lalu membawa Della keluar. Della sendiri jangan ditanya entah kenapa ia merasa gugup saat mendengar akan dibawa Vino. Padahal dulu ia biasa aja saat diajak oleh Vino.
...----------------...
Saat telah sampai disana, Vino tampak kaget dan terpesona melihat Della. Tidak seperti biasanya, sekarang Della terlihat berbeda dimatanya. Ditambah gaun yang dipakai atas pemberian nya sendiri.
Melihat tatapan Vino, Yuni tersenyum menggoda, âbagaimana anak gadis tante cantikkan. Kamu sih dari dulu gak pernah sadar, cuman sibuk adu mulut terusâ ledek Yuni menggoda Vino.
Vino hanya tersenyum kikuk mendengar godaan tante Yuni. Begitupun dengan Della ia hanya tertunduk malu.
Anton juga malah ikut-ikutan.
Â
âEhem...â Vino berdeham untuk menghilangkan rasa kikuknya.
__ADS_1
âYa udah, om, tante. Vino bawa Della duluâ kata Vino karena tak ingin terlalu lama mendengar godaan kedua orang tua itu.
âIya, hati-hati jangan sampai lecet anak gadis kita. Awas kalo lecet! Langsung batal jadi calon mantuâ kata Yuni dengan diiringi kekehan kecilnya.
Vino hanya mengacungkan jempol nya dengan sebelah tangan memegang tangan Della. Untuk Della ia hanya diam saja tanpa mau berbicara sepatah kata pun.
Â
Setelah mobil Vino berjalan cukup jauh, Della baru bersuara, âsebenarnya Lo mau bawa gue kemana Nooo?â Â Della bertanya dengan raut penasaran.
âRahasia dong. Nanti kalo udah sampai gue kasih tauâ jawab Vino sambil tersenyum kecil.
Itu membuat Della semakin penasaran namun, hanya bisa menahan nya.
Â
...----------------...
Setelah cukup lama, akhirnya sampai di tempat yang telah di booking Vino yang tak lain adalah sebuah Kafe yang cukup mewah.
Didalam sana telah tersedia satu meja dengan dua kursi hanya untuk mereka berdua.
âKita sudah sampai kan? Sekarang bilang kita dimana?â tutur Della yang sudah sangat penasaran ingin tau.
Vino hanya tersenyum dan membawa Della kedalam untuk duduk ditempat yang telah disediakan.
Terlihat dari raut wajah Della masih menunggu penjelasan dari Vino.
Della ternganga mendengar penjelasan Vino. Apalagi mendengar kata âhanya untuk kita berdua'. Apa maksudnya coba? Apalagi sampai di booking segala. Entah kenapa Della tiba-tiba saja merasa deg-degan.
âLo tunggu sebentar disini yaâ ucap Vino dan tanpa mendengar jawaban dari Della ia langsung pergi dari sana.
Della yang tak tau kemana perginya hanya menampilkan raut bingungnya.
Beberapa setelah itu, semua makanan dan minuman yang dipesan Vino telah disajikan diatas meja di hadapan Della. Saat mencium aromanya membuat Della merasa lapar tapi bagaimana mau memakannya. Ia hanya terpaksa menunggu Vino.
âMbak... sebenarnya dia pergi kemana?â karena sudah tak tahan ingin tau Della akhirnya bertanya kepada pelayan tadi dengan suara sedikit keras biar terdengar.
âSaya kurang tau nona. Lebih nona tunggu sebentar mungkin dia akan kembaliâ jawab pelayan itu berbohong karena itu semua atas permintaan Vino sendiri.
Â
Della hanya mengangguk pelan, namun dalam benaknya mulai sedikit merasa gelisah.
âgimana kalo dia dengan sengaja ninggalin gue disini. Dia kan orangnya jahil suka banget ngerjain gueâ batin Della dengan pikiran konyolnya. Lagian ada-ada saja pemikirannya mana mungkin Vino sejahat itu meninggalkan nya dengan kondisi seperti itu.
