
Sesampainya di Jakarta, Boby mengantarkan Vita pulang.
" Istirahat ya Vit, Kakak pulang dulu,"
" Iya Kak, kirain mau masuk dulu,"
" Takut Ayah menunggu di rumah,"
" Ya sudah, hati-hati ya Kak,"
" Iya Vit,"
Di perjalanan Boby terus memikirkan Vita, apa yang harus dia katakan, seandainya Vita mengetahuinya.
" Ah makin pusing nih," Gumam Boby dalam hati.
Dering ponsel pun terdengar kembali, namun kali ini dari Ayah Lani.
" Assalamualaikum,ada apa Om?"
"Nak Boby bisa ke rumah Om sebentar,"
" Iya bisa Om ada apa?"
" Nanti Om jelaskan di rumah ya,"
" Baik, Om."
__ADS_1
Boby segera berangkat menuju rumah Pak Toni. Sesampainya disana Pak Toni menjelaskan maksudnya menyuruh Boby ke rumahnya. ketika berada di ruang tamu, Pak Boby langsung mempersilahkan Boby untuk duduk.
" Silahkan duduk Nak Boby,"
" Iya Terimakasih Om,"
" Begini Nak Boby, sebentar lagi Lani ultah jadi Om ingin sekali memberikan surprise party untuknya, Nak Boby bersedia kan bantu Om?"
" Iya bersedia Om, kapan Om?"
" Dua minggu lagi,"
" Ok siap Om, kalau gitu Boby permisi dulu ya, Ayah sudah menunggu di rumah
"Oh iya Nak Boby, salam untuk AyahMu ya Nak,"
Setelah keluar dari rumah Pak Toni, Boby bergegas menuju rumahnya. Setelah sampai, Ia langsung mencari Ayahnya.
" Assalamualaikum, Ayah,"
" Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah kamu sudah pulang,"
" Iya Ayah, Boby ke kamar dulu ya Ayah,"
" Iya Nak,"
Setelah sampai di kamar, Boby langsung rebahan di kasurnya. Ia pun tak kuasa menahan kesedihannya. Wanita yang amat dicintainya tak bisa ia miliki seutuhnya.Vita yang menemaninya selama ini, tapi begitu sulit rasanya untuk memenuhi keinginannya. Ia tak tahu jika Vita mengetahui perjodohan ini. Apakah dia akan bisa dekat lagi atau tidak. Boby tahu betul bagaimana sifat Vita, dia gadis yang sangat lembut dan penyayang. Sepertinya Vita bisa memakluminya apalagi alasannya karena permintaan terakhir almarhumah Ibunda Boby. Namun untuk berpisah secepat ini, rasanya Boby belum siap.tapi jika terus-terusan ditunda Vita pasti lebih sakit hatinya.
__ADS_1
" Bagaimana ini ya Tuhan, Aku benar-benar dilema," Ucap Boby dalam hati sambil menitikkan air mata. Ketika Ayahnya memanggil Boby untuk makan malam bersama, Boby langsung menyapu air matanya dan segera mencuci mukanya agar tidak terlihat oleh Ayahnya. Setelah itu, Boby langsung menuju meja makan dan menyantap makan malam bersama Ayahnya.
" Ayo Nak kita makan,"
" Iya Ayah,"
Setelah makan Ayahnya menyuruh Boby untuk membuat kopi untuk mereka berdua.
" Bob, setelah bikin kopi kita berbincang-bincang ya sambil nonton bola,"
" Iya siap Ayah,"
"Bob, tadi Pak Toni minta kamu kerumahnya, ada apa?
"Oh itu, Pak Toni mau bikin surprise party untuk Lani dan meminta bantuan Aku Yah,"
" Oh,semoga dilancarkan ya acaranya,"
" Aamiin,"
Ingin rasanya Boby bercerita tentang Vita, namun begitu sulitnya mengawali perbincangan tentang hal tersebut.
" Yah, Aku tak kuasa lagi menyembunyikan perihal Vita pada Ayah," Gumam Boby dalam hati .
" Ayah sangat senang sekali Bob, kamu mau menerima perjodohan ini, sebenarnya Ayah sempat takut jika kamu menolaknya. Ayah tak mau kehilangan kamu Nak, Ayah tahu betul jika Ayah memaksakan kehendak. Mungkin kamu sedang dekat dengan seseorang, sehingga mau tidak mau atau suka tidak suka kamu harus mulai berjauhan dengannya," Ucap Ayahnya pada Boby.
" Yah,"
__ADS_1
karena Ayahnya mengawali perbicangan mengenai wanita lain yang disukai Boby, akhirnya Bobi pun mengatakan sesuatu pada Ayahnya.