
selang tiga menit kemudian, Vita mendapatkan panggilan telepon. Ternyata panggilan tersebut dari Sarah.
[Assalamu'alaikum. Ada apa Sar?]
[Wa'alaikumussalam Lani. Kamu lagi di mana?]
[Oh Aku lagi di jalan, menuju ke Panti. Kamu jadi kan ke sana?]
[Iya Aku baru mau jalan nunggu jemputan dulu
[Di jemput cowok kamu?]
[Iyalah Vit, siapa lagi?
[Iya tahu,gak usah ditanya juga padahal mah ya]
[Iya, Vit suara motornya udah kedengaran udah dulu ya. Assalamu'alaikum]
[Wa'alaikumussalam]
Sarah pun menutup panggilan telepon dirinya untuk Vita. Ia begitu senang sekali dijemput oleh sang kekasih hati.
"Gimana Vit Sarah jadi nyusul juga ke Panti?" tanya Anton.
"Iya lagi dijemput sama pacarnya," jawab Vita dengan nada sedikit ketus.
"Kamu kenapa kok jadi kesal begitu sih?" tanya Anton.
"Kayaknya tidak usah dibahas ya," jawab Vita dengan nada ketus.
"Oke, oke Vit. sekarang kamu itu sensitif banget ya," sahut Bobi.
Vita hanya terdiam, ia mulai lelah dengan semua sandiwara ini. Namun mau tidak mau ia harus menjalaninya. Anton yang sedang menatap Vita berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Vita ke suatu tempat sebelum ke Panti.
"Vit, kita ke Mall dulu yuk sebentar, kita ngopi dulu di sana," ajak Anton.
"Oke baiklah kalau begitu," sahut Vita sambil tersenyum.
Ketika tiba tepat di depan pusat perbelanjaan, Anton pun mengajak Vita untuk turun dari mobilnya.
"Alhamdulillah sudah sampai," ucap Anton.
"Iya Alhamdulillah," sambung Vita.
__ADS_1
Anton merasa senang melihat Vita kembali ceria. Namun di sini mereka tak dapat berlama -lama. Kakaknya Vika sudah menunggu di Panti, dan juga sangat membutuhkan bantuan Vita. Anton pun mengirimkan pesan singkat pada Vika untuk meminta izin datang agak sedikit terlambat karena ingin menghibur Vita yang sedang sedih. Vika pun mengizinkan dan mengucapkan terima kasih kepada Anton.
Setelah berada di dalam Mall, Vita dan Bobi tiba di sebuah Cafe dan langsung memesan minuman. Setelah mereka memilih salah satu tempat duduk dan langsung memakai kursi tersebut.
"Vit, ada yang ingin Aku sampaikan sama kamu," ucap Anton.
"Iya kenapa Anton?"tanya Vita.
"Aku mau ajak Kamu kerja sama bareng Aku. Rencananya Aku mau buka. sebuah Restoran di sana dan bagaimana kalau kamu yang handle semua urusan di Restoran tersebut. Bagaimana Vita kamu bersedia tidak?" tanya Anton.
"Untuk saat ini, Aku belum bisa memutuskan. Meski Aku mau, Aku tetap harus dapat restu dari Ibuku Anton," jawab Vita.
"Oke Aku setuju," sahut Anton.
"Terima kasih ya," sambung Vita.
"Iya sama-sama,".
Setelah kopi diantarkan, mereka pun menikmati kopi tersebut. Vita yang tak enak pada Kakaknya karena takut menunggu lama, akhirnya meminta pada Anton untuk segera menuju ke Panti.
"Anton, kita ke Panti sekarang yuk, Kak Vika pasti nunggu Aku," pinta Vita pada Anton.
"Tapi kamu yakin sudah siap dengan suasana di sana nanti, satu ruangan bersama orang yang kamu cintai bersama sahabatmu?" tanya Anton ingin memastikan jika Vita baik-baik saja.
"Oke baiklah, Aku salut sama kamu Vit," sahut Anton.
"Ya di dalam hidup ini kita harus mengambil pelajaran dari setiap.peristiwa yang terjadi," ucap Vita sambil meneteskan air mata.
