
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Diruangan keluarga terlihat Anna lagi duduk menopang dagu sambil mendengarkan penjelasan buk indah.
"buk kapan selesainya sih? aku udah gak sabaran pengen makan sate kambing" celetuk Anna sambil cemberut.
Buk indah langsung menghentikan penjelasan nya saat mendengar Anna.
"ya Allah, sabar dulu bisa kan. ini buat kamu juga biar mengerti. Sate kambing nya gak bakalan lari kok"
kata buk indah sambil menghela napas panjangnya.
"iya buk" pasrah Anna.
Intan yang kebetulan lewat akan pergi keluar hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah Anna.
Yap, intan sudah dari pagi berada disana karena kangen sama putri satu-satunya itu makanya ia kesana.
"Bun, mau kemana?" teriak Anna saat melihat bundanya itu berjalan keluar.
"mau ke warung sebelah bentar" balas Intan juga sedikit berteriak.
Setelah tau bundanya itu kemana, Anna kembali memperhatikan buk indah.
Dua jam kemudian, baru selesai belajarnya, Anna juga sedang lahap memakan sate kambing nya yang dibelikan mang Udin sebelumnya.
Bertanya soal buk indah, dia belum pulang, dia sekarang lagi ngobrol santai sama intan di ruangan keluarga yang sudah mulai akrab karena umur mereka juga berdekatan hanya beda setahun saja.
Setelah habis satenya, tiba tiba saja ia pengen makan pizza.
Lalu ia pergi melangkahkan kakinya mendekati bundanya yang masih ngobrol sama buk indah.
"bun," panggil Anna saat sudah duduk di sebelah bundanya.
Intan yang mendengar panggilan Anna langsung menghentikan obrolan nya dengan indah.
"ada apa?" bingung Intan saat melihat wajah murung Anna.
"pengen pizza Bun" kata Anna.
Intan hanya cengo mendengar permintaan Anna, begitu pun dengan indah. Padahal baru selesai makan sate.
"mau sekarang?" tanya Intan lagi.
"iya bun," jawab Anna dengan mata sudah berbinar-binar karena sudah tak sabaran makan pizza.
"Ya udah, kamu disini aja biar bunda beliin" pasrah intan karena kalo gak diturutin takutnya nanti cucunya jadi ileran.
"bukan Bun, aku maunya buk indah yang beli bukan bunda" bantah Anna sedikit cemberut.
Indah mendengar namanya yang disebut langsung kaget.
"kok ibu sih, ibu kan mu pulang na"
"tapi aku mau buk indah yang beli, pokoknya ibu titik gak pakai koma"
"pesan online aja ya"
"gak boleh. aku mau nya ibu harus beli langsung ketempat nya"
"tapikan..."
__ADS_1
"ini kemauan anak Anna lho, bukan Anna sendiri, ibu tega ya nanti liat anak Anna ileran" kata Anna mulai sedih sambil mengusap perut buncitnya.
Akhirnya, Indah terpaksa menuruti keinginan Anna. karena gak tega melihat muka sedih murid didiknya itu.
"ya udah deh" pasrah Indah, lalu pergi melangkahkan kakinya keluar.
Intan hanya menghela nafas, lalu berjalan mengikuti indah yang sudah pergi keluar.
Anna yang melihat bundanya akan pergi langsung menghentikan nya,
"bunda mau kemana?"
Intan langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kearah Anna.
"mau nemanin indah lah" jawab intan sedikit bingung.
"gak usah. bunda itu harus temanin Anna disini" cegah Anna sambil berjalan mendekati sang bunda dan menarik nya untuk duduk di atas sofa.
Intan yang ditarik hanya pasrah.
"demi cucu" batin Intan.
...----------------...
Disekolah, Kelvin terlihat sedang berjalan santai bersama para sahabatnya termasuk Della dan Gea menuju parkiran Karena bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
"eh, kalian tau gak? gue udah kagak jomblo lagi lho" celetuk Vino tiba tiba yang langsung bikin mereka semua berhenti melangkah kan kakinya.
