
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Beberapa hari telah berlalu,
Selepas pulang sekolah, Mona pergi melajukan mobilnya ke tempat tinggal sepupunya yang tidak lain ialah Sinta.
Karena ia ingin menanyakan tentang tempat tinggal Anna yang sekarang dan ia yakin sepupunya itu mengetahui nya sebab ia lihat Sinta dekat dengan para sahabatnya Anna dan bisa aja Sinta mengetahui nya.
Sampai didepan rumah yang tak cukup mewah, setelah mematikannya mesin mobilnya, ia dengan santai keluar dari mobil dan pergi ke depan pintu utama rumah itu.
Beberapa saat, setelah menekan bel nya, pintu nya di buka oleh seorang wanita paruh baya yang tidak lain ialah mama Sinta yang sudah sembuh dari sakit nya.
Wanita itu tersenyum hangat saat melihat yang datang adalah anak dari adiknya.
Mona juga tersenyum terhadap tantenya itu,
"yah sudah, yuk masuk" ajak Wanita itu yang mempersilahkan Mona masuk.
Mona hanya mengangguk masih dengan senyuman hangatnya pada tantenya itu.
"Sinta mana tan?" tanya Mona saat sudah berada di ruangan keluarga bersama tantenya itu.
"mungkin masih dikamar" jawab wanita yang bernama Nita itu seadanya.
"ya udah, kalo gitu Mona kekamar Sinta ya tan.." ucap Mona dan pergi ke arah kamar Sinta.
Nita hanya mengangguk saja sebagai balasannya dan beranjak dari sana pergi ke dapur.
Sampai didepan pintu kamar Sinta, Mona membuka pintu nya dan nyelonong masuk.
"Sinta..." panggil Mona karena tak melihat keberadaan pemilik nya.
Tapi saat mendengar suara air dikamar mandi, Mona sudah yakin Sinta berada di dalam.
Tak lama setelah itu, orang ditunggu tunggu keluar juga dari kamar mandi.
"taaa..." panggil Mona lagi yang sudah duduk di tepi tempat tidur Sinta.
"apaan? tumben banget lo kesini? ada perlu apa?" tanya Sinta karena sudah tau seperti apa sifat sepupunya itu. Kalau menemui nya begini pasti ada maunya.
"heheh...tau aja lo" cengir Mona tanpa dosa.
"tau lah, datang kesini cuman ada mau nya doang, huh..." ucap Sinta tampak sedikit kesal pada sepupunya itu.
Mona hanya bodoh amat karena yang dibilang sepupunya itu sepenuhnya benar.
__ADS_1
"ada apa?" tanya Sinta lagi sedikit penasaran yang telah duduk di kursi belajar nya dan menghadap kearah Mona yang masih duduk di tepi tempat tidurnya.
"lo tau gak Anna sekarang tinggal dimana?eh, maksud gue alamat tempat tinggal nya" tanya Mona yang sangat berharap sepupunya itu tau dan mau memberi tahu nya.
Sinta yang mendengar pertanyaan Mona terlihat keheranan.
"buat apa lo nanya alamat Anna? teman aja kagak"
"perlu lah soal nya gue pengen ketemu sama dia, ada yang harus gue pasti kan" jelas Mona nada serius nya.
"emang apaan sih? penasaran gue"
"lo tau kan Anna itu udah kagak masuk sekolah lagi semenjak semester akhir ini"
"tau lah. gue kan sekelas sama dia"
"naah, waktu itu gue gak sengaja ketemu sama dia yang lagi ngumpul sama Gea dan Della di cafe. saat mereka akan pergi gue gak sengaja ngeliat kearah perut si Anna. Dan lo tau apa yang gue liat?, gue liat perut nya membuncit kayak orang hamil.
Makanya gue ingin pastikan kalau itu benaran atau gue aja yang salah liat.." jelas Mona panjang lebar.
"dan gue kepikiran kalo lo tau alamatnya soalnya lo dekat tuh sama dia dan teman-temannya"
sambung Mona dengan ekspresi serius nya.
Untuk Sinta sendiri, ia hanya diam tapi sebenarnya ia cukup kaget karena baru teringat sesuatu tentang Anna.
"hampir aja gue lupa, gue kan udah janji sama mereka buat rahasiakan tentang pernikahan mereka, apalagi yang dilihat Mona itu benar" batin Sinta.
