
Sambil mengepalkan tangannya, Vita berusaha sekuat tenaga untuk tidak membalas cacian dari Ferdy. Ia malah mengajak Anton untuk segera masuk menuju ke Panti. Ferdy yang merasa diabaikan langsung merasa resah karena ia takut Sarah akan segera mengetahui kebusukan dirinya. Saat ini Ferdy tak bisa memilih ada salah satu dari kekasihnya tersebut. Ia merasa terancam sejak Vita mengetahui rahasianya. Sarah yang terlihat gelisah menunggu Ferdy, seketika bertanya pada Vita dan Anton.
"Sarah, kamu kenapa kok gelisah?"tanya Vita yang baru saja tiba di depan pintu utama Panti.
"Kamu lihat Ferdy?" tanya Sarah.
"Oh iya tadi ada di depan, mungkin lagi menuju kemari," jawab Vita.
"Oke terima kasih ya Vit," sahut Sarah.
"Sama-sama, Aku masuk duluan ya," ucap Vita.
"Iya Vit, Kak Vika nanyain kamu tadi," sambung Sarah.
Ferdy yang baru sampai langsung menghampiri Sarah.
"Gimana sayang ketemu tidak dompetnya?"tanya Sarah.
"Alhamdulillah ketemu sayang, yuk masuk kita bantu-bantu di dalam," ajak Ferdy.
"Oke siap say,".
Ferdy masih terus merasa was-was. Sedangkan Vita merasa malas melihat Ferdy yang terus mengorek masa lalu dirinya yang kelam yaitu merebut Anton dari Lani.
Bobi yang sedang membantu Vika dan Lani, meminta izin kepada Lani untuk pergi ke toilet sebentar.
"Aku ke toilet ya Lani sebentar," ucap Bobi.
"Iya Kak silahkan,"sahut Lani sambil tersenyum.
Dengan waktu yang hampir bersamaan, Vita pun meminta izin kepada Anton untuk ke toilet. Ia ingin mencuci mukanya supaya tak terlihat sedih oleh Lani dan semuanya. Pada saat Bobi ke luar dari toilet pria, Vita pun menuju ke arah toilet dan mencari toilet wanita. Bobi yang melihat Vita terlebih dahulu langsung menghampiri Vita.
"Vit, mau ke toilet?" tanya Bobi.
"I iya Kak, permisi," jawab Vita.
"Setelah di toilet Kakak ingin bicara ya," pinta Bobi.
"Iya tapi Kak jangan di sini Aku takut Lani mendengar percakapan kita," ujar Vita.
"Oke, kalau begitu silahkan ke toilet Vit. Nanti kita atur waktunya," sahut Bobi.
"Oke,".
__ADS_1
Vita pun segera ke toilet, tidak lama kemudian Vita mendapat pesan berupa kiriman video dari Fredy di ponselnya. Ia melihat Video percakapan dirinya bersama Bobi. Ternyata Fredy merekam percakapan dirinya dengan Bobi.
[Assalamu'alaikum Vita. gimana perasaan kamu setelah melihat video itu?]
[Wa'alaikumussalam]
Vita hanya menjawab salam dari Fredy, ia tak mau lagi terpancing emosi dengan kelakuan Ferdy kepada dirinya.
[Jika kamu bocorkan pada Sarah, Aku akan kirim video ini!]
Sebuah ancaman yang menyebalkan, Vita malas menanggapinya. Ia pun bergegas untuk keluar dari toilet. Vita pun terkejut mendapati Fredy yang tengah berdiri di depan toilet.
"Hai Vit, terima kasih ya sudah buka kiriman video, gimana nih perasaan kamu sekarang?"
"Hm, maaf sepertinya kamu sudah tahu jawabannya, jadi Aku tidak usah ceritakan lagi kan sama kamu?"Vita Balik bertanya.
"Oke oke pasti kaget kan? hehe ya orang yang punya salah pasti begitu ya," ucap Ferdy.
"Cukup Fer, hentikan. Apa maksud kamu pakai mengancam Aku segala?" tanya Vita
"Kamu pasti sudah tahu jawabannya, jangan sampai kamu bocorkan rahasia Aku pada Sarah. Itu saja bisa kan?" tanya Ferdy.
