Ku Tunggu

Ku Tunggu
pertemuan pertama yang mengesankan


__ADS_3

Vita langsung masuk ke dalam rumah Boby, dan langsung mencium tangan Pak Burhan. Vita nampak terlihat anggun, cantik dan menarik. Membuat Pak Burhan tidak heran mengapa Anaknya jatuh hati pada gadis ini. Ditambah gadis cantik ini begitu ramah dan perhatian pada Boby dan Pak Burhan.


" Oh iya Om ini Vita bawa nasi sama lauknya,"


" Oh iya terimakasih Vita, Om jadi merepotkan,"


" Tidak apa-apa Om, Om mau makan sekarang, kalau mau Vita siapkan ya,"


" Iya boleh terimakasih ya Nak,"


" Iya Om,"


" Ayah pasti faham bagaimana Aku bisa jatuh hati pada gadis yang sekarang sedang bersama kami," Gumam Boby dalam hatinya.


Dengan sangat antusias Vita pun menyiapkan segala sesuatunya untu makan siang. Meski nampak terlihat gugup, namun ia tetap berusaha menutupinya dengan senyumannya yang merekah. Setelah semuanya siap ia pun memanggil Pak Burhan dan Boby intuk makan siang bersama.


"Om, Kak Boby mari kita makan siang bersama,"


" Iya terimakasih Nak Vita,"


Ketika melihat menu masakan,Pak Burhan amat sangat terharu.


" Ini adalah masakan Favorit Om, Vita terimakasih ya,"


" Iya Om, sama-sama,"


Vita sangat senang ternyata Pak Burhan amat menyukai masakannya.


" Hm, sungguh begitu lezatnya masakan mu Vit,"


" Om bisa aja"


" Iya betul Vit, Om tidak bohong,"


Jika tak ada perjodohan itu, mungkin Aku sangat begitu senang dan bahagia melihat keakraban Ayah dan Vita. Tak terasa Boby Sampai menitikkan air mata. Karena tak ingin terlihat oleh Vita maupun Ayahnya, Boby bergegas menyapu air matanya.

__ADS_1


Selesai makan, Vita pun segera membereskannya dan juga mencuci piring hingga dapur terlihat bersih dan rapi.


Di ruang tamu, Ayah Boby mengatakan sesuatu pada Boby.


" Maafkan Ayah Nak,"


" Tidak apa-apa Ayah aku berusaha tegar, demi almarhumah Ibu Boby dan juga Ayah,"


" Terimakasih Nak,"


" Iya Ayah jangan banyak pikiran ya, Boby baik-baik saja,"


" Iya Nak,"


"Boby ke dapur dulu ya Ayah, bantu Vita,"


" Iya Nak,"


Setelah sampai di dapur, Boby memandang Vita, ia harus pandai menyembunyikan kesedihan. Berusaha terlihat ceria karena hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Vita.


kamu istirahat sana," Ucap Bobi.


" Tidak apa-apa Kak, Aku biasa mengerjakannya,pekerjaan Ini biasa aku lakukan


di rumah. Ayah kamu sudah minum obat belum?"


" Oh iya Kau lupa Vit, terima kasih ya sudah mengingatkan,"


" Iya Kak,"


Vita pun menyiapkan obat dan air mineral.


" Biar Vita aja ya yang antar ke Ayah Kakak,"


"hm baiklah,"

__ADS_1


" Ini Om Obatnya diminum ya, Vita pamit ya Om terimakasih atas pertemuan ini,"


" Terimakasih ya Vit, Om senang bisa mengenalmu, opor ayam buatan dirimu itu mantap betul, Om sangat suka,"


" Iya sama-sama Om, terimakasih Om.Vita masih belajar masak. Vita juga sangat senang dan bersyukur bisa bertemu dan kenal sama Om, semoga Om cepat sembuh,"


" Iya aamiin,"


Vita dan Boby pun keluar rumah. Di teras rumah, mereka berbincang-bincang sejenak. Bahagia jelas terpancar dari wajahnya Vita yang amat cantik itu.bNamun Boby terlihat sedih karena ia tidak tahu apakah masih bisa menikmati moment seperti ini. Terlebih jika ia sudah resmi menjadi suami Lani.


"Kak, koq bengong gitu sih, eh tapi terimakasih banyak ya Kak. Aku senang akhirnya bisa kenal AyahMu,"


"Kakak cuma lagi mikir, masakan kamu koq bisa seenak itu, apa rahasianya?"


" Itu resep dikasih Mama, Mama bilang sih lakukan segala sesuatu itu dengan senang hati dan cinta kasih. InsyaAllah hasilnya akan memuaskan,"


" Iya ya, Mama kamu benar,"


"Tapi benar nih tidak ada yang disembunyikan?" Tanya Vita pada Boby.


" Iya sayang, yang pasti Aku bahagia karena telah mewujudkan keinginanmu," Boby menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya pada Vita, perasaan dilema yang sungguh membingungkan baginya.


Dering ponsel terdengar di saku Boby, ternyata yang menelepon itu Lani. Boby pun terkejut dan terpaksa bergegas mematikan ponselnya.


"Kak, koq dimatiin siapa yang menelepon?," Tanya Vita.


" Oh itu tadi biasa teman ngajak futsal kayaknya, Kakak lagi malas Vit main futsal,"


"Ya tidak gitu juga Kak,"


" Ya Sudah tidak usah dipikirkan, sekarang Kakak antar kamu pulang ya. Tapi kita mampir makan bakso dulu ya,"


" Ok siap kita meluncur Kak,"


Meski dalam hatinya Vita tidak sepenuhnya percaya pada Boby, namun ia tak ambil pusing. Yang penting sekarang Boby sudah mewujudkan keinginannya. Semoga saja itu hanya perasaannya saja.

__ADS_1


__ADS_2