Mona yang melihat kediaman Sinta beranggapan kalau Sinta itu juga kaget dan penasaran seperti dirinya.
"lo kaget kan sin. sama gue juga gitu. Makanya gue udah tak sabaran ingin melihat kembali untuk memastikan nya" ucap Mona yang berpikiran Sinta terlalu kaget sampai terdiam begitu.
"benar mon. tapi apa lo yakin atau cuman salah liat doang, atau bisa aja baju Anna kebesaran " kata Sinta pura pura kaget.
"nah itu makanya gue pengen mastiin. apa lo tau dimana tempat tinggal nya"
Dan Sinta dengan cepat menggelengkan kepalanya, karena ia sudah janji gak bakalan memberi tahu orang lain. Walaupun itu sepupunya sendiri.
"lo benaran gak tau?" selidik Mona dengan memicingkan matanya curiga kearah Sinta.
"benaran Mon, walaupun gue dekat sama mereka tapi gue gak ada tuh sampai nanyain tempat tinggal mereka" jawab Sinta berbohong.
"sorry Mon, gue gak bisa kasih tau Lo" batin Sinta sedikit merasa bersalah telah membohongi sepupunya itu.
"benaran, lo kagak bohong kan" selidik Mona lagi terlihat kurang yakin.
"benaran Mon, buat apa juga gue bohong, kagak guna banget" Angguk Sinta yang sedikit jengkel dengan ketidak percayaan sepupunya itu. Walaupun sebenarnya ia memang bohong sih. Tapi mau gimana lagi.
__ADS_1
Mona terlihat sangat kesal sekali,
"teruus sama siapa lagi dong gue tanya, gak mungkin lah sama para sahabatnya,huh..., o iya..." saat sedang kesal, ia tiba-tiba saja teringat sesuatu dan kembali tersenyum.
Sinta yang melihat senyuman Mona mulai penasaran.
"gue sampai lupa, kan gue belum sempat tanya pada kedua orangtuanya. Waktu itu kan gue tanya cuman sama pembantu nya doang" gumam Mona dalam hatinya yang sudah mendapatkan sebuah pencerahan sambil tersenyum licik.
Sinta terlihat sangat penasaran dan juga kebingungan sekali saat melihat senyuman Mona.
"kenapa mon?" bingung Sinta yang menatap selidik sepupunya itu.
Melihat kebingungan Sinta, Mona hanya tersenyum senang. Karena ia tidak ingin menyebutkan pada sepupunya itu karena ia yakin sepupunya itu pasti bakalan melarang nya.
Dan juga sebenarnya Mona yakin banget kalau Sinta tau dimana tempat tinggal Anna sekarang tapi tidak mau mengatakan padanya.
"dah lah, gue pulang aja deh. soalnya pasti nyokap nyariin" alasan Mona.
Sinta hanya mengiyakan saja, lalu mengikuti Mona pergi keluar.
...----------------...
Di rumah Anna, sekarang ia sedang kedatangan tamu yang tidak lain adalah kedua sahabatnya dan sahabat Kelvin.
Di ruangan tamu mereka terdengar sangat ribut sekali, entah apa yang mereka bahas sampai ribut begitu.
Untuk Anna sendiri, ia sedang berada di dapur membuat minuman buat mereka. Sebenarnya sih itu sudah tugas bik Inah sebagai pembantu tapi Anna melarang nya karena ia pengen membuat nya sendiri.
Bik Inah hanya menurut saja dan mengerjakan pekerjaan nya yang lain.
Setelah selesai, Anna membawa nya dengan mapan menuju ruangan tamu.
Sampai disana, Anna langsung meletakkan di atas meja.
Ia juga keheranan melihat keributan mereka.
"bahas apa sih sampai ribut segala" heran Anna sambil mendudukkan bokongnya diatas sofa tepat disebelah kelvin.
"gak tau" jawab Kelvin yang sedang fokus dengan hpnya tanpa menoleh.
Tapi saat melihat kearah Della dan Vino ia sudah tau, karena keduanya selalu adu mulut hanya masalah sepele.
Di ibaratkan seperti tom and Jerry, selalu ribut tiap ketemu, jarang banget akurnya.
Walaupun gak separah tom and Jerry sih.
🌷🌷🌷
__ADS_1
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 🙏😁🌷...
Salam hangat dari author 😘😘