Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
77. (S2) Astagfirullah..!!


__ADS_3

...🌷 selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Malam harinya, Della sedang santai main hp di teras rumahnya sambil senyum senyum sendiri dan ketawa terbahak-bahak, entah apa yang dilihatnya.


"hahaha..."


Vino yang kebetulan keluar saat mendengar suara tawa Della, ia mengeryit bingung.


"kenapa lagi si ijah," karena penasaran ia sedikit mengintip dibalik pagar.


"gak salah lagi nih, pasti ni anak liat yang enggak-enggak" saat melihat Della ketawa dan senyum senyum sendiri.


Lalu diam diam dia pergi kesana tanpa disadari oleh Della.


Della yang terlalu fokus dengan hpnya tak menyadari keberadaan Vino sedikitpun.


"hayoo...Lo liat apaan?" ucap Vino yang telah berada dekat Della dan mencoba mengintip.


Mendengar suara itu, Della langsung tersadar dan menatap tajam, " ngapain Lo kesini? ganggu aja!" ketus Della terlihat tak suka.


"suka suka gue lah, emang ini punya nenek moyang Lo" jawab Vino tak mau kalah.


Della mendegus kesal mendengar nya dan kembali mengotak ngatik hp nya tanpa mengacuhkan Vino.


"lo pasti tadi liat yang enggak-enggak kan, hayoo ngaku Lo!" tuduh Vino sambil menyeringai.


"maksud Lo apa hah? sembarang tuduh aja, lagian Lo kayak gak ada kerjaan aja gangguin gue Mulu.." bentak Della mulai marah.


Vino hanya cengengesan melihat reaksi Della,


"gak usah marah marah, nanti cepat tua loh" ledek Vino yang hanya ditatap nyalang oleh Della.


"ya Allah, ini ada apa sih ribut terus dari tadi" ucap Yuni ibunya Della yang telah nongol dekat pintu.


keduanya langsung menengok,


"ni Bu, datang datang bikin aku kesal ketulungan!" adu Della.


"gak kok tan, dia yang mulai duluan" ucap Vino mengelak.


"enak aja, jelas jelas elo yang mulai!"


"Lo!"


"Lo!"


"Lo!"


Yuni sangat pusing sekali melihat mereka, "diaaaam..." teriak Yuni sedikit keras.


Mendengar teriakkan Yuni keduanya langsung terdiam.


"kamu ngapain teriak!" heran Anton suaminya karena kaget mendengar teriakkan sang istri.


"ini gara gara mereka" jawab Yuni yang lagi menatap kedua pelaku.

__ADS_1


Begitu juga dengan kedua orangtua Vino, mereka langsung keluar dari rumah untuk melihat apa yang terjadi. Namun saat melihat putranya disana mereka hanya menghela nafas.


"kalian bisa gak sehari aja gak ribut, bikin ibu pusing dan kamu vino ngapain kamu kesini" oceh Yuni mengomeli keduanya.


"salah masuk Tan, ehehe..." jawab Vino asal sambil cengengesan.


"ck, alasan" ketus Della.


Vino hanya mencibir mendengar ucapan Della.


"udah kamu masuk Del, dan kamu juga vino sana balik ke sebelah" suruh Anton nada tegasnya.


"iya yah/om" ucap kedua serempak.


"ngikut aja Lo" ketus Della dengan sengit.


"bodo amat!" balas Vino dengan acuh lalu pergi kerumahnya.


"astaghfirullah.." ucap Kedua orangtua itu hampir serempak sambil geleng-geleng kepala.


"gimana mas? apa perlu kita lakukan rencana itu" tanya Yuni pada suaminya.


"gak tau, nanti kita kompromi dulu sama mereka" jawab Anton sedikit kurang yakin dan kembali kedalam diikuti oleh Yuni.


Vino yang sudah nyantai diruangan keluarga bersama kedua orangtuanya.


"papi heran, apa sih senangnya bertengkar terus? kalian kayak bermusuhan saja bingung papi" ucap papinya mengomeli vino.


"gak tau pi, senang aja gitu cekcok dengan dia" jawab Vino seadanya tanpa beban sedikitpun.


"kamu ini benar-benar..!" bingung papinya gak tau mau ngomong apa lagi.


"hahaha...mami benar juga" tawa papinya membenarkan ucapan istrinya.


Berbeda dengan Vino, ia langsung mendegus mendengar nya,


"ck, kagak bakalan mi, jodoh vino itu lebih cantik dari si Ijah" bantah Vino mentah-mentah.


"iliih... percaya diri banget kamu, bisa aja jodoh kamu jelek!" cibir Tia.


"benar kata mami kamu, jodoh itu kita gak tau. bisa aja jodoh kamu jelek dan dekil" tambah papinya sambil terkekeh melihat ekspresi kesal Vino.


"emang kalian mau punya mantu jelek dan dekil, ck...pasti gak kan!" gerutu Vino mulai kesal.


"itu sih terserah kamu nya, kalo kamu mau, ya pasti kita terima dengan lapang dada walaupun dengan berat hati" jawab Tia dengan muka sok serius.


Vino terlihat sangat jengkel sekali, lalu langsung pergi kearah kamar nya.


kedua orangtua itu hanya terkekeh geli melihat kepergian putranya.


"jadi teringat masa kecilnya, haha..." ucap Tia mengingat masa kecil Vino yang sama bertingkah seperti tadi, disaat kesal dia langsung ngambek dan pergi kekamarnya.


Mereka terus mengobrol santai sampai beberapa jam.


* * *


Pagi harinya, Della telah siap siap pergi joging karena hari ini weekend jadi gak kerja.


"let's go!" tapi baru saja keluar dari pekarangan rumah, Vino sudah berdiri disana dengan menampilkan senyuman lebar. namun bagi Della itu terlihat menyebalkan.

__ADS_1


"ngapain Lo disini?" tanya Della nada ketusnya.


"nungguin Lo lah, emang mau ngapain lagi" jawab vino lalu ngacir duluan.


Della hanya mendecih mendengar nya dan langsung mengikuti Vino.


* * *


Setelah cukup lama, ke-duanya berhenti dekat taman.


"Lo beli minum sana, haus gue!" suruh Della pada vino seperti memerintah.


"enak aja suruh gue, Lo aja sana yang beli"


"harus Lo lah, Lo kan laki"


"teruus apa hubungannya hah?"


Akhirnya terjadilah adu mulut lagi sampai lupa dengan rasa haus mereka.


Beberapa menit kemudian, mereka baru berhenti dan vino akhirnya mengalah lalu pergi membeli minuman.


"hah... bikin tenggorokan gue tambah kering, ck..." gerutu Della.


* * *


" hah...lega nya" ucap Della setelah meminum air mineral yang dibelikan oleh Vino.


Vino hanya menatap males, lalu pergi menuju kerumah kembali.


Della yang melihat vino pergi dengan cepat mengikuti,


"woiiii...main tinggal aja Lo!" teriak Della sedikit kesal.


"hayoo kejar gue kalo Lo bisa!" balas Vino nada mengejek nya yang telah berlari duluan.


"awaaas Lo kalo sampai dapat! gue tendang pantat lo..." teriak Della yang tak terima mendengar ejekan Vino, lalu berlari sekuat tenaga mengejar Vino.


Beberapa orang melihat kelakuan mereka hanya geleng-geleng kepala, sangat kekanak-kanakan.


"sini Lo!" teriak Della lagi yang masih berusaha mengejar Vino.


Dari depan vino terus mengejek Della sambil menjulurkan lidahnya.


"hosh...hosh..." Della ngos-ngosan sambil menghentikan langkahnya.


"anjiiir... cepat amat lari anak setan !" umpat Della.


"hahaha...dasar lambat, gitu aja gak bisa" tawa Vino dari jauh masih terdengar mengejek Della.


Della sangat kesal mendengarnya, "diam Lo setan!" teriak kesal Della.


Vino hanya bodo amat mendengar teriakkan Della, dan kembali melanjutkan lari yang telah hampir sampai didepan rumahnya.


Della hanya masih kesal, tidak melanjutkan larinya dan berjalan dengan santai.


"si anak setan selalu saja bikin gue naik darah!" gerutu Della.


🌷🌷🌷

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2