Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
84. (S2) Sandi


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Pagi harinya, Della terlihat telah berdiri didepan gerbang rumahnya sedang menunggu seseorang.


Tak lama setelah itu, yang ditunggu akhirnya datang juga. Della langsung tersenyum cerah. Tidak seperti saat melihat Vino yang langsung ditekuk.


“Maaf lama, tadi aku harus ngantar ponakan dulu” ucap pria itu yang bernama Sandi alias pacar Della atau bisa dibilang pacar pertama Della.


“Udah gak papa, aku ngerti kok” ucap Della dengan suara lembutnya. Jauh banget bedanya saat ngomong dengan Vino.


Sandi hanya tersenyum dan mengajak Della masuk, lalu melajukan mobilnya menuju arah tempat kerja Della.


Sesampai di kantor, Della memasuki kantor dengan wajah berseri. Untuk Sandi selesai mengantarnya dia juga melanjutkan pergi ketempat kerja nya yang cukup.


Saat memasuki ruangan kerjanya, dia langsung disambut hangat oleh Tiara.


“Hayo...ada gerangan apa nih muka berseri-seri gitu. Gak kayak biasanya cemberut mulu!” heboh Tiara dengan nada menggoda Della.


“ada lah. Lo mau tau atau mau tau banget” ucap Della setelah menduduki kursinya.


“Kasih tau dong, kepo gue” desak Tiara dengan rasa penasaran.


“Hmm...gue udah punya pacar lho” kata Della sambil tersenyum lebar.


“Waah... selamat, kapan jadiannya!”


“baru empat hari yang lalu”


Setelah cukup lama mengobrol bersama, mereka mulai bekerja.


...----------------...


Disisi lain, ditempat Vino. Dia terlihat sedikit murung dan kurang bersemangat.


“kok gue gak rela ya, si Ijah pacaran sama cowok lain. Kerasa ada sesuatu yang hilang” Vino berkata dengan muka lesunya.


Ditambah lagi tadi dia juga melihat Della dijemput oleh pria itu. Dia jadi sedih dan tak rela.


“gak, gue gak boleh begini. Ngapain juga gue mikirin dia, dia kan bukan siapa-siapa gue cuman teman doang” ucap Vino sambil menggelengkan kepala dan mengingat kalo dia juga punya Cici sekarang.


“Huufff...” setelah menghela nafas panjang nya, ia memfokuskan diri pada pekerjaan nya.


Di tempat lain, dalam sebuah ruangan terlihat seorang pria bersama seorang wanita sedang bercumbu mesra. Dengan wanita duduk di atas pangkuan pria tersebut.

__ADS_1


“Ughh...sayang kamu semakin bergairah akhir-akhir ini! Uhm...ada sesuatu kah yang membuat mu begini” ucap sang wanita yang terdengar sesekali mendesah nikmat merasakan sentuhan lembut dari sang pria.


Pria itu masih sibuk *******-***** dan mengulum buah dada wanita itu dengan sesekali melenguh nikmat.


“Sayaaang...itu karena tubuhmu yang menggoda ini” balas pria itu dengan nada manjanya.


Wanita itu langsung tersenyum senang mendengar nya sambil mendesah nikmat merasakan mulut panas sang pria mengulum putingnya.


Tok, tok...


Terdengar ketukan pintu, mereka dengan terpaksa langsung menghentikan kegiatannya.


“Terimakasih sarapan paginya sayang, ini sungguh enak” ucap pria itu dengan senyuman mesumnya.


Wanita itu hanya mengangguk sambil merapikan pakaiannya yang telah berantakan.


“bye sayaang, nanti kita lanjutkan lagi” kata wanita itu sambil mengedipkan matanya pada sang pria.


Sesaat wanita keluar masuklah seorang pria. Yang tak lain adalah sekretarisnya.


Pria itu adalah Sandi alias pacar Della dan sekarang dia berada dalam ruangan kerjanya sebagai seorang CEO.


“Pak ini berkas yang bapak minta, semuanya sudah lengkap” ucap sekretarisnya itu.


“baiklah. Oiya...kapan pertemuan dengan K.A company” sambil mengangguk Sandi kembali bertanya.