"Kamu itu ya Fer, kok jadi begini kelakuan kamu kayak anak kecil tahu gak," gumam Vita.
"Oke jujur Vit, Aku tidak tahu gimana kalau Sarah tahu. Kamu pasti tahu kan Dia orangnya seperti apa jadi Aku terpaksa melakukan ini pada kamu," ucap Ferdy.
"Saking Aku takutnya Vit, Sarah meninggalkan Aku," ujar Ferdy.
"Kita bicarakan lagi nanti, Aku takut yang lain malah curiga kita ada apa-apa," ucap Vita.
"Iya Vit kamu benar," sahut Ferdy.
"Ya sudah kita ke sana,".
"Oke,"
Vita menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Ferdy. Vita benar-benar dilema, ia takut Sarah marah jika suatu saat Sarah merasa dikhianati oleh Vita tentang apa yan ia ketahui mengenai kekasih Sarah. Namun Vita malah bungkam diam seribu bahasa.
"Vita, dari toilet kok lama banget sih," ucap Vika.
"Sedikit mulas Kak, maaf ya," jawab Vita.
"Dimaafkan Vit," sambung Lani.
__ADS_1
"Hehe terima kasih ya Lan," ucap Vita.
"Sama-sama," sambung Lani.
"Oke yuk kita lanjutkan pekerjaan kita," ucap Vika pada pegawai-pegawai nya.
Lani begitu sumringah melihat kekompakan sahabat-sahabatnya. Ia bersyukur bisa sering berkumpul dengan sahabatnya.
Dua jam kemudian, persiapan untuk acara di Panti besok pun sudah selesai. Semuanya sudah tertata rapi.
Lani begitu puas dengan hasilnya ia pun kerap kali mengabadikan momen tersebut.
"Terima kasih ya teman-teman semuanya, saya sangat bersyukur Kalian begitu kompak," ucap Lani.
"Sama-sama Lan, Kak Vika dan team juga senang banget karena bisa ikut berpartisipasi di acara penting kamu ini," sambung Vika.
"Iya Lan, semoga dilancarkan acaranya besok dan juga hari H nanti," sahut Vita.
"Iya terima kasih banyak semuanya," ucap Lani.
Lani mengantarkan Vita dan Kakaknya serta Sarah, Ferdy dan Anton ke gerbang. Tak lupa Bobi pun mengucapkan terima kasih karena mereka semua sudah membantu Lani dan juga dirinya.
Setelah semuanya berlalu, Lani dan Bobi pun pamit kepada pihak Panti. Setelah pamit, Bobi mengajak Lani main ke Cafe tempat ia bekerja
"Alhamdulillah, Kita ngopi dulu yuk di Cafe," ajak Bobi.
"Iya Kak boleh juga," sahut Lani.
Mereka pun langsung menuju ke arah mobil di mana Bobi memarkirkan mobilnya. Setelah itu Bobi langsung menyalakan mesin mobilnya dan mengemudikan mobil tersebut. Tidak lama kemudian, karena perjalanan lancar Bobi dan Lani pun berada tepat di depan Cafe. Setelah memarkirkan mobil, Bobi mengajak Lani ke luar dan masuk ke dalam Cafe. Lani yang langsung memilih tempat duduk langsung duduk dan sejenak merenung. Sedangkan Bobi langsung memesan minuman.
Rupanya Lani terus merasa janggal dengan sikap Bobi yang kadang seperti menyimpan rahasia. Namun Lani berharap itu hanya perasaannya saja. Tidak lama kemudian, Bobi pun menghampiri Lani.
"Kamu kenapa? apa yang sedang kamu fikirkan?" tanya Bobi.
"Oh ini Kak, tadi Aku lagi mikir besok untuk acara syukuran di Panti," jawab Lani.
"Kita ke sini kan mau refreshing, kenapa masih mikirin hal-hal seperti itu," sahut Bobi.
"Iya Kak, Kak Bobi benar juga ya,".
Pelayan yang mengantarkan kopi segera menaruh di meja yang berada di depan Lani dan Anton.
"Ini Mba, Mas kopinya," ucap sang pelayan toko.
__ADS_1
"Oh iya terima kasih Kak," ucap Lani kepada sang pelayan cafe.
.