"Ya kamu benar Vit. Andai dulu Aku kasih kabar pada kamu Vit mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi," sesal Anton membuat Vita terlihat makin sedih.
"Sudahlah Anton, yang lalu biarkanlah berlalu. Ini semua soal waktu. Aku yakin bisa move on dari Kak Bobi. Oh iya kita jalan saja yuk sekarang," ajak Vita.
"Iya kamu benar Vit, oke kita berangkat sekarang ya," ucap Anton.
"Oke terima kasih ya," sambung Vita.
"Sama-sama,".
Bobi dan Lani baru saja sampai di depan gerbang Panti Asuhan, ternyata Sarah dan juga kekasihnya sudah tiba terlebih dahulu. Sarah pun menyambut Bobi dan Lani.
"Assalamu'alaikum, Sarah terima kasih banyak ya sudah mau datang," ucap Lani pada sahabatnya itu.
"Wa'alaikumussalam, iya sama-sama Lan," jawab Sarah.
__ADS_1
"Vita belum sampai ya kayaknya," Lani mengira.
" Lagi di jalan kayaknya say, kita masuk yuk sambil nunggu Vita masuk dulu yuk," ajak Sarah.
"Sebentar, kita tunggu Vita saja ya gimana?"tanya Lani.
"Oke baiklah kalau begitu," jawab Sarah.
Tidak lama kemudian, mobil Anton pun melaju ke arah Panti Asuhan. Setelah Anton memarkirkan mobilnya, Vita dan juga Anton keluar dari mobil. Saat melirik ke arah Lani, Vita nampak terkejut pada saat melihat Bobi.Vita harus bersandiwara saat itu juga, ia pun harus pandai menutupi luka hati yang tengah ia rasakan.
"Assalamu'alaikum semuanya," dengan mengulas senyum manis Vita mengucap salam pada kedua sahabatnya dan pasangan mereka masing-masing.
"Wa'alaikumussalam," jawab semuanya.
"Belok ke mana dulu nih, kalian makin mesra saja ya, iya kan Lan?" celoteh Sarah.
"Iya nih, Aku senang melihatnya," sahut Lani sambil tersenyum.
"Iya Aku tadi belok ke Mall ngopi dulu hehe," jawab Vita.
"Oke yuk kalau begitu kita masuk sekarang," ajak Bobi.
"Oke baiklah," ucap Lani dan semuanya.
"Iya kalian duluan saja, ponselku ketinggalan di mobil nih," ucap Vita.
Mereka semua pun terlebih dahulu berjalan menuju ke dalam ruangan. Sedangkan Vita dan Anton menuju ke mobil untuk mengambil ponsel Vita.
Pada saat Sarah berjalan beriringan bersama Lani dan kekasih mereka masing-masing, tiba-tiba kekasih Sarah izin untuk kembali ke luar, ia beralasan jika dompetnya terjatuh. padahal itu hanya alasan semata karena ia ingin bertemu dengan Vita.
Setelah Vita mengambil ponselnya dan berjalan menuju ke arah Panti, ia dikejutkan oleh kedatangan Ferdy, kekasih Sarah.
"Vita, Anton, apa kabar kalian?" tanya Ferdy.
"Alhamdulillah baik," jawab Vita.
"Syukurlah kalau begitu Vit, Aku cuma mau mengingatkan pada kamu takut kamu lupa. Ingat konsekuensinya jika Kamu ceritakan pada Sarah!" ancam Ferdy yang membuat dilema Vita saat ini.
"Kamu pintar ya, tapi ingat satu hal bahwa bangkai bagaimana pun lama-lama akan tercium juga begitu juga dengan kebusukan kamu meskipun bukan dari mulut Aku Sarah mengetahuinya," celoteh Vita dengan menunjukkan wajah geram dengan sikap Ferdy.
"Sudah Vit, kamu jangan capek meladeni Dia," ujar Anton.
"Oh iya kalian kan lebih handal dari Aku, secara lebih berpengalaman. Dan Aku rasa kamu lebih parah Vit, sedangkan Aku masih pemula," ketus Ferdy menyinggung masa lalu Vita yang merebut Anton dari Lani.
__ADS_1