
" Ini Kak kopinya,"
" Ok terimakasih Sayang,"
" Tadi ada perlu kemana Kak?"
Boby terkejut mendapati pertanyaan dari Vita.
" Tadi teman ngajak ke acara sosial, nanti Jika ada acara lagi Kakak akan ajak kamu,"
" Ok siap sayangku, terus siapa dong gadis yang dijodohkan sama Kakak?"
" Sudahlah Vit, kita lagi menikmati kebersamaan kita. Jadi jangan merusaknya dengan membahas hal itu ya,"
" Ok sayang,"
Mood Boby jadi berubah tidak semangat. Ia tak mau membayangkan jika Vita tahu saingannya itu sahabatnya sendiri.
" Ayo dong jangan cemberut gitu dong sayangku, oh iya semalam seru ya obrolan kita. Aku jadi kangen masa-masa itu,"
" Iya Vit, Kakak juga kangen,"
"Nah gitu dong Kak semangat, hehe,"
" Kamu paling bisa ya merubah mood Kakak,"
__ADS_1
" Iya dong sayang,"
" Sekali lagi saat kita berdua Kakak mohon ya jangan bahas hal itu lagi,*
" Iya sayang iya,"
" Terus terang Kakak tidak tahu kedepannya apakah bisa hidup tanpa kamu Vita sayang,"
" Iya Kak, baiklah kita bahas tentang kita saja ya,"
" Oh iya Kakak lupa bilang sama kamu kalau Ayah menawarkan bisnis kuliner bagaimana kamu setuju tidak?"
" Vita setuju-setuju saja sayang, kuliner apa nih?"
"Ok,"
Setelah berbincang-bincang dan bersenda gurau mereka pun segera pulang.
" Vit, kalau jadi nanti kamu bisnis bareng Ayah, jangan bilang ya nanti ke tunangan Aku,"
" Lho Kak bagaimana Aku bisa kasih tahu kenal saja Kau belum, atau orang itu orang yang Aku kenal,"
" Maksud Kakak nanti jika kalian bertemu tolong jangan kasih tahu ya,"
" Ya baiklah Kak, Aku nurut saja,"
__ADS_1
"Ok kita pulang yuk sekarang, belanjaan sudah ditunggu Kak Vika kan?"
" Iya Kak,"
Diperjalanan Vita merasa curiga dengan kata-kata yang dilontarkan Boby. Namun apa daya ia tak bisa menanyakan hal yang sama pada Boby. Ia akan mencari tahu sendiri siapa sesungguhnya gadis yang dijodohkan oleh Pak Burhan untuk Kak Boby. Vita pun menyusun rencana untuk mengikuti Boby esok hari. Tak terasa sudah sampai Boby mengantarkan Vita pulang ke rumahnya. Tak mampir karena sudah hampir Maghrib.
Hari ini hari yang cukup melelahkan untuk Boby, namun ia merasa bahagia bisa ngopi bareng lagi dengan Vita di Cafe. Vita dan Lani pun merasakan yang sama, lelah namun penuh kebahagiaan. Sedangkan di rumah Vita, Vita sedang memikirkan apa yang sedang terjadi pada Boby sehingga ia menyembunyikan identitas gadis tersebut.
Boby yang nampak lelah, di panggil oleh Ayahnya.
"Nak, mari duduk dekat Ayah,"
" Iya ada apa Ayah?"
" Begini sayang, Ayah dan Pak Toni sepakat jika pertunangan kamu dan Lani dipercepat,"
" Boby bagaimana baiknya saja Yah,"
" Iya terima kasih ya Nak,"
" Iya Ayah maaf Boby izin ke kamar dulu ya, mau istirahat,"
" Silahkan Nak,"
Boby sungguh tak menyangka jika pertunangannya dengan Lani akan dipercepat. Padahal ia masih ingin menikmati kebersamaan bareng Vita. Mungkin hal ini karena dirinya dan Lani mulai dekat dan sering jalan bareng. Mungkin perpisahan dengan Vita sudah semakin dekat. Apakah lebih baik menjauh dari sekarang. Namun hal itu belum sanggup Boby lakukan. Dilema ini sungguh menyesakkan dadanya. Tak terasa air mata Boby jatuh meratapi nasibnya yang tak mampu memperjuangkan cintanya dengan gadis impiannya. Sambil menyeka air matanya Boby melihat foto-foto kebersamaannya bersama Vita.
__ADS_1