Â
Tiba-tiba saja terdengar suara seorang membaca sebuah puisi. Yang membuat Della tercengang, ia sangat kenal suara itu, siapa lagi kalo bukan Vino.
Kemudian, terdengar suara gitar dan diiringi suara merdu nyanyian dari Vino.
__ADS_1
Lama-lama mendengar nyanyian itu membuat hati nya tersentuh dan berbunga-bunga. Ia juga tiba-tiba saja menangis dalam diam. Namun, ia juga tidak terlalu percaya diri karena belum tentu itu untuk nya.
Â
Saat nyanyiannya telah berhenti terdengar langkah kaki mendekat ke arahnya.
âDel...â Della langsung tersentak mendengar panggilan Vino yang terdengar di dekat nya.
Della mengerakkan tangannya berusaha untuk menyentuh Vino. Melihat itu, Vino dengan cepat meraih tangan itu dan menggenggamnya dengan erat.
Â
âDel, semua yang Lo dengar tadi untuk Lo. gue udah siapkan puisi dan lagu itu dari semalam cuman untuk Lo!â tutur Vino dengan nada tulus dan senyuman tulus sambil terus menatap lekat wajah Della.
Della sendiri cukup  terdiam mencoba mencerna semua pengakuan itu.
âGue tau, gue orangnya nyebalin, jahil, selalu membuat Lo kesal. Tapi gue lakuin itu cuman ingin lebih dekat sama Lo. Selama ini gue terus berpikir siapa yang selalu membuat gue senang, nyaman dan membuat hidup gue lebih bahagia. Setelah cukup lama, akhirnya gue sadar siapa orangnya...â Â Vino langsung menjedanya dan mengubah posisinya berjongkok didepan Della yang telah memutar duduk menghadap kearah samping. Tangannya juga masih terus menggenggam tangan Della.
âSiapa??â Akhirnya keluar pertanyaan dari Della yang sangat ingin tau.
âDELLA PUSPITA SARIâ jawab Vino dengan mantap ditambah senyuman amat manis terukir dari bibirnya selesai mengatakan itu.
âGadis yang selalu membuat gue khawatir setiap saat. Gadis yang ternyata selama ini yang gue cintai dan gue sayangi sepenuh hatiâ ucapnya lagi sambil mengecup punggung tangan Della dengan lembut dan hangat.
âWill You Marry Me!â
Della terdiam kaku mendengar pengakuan itu lagi dengan mata melotot. Ia tidak mungkin salah dengar karena itu sangat jelas.
âL-lo serius kan. G-gue gak salah dengar kan?â tanya Della untuk memastikan nya karena takut nya ia benar-benar salah dengar.
âBenar, Dellaku sayangâ angguk Vino menjawab dengan cepat.
âemang Lo mau sama gue yang cacat begini. Yang ada cuman menyusahkan saja!â
Vino dengan cepat menggelengkan kepalanya, âgak Lo gak cacat dan Lo gak pernah menyusahkan gue dalam keadaan apapunâ
âJadi bagaimana ya atau tidak?â tanya Vino lagi yang sudah tak sabaran ingin mendengar jawabannya.
Tiba-tiba saja tanpa diminta air mata Della jatuh dengan sendirinya sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat.
âIya mauâ
Mendengar itu, Vino merasa sangat bahagia sekali dan langsung menarik Della kedalam pelukannya.
âTerimakasih ya...Lo udah mau terima gue yang cacat iniâ ujar Della menangis dalam pelukan Vino.
Vino tidak menjawab, ia hanya mengecup keningnya.
Setelah cukup lama berpelukan mereka melanjutkan makannya tentu Della disuapkan oleh Vino. Walaupun masih ada sedikit rasa canggung diantara mereka gara-gara pengakuan tadi.
đˇđˇđˇ
__ADS_1
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT