
Dekat kolam renang, terlihat Anna sama Kelvin sedang santai menyantap kue buatan mommy Diana.
"mom, ini resep baru ya?" tanya Anna pada mommy Diana yang juga lagi duduk santai bersama mereka.
"iya, soalnya mom liat di youtube enak makanya mom coba juga, eh ternyata emng enak"
jelas Diana.
"oiya besok mom boleh nginap disini ya soalnya Daddy mau pergi ke singapur ngurus pekerjaan"
sambung Diana.
"boleh dong mom"
jawab Anna sangat senang.
"oiya, kamu gak mau kekantor viin, kasihan daddy bolak balik kekantor kamu"
kata Diana pada Kelvin.
"bentar lagi mom"
Setelah mendengar jawaban sang anak, Diana kembali ngobrol sama Anna tanpa mempedulikan Kelvin yang dari tadi hanya menjadi pendengar saja.
Karena bosan hanya menjadi pendengar, Kelvin pergi dari sana menuju kamar nya untuk mengganti pakaiannya.
Setelah rapi dengan pakaian dan jas kantor nya, Kelvin langsung berangkat ke kantor.
"bik, nanti kalo mereka nanya bilang aja saya udah berangkat kekantor"
"baik den"
Lalu baru Kelvin memasuki mobil sport nya.
Setelah melihat mobil majikan nya pergi, bik Inah masuk kembali.
Beberapa menit kemudian, Kelvin sampai di kantor nya.
Saat masuk para karyawan disana langsung menyapa Kelvin dengan sopan dan ramah.
Sebelum memasuki ruangan nya Kelvin berhenti didepan meja resepsionis dan kebetulan sekretaris nya lagi ada disana.
"eh, tuan"
"apa daddy masih disini?"
"udah pergi barusan tuan karena ia tau tuan akan kesini"
"hmm... apa ada jadwal meeting?"
"ada tuan setengah jam lagi"
__ADS_1
"baiklah, nanti langsung panggil saya saja"
"baik tuan"
Lalu Kelvin melangkahkan kaki memasuki ruangan kerjanya.
"kalo tuan kelvin itu lebih tuaan dari gue, pasti udah gue pacarin"
kata resepsionis itu yang bernama Niken.
"Eleeh, kalo pun lebih tuaan dari lo, belum tentu tuan Kelvin mau sama cewek buruk rupa kayak lo"
ejek Alex.
Niken tentu saja tak terima dengan ejekan Alex padanya.
"sembarangan aja lo, cewek cantik dan behenol gini lo bilang buruk rupa mata lo katarak ya sampai gak liat kebenaran nya"
ketus Niken sangat kesal.
Alex mendengar nya rasanya pengen muntah,
"hueek...gak tahan gue rasanya mual banget, mendingan lo ngaca deh biar lebih tau kebenaran nya"
Setelah itu, Alex langsung pergi keruang kerjanya karena udah eneg mendengar omongan angan angan Niken.
Niken hanya menghentakkan kakinya mendengar Alex, rasanya pengen menampar mulut kurang ajar sekretaris itu.
...----------------...
Disebuah rumah yang cukup mewah terlihat seorang gadis sedang adu mulut dengan seorang cowok, mereka yang tidak lain ialah Della dan Vino.
"lo yang salah, bukan gue"
"sembarangan aja, jelas jelas lo yang salah pakai ngelak lagi"
"lo itu yang ngelak, jelas banget lo salah bukan gue!"
"ngaku aja lo, pokoknya lo yang salah titik!"
Terlihat tidak ada yang mengalah diantara mereka, tidak tau siapa yang benar dan siapa yang salah.
Di dapur mami Vino yang mendengar pertengkaran mereka berdua langsung pergi kesana.
"ya Allah, kalian kenapa sih? dari tadi mami dengar adu mulut terus" bingung mami vino yang bernama Tia itu saat sudah berada didepan keduanya.
"itu lho tan, anak tante gak mau ngaku kesalahan nya, jelas jelas dia yang salah" adu Della pada Tia maminya Vino itu.
Vino yang mendengar tentu saja tak terima,
"kagak mi, dia yang salah bukan vino" elak Vino.
__ADS_1
Tia hanya bingung, karena gak tau apa penyebab nya.
"penyebab nya apa sih, sampai saling menyalahkan begini, bingung mami"
tanya Tia.
"matematika" jawab keduanya kompak.
"mami pikir apaan. ya udah mendingan kalian belajar sendiri sendiri aja dari pada bertengkar begini, dan kamu vino lebih mengalah aja ya..."
Kata Tia yang sudah males mendengar pertengkaran keduanya.
"ya udah tan, della dirumah aja belajar, assalammualaikum"
pamit Della dengan wajah kesalnya sambil membawa buku pelajaran nya.
"waalaikumsalam"
Setelah itu, Tia kembali ke dapur menyelesaikan masakannya.
"ck, ngeselin banget sih, jelas dia yang salah gue juga yang kena"
kesal Vino sambil membereskan buku-bukunya yang berserakan dilantai.
Memang begitulah Della sama Vino sering belajar bersama karena rumah mereka dekatan.
Tapi begitulah mereka juga sering bertengkar hanya karena masalah sepele.
Sama sama keras kepala, kagak ada yang mau mengalah.
Della yang sudah memasuki rumahnya, terlihat masih kesal.
Ayahnya yang melihat wajah kesal putri nya itu tampak kebingungan.
"kamu kenapa? pulang pulang langsung kesal begitu?"
"biasa gara gara tetangga" jawab ibunya yang keluar dari dapur membawa segelas kopi untuk suaminya.
"vino maksud kamu?"
tanya ayahnya kembali.
"siapa lagi"
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.
"lama lama ayah jodohin kamu sama vino" celetuk ayahnya sambil tersenyum menggoda.
"ck, ogah" ketus Della, lalu pergi kekamarnya.
kedua orangtuanya itu, hanya tertawa kecil mendengar jawaban ketus sang anak.
__ADS_1
* * *