Ku Tunggu

Ku Tunggu
Vita curhat pada Lani


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Lani,Boby bergegas kerumahnya. Boby berpikir bahwa Vita pasti sudah mulai curiga dan mungkin dia cerita ada Lani. Tapi biarkan saja semoga Vita tidak menunjukkan Fotonya pada Lani. Jika hal itu terjadi kemungkinan Lani mundur dan impian mendiang Ibunya akan sirna. Meski itu mungkin membuat Vita bahagia. Tapi Ayahnya pasti kecewa. Setelah sampai dirumahnya Boby segera mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi Vita.


[ Sayang kamu lagi apa?]


Vita pun langsung menjawab pesan dari Boby.


[ Aku lagi siap-siap ke Mall,ketemu sahabat Aku.ngajak kamu hari ini pasti tidak bisa kan?]


[ Iya maaf ya Sayang]


[ Ok]


Sebetulnya Vita masih sangat kesal pada Boby. Tapi ia mencoba menepisnya. Ia ingin sekali curhat pada Lani. Mungkin sedikit bisa menghilangkan rasa kekesalannya pada Boby.bVita langsung berangkat ke Mall. Sementara Lani di rumahnya pun sedang bersiap-siap menuju Mall. Vita datang terlebih dahulu dan langsung menuju ke sebuah tempat makan. Tidak lama kemudian Vita memesan kopi favoritnya. Sepuluh menit kemudian Lani datang.


" Assalamualaikum...Vit maaf lama nunggu,"


" Tidak koq Lan, Aku jga baru sampai, giman kegiatan kamu tadi di Panti?"


" Alhamdulillah berjalan lancar,"


" Syukurlah Lan, kapan-kapan Aku mau ikut ya kalau tugas kuliahku lagi tidak sibuk,"


" Boleh koq, Aku senang kamu mau ikut Vit,"

__ADS_1


" Iya Lan,"


" Kok wajah kamu sedikit murung begitu ada apa?"


" Bentar Lan, Aku pesankan dulu minum buat kamu, kamu mau minum apa?


" Apa saja,samakan saja, kopi capuccino saja,"


" Ok. Mas, pesan seperti tadi ya satu lagi,"


Tidak lama kemudian pelayan datang membawakan minuman untuk Lani.


" Terima kasih ya," Ucap Lani pada pelayan tersebut.


" Iya ada apa?"


" Aku lagi bingung, akhir-akhir ini pacarku itu seperti menyembunyikan sesuatu dari Aku Lan,"


" Kamu belum menanyakan pada dia?"


" Belum Lan, akhir-akhir ini dia sering mengantarkan dan menemani Ayahnya ke suatu tempat. Dia bilang ke rumah teman Ayahnya. Hingga kadang malam Minggu kami tidak bertemu. Wajar kan Lan kalau Aku curiga,"


" I iya Vit,"

__ADS_1


" Coba kamu tanya baik-baik, mungkin dia akan cerita,"


" Iya Aku memang belum menanyakan apa-apa sama dia. Mungkin aku cari waktu yang tepat untuk menanyakan padanya. Sekarang Aku sudah agak lega cerita ke kamu Lan,"


" Iya Vit, cerita aja siapa tahu aku bisa bantu,"


" Aku juga ingin curhat sama Sarah,tapi katanya hari ini ada saudaranya yang datang dari Bandung,"


" Iya tadi dia juga ke panti, aku ketemu waktu mau dikenalin sam. calon tunangan Aku dia keburu pulang di telepon Mamanya,"


Setelah curhat dan berbincang-bincang tak terasa sudah dua jam mereka berada di Mall.


" Vit, tidak terasa ya sudah mau Maghrib, Aku pamit pulang dulu ya,"


" Oh iya Lan, sungguh waktu begitu tak terasa ya. Oh iya terimakasih banyak ya Lan sudah menyempatkan waktu dengar curhatanku,"


" Iya sama-sama Aku senang banget bisa ketemuan, mudah-mudahan next time Sarah juga bisa ikut ya kalau kita ketemuan lagi,"


" Iya aamiin,"


Lani pun bergegas pulang ke rumahnya, sementara Vita masih belum beranjak dari kursi yang didudukinya. Ia masih ingin menikmati kopi yang belum habis tertunda karena obrolannya begitu seru dan menyenangkan bersama Lani sehingga ia lupa menghabiskan kopinya.


Dering ponsel terdengar di tas mini yang dibawa Vita dan Vita pun segera mengambil ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2