"gue gak salah dengar kan no" tanya Bobby tampak tak percaya.
"iya, emng siapa sih cewek yang mau sama cowok jelek kayak lo"
sambung Della sambil tersenyum mengejek.
Vino yang mendengar perkataan Della terlihat sangat kesal sekali. Ia tak terima dibilang jelek.
Della langsung ketawa ngakak mendengar perkataan Vino.
Yang lain juga ikutan ketawa, apalagi Bobby dan Angga.
"astaga no, no...lo ada ada aja. Sejak kapan lo mirip sama Lee Minho" ledek Angga sambil memegang perutnya menahan tawa.
"emng siapa sih cewek yang udah jadi pacar lo itu? jadi penasaran gue" tanya Bobby sedikit penasaran.
"nanti deh gue kenalin sama kalian? tapi ya yang jelas dia cantik" kata Vino dengan bangga nya.
Della yang mendengar perkataan Vino hanya mendengus.
"teruus Della gimana? masak lo campakkan aja" celetuk Gea yang langsung ditatap tajam oleh Della.
"jadiin aja yang kedua" sambung Kelvin yang dari tadi hanya diam.
"ck, ogah" ketus Vino.
"ck, jangankan jadi yang kedua jadi yang pertama pun gue ogah, amit amit..." sambung Della.
"gak boleh kek gitu, nanti mana taun kalian jodoh lho"
ledek Gea sambil memicingkan mata nya menatap kearah Dea dan Vino.
"gak bakalan" bantah keduanya serempak.
Mereka hanya terkekeh geli melihat tingkah keduanya.
Saat sudah sampai di parkiran mereka langsung memasuki mobil masing-masing.
__ADS_1
...----------------...
"ya udah, kalo gitu ibu balik dulu" pamit Indah pada Anna yang sedang menikmati pizza yang dibelikan nya tadi.
"iya buk. hati hati dijalan buk dan makasih buat pizza-nya"
"iya. Assalammualaikum"
"waalaikumsalam"
Setelah melihat buk indah pergi Anna kembali melanjutkan makan pizza nya.
Bertanya soal intan, ia sudah pulang beberapa menit yang lalu karena dijemput oleh suaminya.
"bik" teriak Anna memanggil bik Inah.
Mendengar panggilan sang majikan, Inah langsung bergegas mendekati majikan nya itu.
"ada apa non?" tanya bik Inah yang sudah berada di dekat Anna.
"bibi bantuin Anna ya abisin pizza nya"
"beneran non"
Anna langsung mengangguk.
bik Inah tentu saja dengan senang hati menurutinya karena ia juga jarang memakan pizza.
Beberapa menit setelah itu, Kelvin juga sampai di rumah.
Anna yang melihat Kelvin langsung menyambut suaminya itu.
"yank, kamu bawa apaan tuh?" tanya Anna saat melihat sebuah kantong plastik yang dipegang Kelvin.
"owh, ini buat kamu" jawab Kelvin sambil menyodorkan kearah Anna.
"eh, apaan yank? perasaan aku gak minta deh" bingung Anna tapi ia tetap mengambil nya.
"udah ambil aja" kata Kelvin sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga.
Anna yang penasaran langsung membuka dan melihat isinya.
Setelah melihat ternyata isinya handphone baru, ia pikir makanan.
Tapi ia tetap senang karena dapat handphone baru.
"gimana kamu suka?" tanya Kelvin yang sudah selesai mengganti pakaiannya.
"suka kok yank" jawab Anna sambil tersenyum senang.
"besok besok jangan dilempar lagi handphone nya" ingat Kelvin.
"iya, gak bakalan kok" cengir Anna.
"awas aja kalo terjadi, gak akan aku beliin lagi"
"iya iya"
🌷🌷🌷
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...
Jangan lupa mampir ya ke novel kedua author 😁👇
__ADS_1
Semoga suka 😊
Salam hangat dari author 😘 😘