Ku Tunggu

Ku Tunggu
weekend bersama Vita


__ADS_3

Pagi ini, tepatnya hari Minggu Vita pun menagih janji pada Boby.


Ia pun menelpon sang pujaan hati.


" Sayang, semalam kamu bilang katanya kita mau ngebakso hari ini.


" Iya sayang, ini aku siap-siap,"


" Sayang, terima kasih ya,"


" Iya aku jemput kamu, kamu sudah harus siap ya. Aku mau ngajak kamu ke tempat favoritku di Bogor.


" Ok, siap sayangku,"


Vita pun memilih baju yang akan dikenakannya saat bersama Boby.


"Duh....bingung nih pakai baju yang mana ya." Ucap Vita dalam hati.


Setelah menemukan baju yang cocok Vita pun langsung mengenakannya.


suara motor Boby sudah terdengar. Vita amat senang. Vita pun langsung menemui Boby.


"sudah siap,niat sekali rupanya"


Vita iyalah secara kita sudah lama tidak weekend bareng,"


"Ok, mana Ibu?aku izin dulu,"


" Yuk aku antar,"


"Bu...Kak Boby mau ajak Vita jalan-jalan ya ke Bogor."ucap Vita pada Ibunya.


" iya Hati-hati ya Vit, Nak Boby,"


" Iya Bu. Kami berangkat ya. Assalamualaikum,"


" Wa'laikumussalam," jawab Ibunya Vita.


Ketika di perjalanan, entah kenapa Vita terdiam. Boby pun menanyakan hal aneh tersebut pada Vita.


"sayang., tumben kamu diam aja. Apa ada yang sedang kamu pikirkan?


"hmmm..kita ngobrol kalau sudah sampai ya,"

__ADS_1


Dalam benaknya Boby pun berpikir mungkin Vita memang sudah sangat merindukan saat itu, saat dimana Vita ingin dikenalkan pada Ayahnya.


Setelah sampai di sebuah Taman di Bogor, Boby pun singgah untuk sementara, karena ia sangat penasaran sekali.


" Koq berhenti disini Kak?"


" Iya kita istirahat dulu ya sejenak sambil berbincang-bincang,"


"Ok,"


" Ini Kakak bawa bekal nasi goreng cobain ya. Itu buatan Kakak. Resepnya dulu dari Ibu,"


" Iya Kak. Wuih mantul rasanya, mantap betul,"


" Bisa aja kamu,"


" Iya serius Kak,"


Sambil memandang Vita, dalam hati Boby merasa sangat dilema. Ia tak pernah berniat sedikitpun menyakiti hati wanitanya. Tapi pesan almarhumah Ibunya tak bisa dielakkan lagi. Apalagi sekarang persiapan pertunangan pun sudah mulai matang. Keluarga Lani sedang menyiapkan segala sesuatunya.


Dering ponsel mengagetkan Boby. Segera Boby menjawab panggilan telepon.


Ternyata yang menelpon adalah Lani.


" Wa'alaikumussalam. Kakak lagi dimana?"


" Lagi di Bogor, ada yang bisa Kakak bantu?"


" Tadinya Lani mau minta anter belanja. Tapi kalau Kakak lagi sibuk ya tidak apa-apa, lain kali saja,"


" Oh gitu, maaf ya,"


" Iya Kak, hati-hati ya,"


" Terimakasih ya,"


" Siapa Kak?" Tanya Vita.


Bobi terkejut tiba- tiba Vita bertanya tentang siapa yang menelepon dirinya.


Boby:anaknya teman Ayah.


Vita:oh....,kak Aku udah kangen banget pengen kenal dekat ayahMu.tapi sesuai janjiku aku akan sabar menunggu.

__ADS_1


Boby:iya Vit.aku juga bingung.aku juga ingin segera mengenalkanmu pada Ayah.tapi untuk saat ini aku belum bisa Vit.sekarang yuk kita lanjutkan perjalanan.


Vita:iya Kak.


dalam hati Vita bertanya-tanya siapa yang menelpon Boby,apakah seorang wanita.Apakah sebenarnya ada yang disembunyikan Boby.Vita mendadak pusing memikirkan hal tersebut.


Vita:Kak...perjalanannya masih jauh gak?


Boby:bentar lagi,kenapa Vit?


Vita:Vita pusing Kak.


Boby:ya sudah kita singgah lagi ya,ke rumah makan aja ya.nanti disana kita cari klinik.


Vita:iya Kak.mungkin Vita masuk angin.


Boby:Vit...kamu jangan banyak fikiran ya.Kakak sayang sama kamu.Kakak janji akan berusaha mewujudkan keinginanmu.


Vita:iya Kak.


sesampainya di Rumah Makan,Boby pun bertanya pada pegawai di Rumah Makan tersebut klinik yang dekat disitu.setelah tahu Boby pun membawa Vita ke Klinik.


setelah diperiksa Vita hanya pusing biasa dan Dokter pun memberi resep.setelah itu Boby dan Vita pun ke Apotik untuk membeli obat.


Boby:sebentar lagi kita akan samai di Villa.kamu istirahat disana ya.jangan lupa minum obatnya


Vita:iya Kak.terima kasih ya Kak.


Boby:iya sayang.


ketika Vita ke kamar,Boby merenung di ruang tamu,ia merasakan dilema yang mendalam.ia mulai merasa bahwa Vita mulai curiga padanya.Memang betul ada yang disembunyikan oleh Boby dari Vita.Namun sungguh Boby belum bisa menceritakan tentang apa yang terjadi padanya.entah sampai kapan semua ini harus disembunyikan.tak terasa Boby pun berlinang air mata.gadis impiannya,pujaan hatinya harus ia lukai demi untuk membahagiakan kedua orangtuanya.


sungguh Boby dalam dilema yang amat mendalam.


...dering ponsel terdengar,ada panggilan telpon dari Ayahnya...


...Ayah Boby: assalamualaikum...Nak kamu belum pulang?...


...Boby:maaf Ayah Boby mau menginap semalam boleh kan?...


...Ayah Boby: iya kalau gitu hati-hati ya Nak....


Boby :iya Ayah.

__ADS_1


__ADS_2