“Lusa pak” jawab pria itu.


Sandi mengangguk puas, “kau boleh keluar”


“Baik pak, kalo begitu saya permisi” setelah itu pria itu keluar dari ruangan Sandi.


“K.A Company, bukannya wanita itu bekerja di sana” Sandi bergumam saat mengingat Della kekasih baru nya.


“Dia cukup cantik dan tubuhnya juga terlihat tak kalah seksi dari Mona” Sandi tersenyum mesum mencoba membayangkan tubuh telanjang Della.


“Hehehe... saat waktunya tiba gue akan nikmati itu semua”


“gue yakin dia masih perawan, ah...pasti sangat menyenangkan” Sandi terus tertawa dengan pikiran mesumnya tak pernah hilang.


“Dasar wanita bodoh mau aja gua bodohi, hahaha...emang ya mempermainkan wanita itu sungguh menyenangkan!” Setelah puas tertawa dia kembali membaca berkas yang dibawa sekretaris-Nya tadi.


...----------------...


Beberapa jam kemudian, semuanya sedang makan siang di kantin kantor.


Begitupun dengan Della yang lagi duduk bersama Tiara.

__ADS_1


“ehem...” terdengar dehaman seseorang. Saat melihat siapa pelakunya Della tiba-tiba saja jadi kesal


“Mau ngapain, gangguin gue lagi” ucap Della dengan nada ketus pada dia yang tak lain adalah Vino.


Mendengar suara ketus Della, Vino kebingungan.


“Lo kenapa sih ketus amat. Lagian siapa juga yang mau gangguin Lo, orang gua cuman mau nyapa doang” kata Vino agak kesal karena dia memang tidak berniat mengganggu.


“Ciihh...” Della langsung mencibir dan kembali melanjutkan makannya.


Tiara melihat tingkah ke-dua hanya diam. Dan melihat Vino yang terlihat kesal.


“Hm... silahkan duduk pak Vino” tawar Tiara tersenyum canggung karena melihat Vino masih berdiri yang terus menatap Della dengan tatapan sulit diartikan.


“tidak, terimakasih” tolak Vino dengan nada tegasnya dan pergi dari sana menuju ruangan kerjanya.


Tiara hanya mengangguk melihat kepergian Vino dan kembali menatap Della.


“Astaga, kenapa mereka terlihat seperti sepasang kekasih habis bertengkar!” batinnya Tiara agak gusar.


“Del, Lo kenapa kek tak suka gitu. Apa Lo masih cekcok atau bertengkar sama dia” Tanya Tiara dengan penasaran.


“Hm... masih sih, tapi gak terlalu” jawab Della seadanya, karena akhir-akhir ini dia jarang sapaan dengan Vino.


Tiara terlihat menggeleng kepala.


“Gue heran deh, kalian kan tetanggaan tapi kenapa sering bertengkar sih, emang apa masalahnya!” kata Tiara dengan kebingung.


Della hanya mengedikkan bahu, karena dia juga agak bingung.


“Udah ah gak usah bahas itu lagi. Gak guna juga. Oiya...Gue mau ketoelet bentar” ucap Della dan langsung pergi ketoelet.


Saat tak melihat Della lagi, Tiara berpikir. “Hm...kok gue ngerasa ada yang aneh sama pak Vino tadi. Apa jangan-jangan dia punya perasaan terpendam pada Della!”


“Kalo benar pasti makin rumit, apalagi sekarang Della udah punya pacar” pikir Tiara dengan muka sedikit tak berdaya.


“hais... ngapain juga mikirin kesana, dah lah bukan urusan gue juga. Kalo mereka berjodoh yah...bagus sih soalnya gue liat mereka banyak banget kemiripan nya gitu, yang satu ganteng dan yang satunya lagi cantik”


Tiara terus ngomong dan berpikir sendiri sampai ditatap heran oleh karyawan lain yang juga berada disana. Karena suara Tiara sedikit keras jadi terdengar oleh mereka.


Tiara yang sadar ditatap aneh oleh yang lain, hanya garuk-garuk kepala.


“ck, apaan sih ngapain tatap gue segitu banget huuhhh...” Degus Tiara dan langsung pergi dari sana.


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2