Ku Tunggu

Ku Tunggu
Vita Masih Sangat Mencintai Bobi


__ADS_3

Vita pun berangkat ke kampus pagi ini dengan diantar ojeg online, ia memesan dari sepuluh menit yang lalu, dan ternyata sudah sampai saat ini. Setelah pamit pada Ibu dan Kakak tercintanya Vita pun bergegas menuju ke kampus. Setelah tiba di kampus, ia melihat Bobi sudah berada di dalam Kampus. Vita berharap agar Bobi tak melihat dirinya. Namun, ternyata Bobi menghampirinya.


"Assalamu'alaikum Vit," sapa Bobi.


"Wa'alaikumussalam Kak. Maaf ya Kak, Vita mau langsung masuk ke ruangan," jawab Vit sambil berusaha menghindar dari Bobi dengan bergegas izin masuk ke ruangan.


"Baiklah, nanti pulangnya Aku antar ya," sahut Bobi.


"Terima kasih Kak, tapi Aku mau ke rumah Sarah dulu ada perlu, permisi Kak," Vita izin pamit masuk ke ruangan.


Bobi membiarkan Vita berlalu, sekarang sudah makin terasa jarak antara dirinya dengan Vita. Bobi hanya bisa pasrah. Namun ia masih bersyukur walau jarak makin terasa diantara mereka, ia masih bisa melihat Vita.


Vita yang sudah ada di ruangan langsung duduk, ia terlihat lemas. Vita masih belum bisa move on dari Bobi. ia tak bisa menyangkal cinta yang teramat dalam untuk Bobi masih sama meski kenyataan pahit telah ia ketahui. Begitu banyak kenangan yang terukir, hanya waktu yang bisa menjawab apakah ia bisa move on lebih cepat atau tidak. Nadia, sahabatnya yang satu ruangan dengannya tengah memperhatikan Vita yang terlihat lesu.


"Assalamu'alaikum Vit, kamu baik-baik saja?" tanya Nadia yang terlihat begitu khawatir.


"Wa'alaikumussalam Nad, Aku baik-baik saja Kok. Hanya sedikit ada yang Aku fikirkan," jawab Nadia.


"Alhamdulillah kalau kamu baik-baik saja, semangat ya Vit. Semoga kamu sehat selalu," ucap Nadia.


"aamiin. Terima kasih ya Nad. kamu juga ya," sambung Vita.


"Aamiin,".


Tidak lama kemudian, kelas pun di mulai. Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 12.00 wib. Vita dan teman-temannya pun sudah selesai belajar pada hari itu. Ternyata Bobi sudah menunggu Vita di luar.


"Vit, Aku duluan ya," ucap Nadia.


"Iya Nad, hati-hati," sahut Nadia.


Tiba-tiba Bobi menghampiri Vita dan menawarkan bantuannya untuk mengantar Vita ke rumah Sarah.


"Vit, mari Aku antar ke rumah Sarah," ajak Bobi.

__ADS_1


"Maaf Kak, Aku tidak mungkin bareng sama Kakak.Sarah pasti marah besar sama Aku," ucap Vita.


"Oke baiklah, kalau begitu. Tapi sebelum ke rumah Sarah Aku mau ajak kamu makan bakso. Sudah lama kan tidak makan bakso bareng," ucap Bobi.


"Tapi Kak...," ucap Vita.


"Ada yang ingin Aku bicarakan ," sahut Bobi.


"Ya, baiklah kalau begitu,".


Vita pun dibonceng oleh Bobi ke tempat langganan mereka makan bakso. Vita menitikkan air mata. Sejak ia tahu Lani adalah wanita yang dijodohkan dengan pujaan hatinya. Ia baru naik motor Bobi lagi. Tapi rasanya sudah berbeda, biasanya ia amat senang saat naik motor dibonceng oleh Bobi. Sekarang ia mulai merasa canggung. Akhirnya mereka pun sampai di tempat langganan mereka.


Ternyata Sarah dan kekasihnya hari ini pun ke tempat makan bakso yang hendak dikunjungi oleh Bobi dan Vita. Vita dan Bobi yang datang terlebih dahulu, tidak menyadari keberadaan Sarah dan kekasihnya. Bobi dan Vita yang tengah duduk pun ternyata tak menyangka kedatangan Sarah dan kekasihnya tersebut.


