Ku Tunggu

Ku Tunggu
kecurigaan yang beralasan


__ADS_3

Setelah menolak panggilan yang tadi, panggilan selanjutnya pun ditolak kembali untuk kedua kalinya.


" Kak, koq tumben sih ditolak melulu,"


" Kakak Ingin menikmati hari ini bersamamu sayang,"


" Aku senang sih Kak, cuma Jangan dibiasakan," Ujar Vita


" Bakso disini memang enak ya Vit, apalagi makan bareng kamu,"


" Kakak tuh ya bisa aja,bhehe,"


" Emang begitu adanya,"


Vita masih merasa heran, sudah lama menjalin hubungan dengan Boby baru kali ini Boby bersikap seperti itu. Vita mulai mencurigai Boby.


" Aku harus cari tahu," Gumam Vita dalam hatinya.


" Kenapa kamu melamun,Vit?"


" Tidak Kak, bentar ya Kak, Aku mau ke toilet,"


" Ya sudah, hati-hati ya,"


Tidak lama kemudian,nada seseorang yang membeli bakso ditempat itu, ternyata itu adalah Lani.


" Kak Boby, sedang makan bakso juga,"


" iya Lan, kamu sama siapa kesini?"


" Aku kesini naik ojeg online Kak, ditunggu koq sama Si Mas nya.


" Kakak sendiri, disini sama siapa?"


Boby terkejut, ia teringat Vita sedang berada di toilet.


" Sama teman Kakak, dia sekarang lagi ke toilet dulu,"

__ADS_1


" Oh gitu,"


" Oh iya maaf panggilan tadi Kakak tolak karena tadi Kakak lagi ngobrol penting sama Ayah,"


" Oh iya tidak apa-apa, tadinya Lani mau ajak Kakak makan bakso disini,"


" Oh gitu padahal tahu gitu Kakak ke rumah kamu dulu,"


Pelayan bakso memanggil Lani,


memberi tahu bahwa pesanan sudah selesai dibuat.


" Sekalian saja Mas sama yang pesanan Saya," Ucap Boby pada sang pelayan.


" Terimakasih ya Kak,"


" Iya sama-sama Lan,"


"Kak, Lani pulang duluan ya, Ayah sudah menunggu,"


" Iya, hati-hati ya. Maaf Kakak tidak bisa antar, karena masih ada urusan sama teman Kakak,"


" Iya Kak,"


Setelah selesai ke toilet, Vita kembali menuju ke arah Boby.


" Kak, maaf ya Lama,"


" Iya tidak apa-apa, ayo habiskan baksonya,"


setelah baksonya habis, Bobi mengajak Vita pulang.


" Ayo kita pulang Vit, sudah sore baksonya juga sudah habis,"


" Iya Kak,"


" Mas berapa semuanya?" Tanya Boby pada seorang pelayan.

__ADS_1


" Semuanya Rp.150.000,-Mas,"


"Terimakasih ya, ambil saja kembaliannya," Sambil memberikan uang Rp.200.000,-


Vita merasa ada kejanggalan, uang yang diberikan terlalu besar. Makan bakso berdua saja kenapa koq bayarnya segitu ya," Pikir Vita bertanya-tanya.


" Hai sayangku, kenapa bengong,


seperti orang yang kebingungan,"


" Tidak Kak, ayo kita pulang,"


Vita sebenarnya ingin cari tahu ke pelayan, tapi tanpa sepengetahuan Boby, mungkin dia berfikir besok akan kemari lagi untuk menanyakan hal tersebut.


Sesampainya di rumah Vita, Boby bertanya kembali.


" Benar nih kamu baik-baik saja, Say?"


" Iya Kak, terimakasih ya untuk hari ini,"


" Iya sama-sama Kakak pulang dulu ya sudah sore,"


" Iya Kak, hati-hati ya,"


Seharusnya Vita lega dan merasa bahagia karena telah bertemu Ayahnya Boby.bNamun sejak tadi di kasir, ia mulai mencurigai Boby.


" Besok aku harus ke tempat tadi lagi, untuk memastikan siapa orang yang ditraktir kak Boby," Gumamnya dalam hati.


Sedangkan Boby, ketika ia telah sampai di rumah dan melihat kondisi Ayahnya, tak terasa air mata mengalir di pipinya.


"Boby, Ayah faham betul Nak perasaan kamu,"


" Iya tidak apa-apa Ayah,"


"Jujur, Ayah merasa senang bertemu dengan Vita, Ayah tahu alasan mengapa kamu begitu mencintainya. Ayah juga dilanda dilema Nak,"


Mereka pun berpelukan, tak kuasa menahan perasaan dilema yang sedang mereka rasakan.

__ADS_1


" Kalau gitu, Boby ke kamar dulu ya Ayah,"


"Iya Nak,"


__ADS_2