Sarah yang baru saja datang dan masuk ke tempat tersebut, begitu terperangah melihat Vita dan Bobi tengah duduk di salah satu tempat duduk yang disediakan oleh pedagang bakso tersebut. Seketika Vita dan Bobi pun menoleh ke arah Sarah dan kekasihnya. Mereka berdua pun terkejut.


"Sayang, kita pindah ke tempat lain saja ya makan baksonya," ucap Sarah pada Kekasihnya.


"kenapa harus pindah? kita baru sampai kan?" tanya kekasih Sarah.


"Oke, oke sayang,".


Sarah yang bergegas berlalu menuju ke luar, ternyata langsung dikejar oleh Vita.


"Sarah, tunggu. Dengarkan penjelasan Aku dulu," ucap Vita.


"Aku lagi malas bahas Vit, percuma juga Aku kasih tahu. Sekarang terserah kalian saja ya. Mulai sekarang Aku tidak akan ikut campur urusan pribadi kalian," tegas Sarah pada Vita.


"Sarah yang terjadi tidak seperti apa yang kamu bayangkan. Percayalah padaku Sarah," pinta Vita pada Sarah.


",Aku permisi, ditunggu pacar Aku, assalamu'alaikum," ucap Sarah


"Wa'alaikumussalam,".

__ADS_1


Percuma Vita mengejar Sarah. Mau menjelaskan tapi tak dihiraukan oleh Sarah. Bobi pun akhirnya menghampiri Vita dan mencoba untuk menenangkannya.


"Vit, maafkan Aku ya. Semua ini gara-gara Aku,"


"Jangan salahkan dirimu sendiri, kamu gak salah Vit, Aku yang salah sudah mengajak kamu ke tempat ini," ucap Bobi.


"Ya sudah Kak, Aku pamit pulang saja ya." ucap Vita


"Aku antar kamu pulang ya," pinta Bobi.


"Tidak usah Kak, Aku takut Lani lihat kita," sahut Vita yang tak ingin Lani mengetahui bahwa mereka pernah menjalin hubungan.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya,".


"Iya, terima kasih ya Kak," ucap Vita dengan nada lirih.


Vita menunggu angkutan umum, sedangkan Bobi kembali ke tempat makan bakso. Vita sungguh merasa bersalah melihat sikap Sarah. Ia ingin sekali menemui Sarah. Namun jika Sarah masih emosi, Vita takut Sarah tetap tidak mau mendengarkan penjelasan dari dirinya.


Sarah dan kekasihnya ternyata sudah sampai di Cafe, Sarah masih begitu amat kesal dengan sikap Vita yang tak mau mendengarkan saran dari dirinya. Terlebih pada Bobi yang dianggapnya kini sebagai Pria yang plin-plan. Kedua sahabat Sarah lah yang jadi korban atas sikap Bobi tersebut.


"Sayang, sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kamu coba relaks dulu ya. Nanti kesannya malah jadi terlalu ikut campur urusan mereka," ucap kekasih Sarah dengan nada yang lembut.


"Iya sayang, terima kasih ya atas supportnya. Aku cuma tidak ingin Lani kecewa pada Vita untuk kali kedua. Aku sayang banget pada mereka berdua," sahut Sarah sambil menitikkan air mata.


" kamu memang sahabat yang sangat baik dan perhatian. Sekarang Aku mau pesan dulu kopi ya. Kamu mau pesan apa?" ucap Kekasih Sarah.


"Iya sayang, Aku pesan teh manis saja ya,"


pinta Sarah.


"kamu kan udah sangat manis," goda kekasih Sarah tersebut.


"Kamu bisa saja," sambung Sarah sambil tersenyum.

__ADS_1


Sarah amat sangat beruntung karena memiliki kekasih Nyang begitu amat perhatian pada dirinya. Ia juga ingin kedua sahabatnya bisa bahagia seperti dirinya. Kali ini Sarah begitu kecewa pada Vita, entah mengapa Vita tega melukai Lani.


Setelah memesan secangkir kopi dan teh manis, kekasih Sarah pun kembali menghibur Sarah. Sarah memang amat menyayangi kedua sahabatnya tersebut.


__ADS_2