Ku Tunggu

Ku Tunggu
Pertemuan Bobi dan Anton


__ADS_3

" Baiklah," Sahut Anton.


Anton dan Bobi pun mencari tempat untuk mereka berbincang-bincang.


" Saya mau tanya ada hubungan apa Anda dengan kekasih Saya?"


" Saya adalah mantan kekasihnya semasa SMA,"


"Pantas saja mereka terlihat dekat dan tidak canggung," Gumam Bobi dalam hati.


" Saya minta Anda tolong jauhi Vita, karena saya tidak suka anda dekat dengannya,"


" Tunggu sebentar, siapa yang sebenarnya sedang menjauh dari Vita? bukankah Anda lebih memilih menerima perjodohan itu. Jadi jangan salahkan Saya atau Vita jika kami dekat kembali,"


Bobi terdiam sejenak, Iya merasa sangat tertampar dengan ucapan Anton. Lambat laun Vita dan dirinya memang harus berpisah. Dan ia memang sebetulnya sudah tidak pantas melarang siapapun berdekatan dengan Vita termasuk Anton mantan kekasih Vita. Tapi tetap saja ia tidak rela jika siapapun terlihat dekat dengan Vita.


" Tapi bagaimana pun Vita saat ini masih menjadi kekasih saya,"


" Kekasih macam apa yang Anda lukai perasaannya, saya rasa sudah cukup pembicaraan kita kali ini. Saya masih ada urusan lain yang lebih penting dari ini, permisi"


Bobi kembali terdiam, bagaimana pun yang diucapkan Anton itu benar. Ia merasa sangat terpojok dengan ucapan Anton sekaligus tengah menyadarkannya bahwa memang Vita telah ia lukai.


Namun ia sungguh belum sanggup jika harus berjauhan dengan Vita saat ini. Justru kedekatannya saat ini yang mampu menghiburnya dari perjodohan yang sama sekali tak ia kehendaki. Bagaimanapun baiknya Lani saat ini tetap saja belum mampu meluluhkan hatinya.


Anton sedikit kesal pada Bobi, namun ia harus menahan emosinya. Baginya saat ini yang terpenting bagaimana caranya agar bisa menghibur hati Vita yang tengah terluka karena perjodohan itu. Sebentar lagi acara reuni pun di selenggarakan. Itu artinya waktunya Vita mengetahui yang sebenarnya semakin dekat bahwa Lani adalah gadis yang dijodohkan oleh orang tua Bobi untuk menjadi pendamping hidup Bobi di kemudian hari. Anton mengingatkan kepada Sarah tentang rencana mereka.


[Sarah jangan lupa besok tentang rencana kita ya]


[ Iya siap, Aku mau hubungi Bobi dulu by ya]


[ Ok Sarah]


Sarah pun segera menelepon Bobi.


[Assalamualaikum Bob, besok di acara reuni Lani bilang mau ditemani kamu ya?]


[ Wa'alaikumussalam. Iya Sarah, Aku pasti datang jika tidak ada halangan]


[ Ok terima kasih ya Bob]


[ Sama- sama. Sarah Aku mau menanyakan sesuatu kepadamu]


[ Ok kenapa Bob?]


[ Begini, apa benar Anton adalah mantan kekasih Vita?]


[ Iya kamu benar sekali Bobi, kenapa


cemburu ya haha]


[ Iya kalau itu sudah pasti]


[Ya, Anton hadir kembali disaat Vita bersedih. Aku rasa tidak ada yang salah, kamu keberatan?]


[ Iya Vit walau bagaimanapun Vita masih menjadi kekasihku]


[ Iya Aku faham hal itu ya Bob, hanya saja Vita saat ini tengah terluka dan Aku rasa ia harus ada yang menyemangati. Lani juga sudah bilang kalau bakalan datang bareng kamu]


[ Vita bareng siapa Sarah?]


[ Aku kurang tahu Bob, lihat saja nanti ya]

__ADS_1


[ Ok terima kasih ya Sarah]


[ Bentar Bob, ada sedikit yang ingin Aku bahas. Aku rasa nanti ketika reuni, kemungkinan Vita sudah tahu jika kamu dan Lani akan bertunangan]


[ Ya Sarah Aku faham]


[ Semoga kalian bisa kuat ya menghadapinya, Aku ingin yang terbaik untuk kalian semua]


[ Terima kasih Sarah]


[ Ok, hanya itu saja Bob, Aku mau lanjut siapkan untuk reuni ya]


[ Ok Sarah]


Bobi harus menyiapkan mentalnya ketika Vita tahu yang sesungguhnya. Disaat malam tiba, Bobi pun keluar rumah rasanya ingin sekali ia berbincang-bincang bersama Vita. Bobi berencana pergi ke rumah Vita. Sedangkan Vita yang saat ini tengah berada di kamarnya, memutuskan untuk keluar mencari angin sambil membeli kopi. Saat Vita sedang berjalan menyusuri jalan yang hendak ke arah warung, tiba-tiba motor Bobi berhenti dan menghampiri Vita.


" Sayang, sedang apa kamu sendirian disini?


" Aku mau ke warung beli kopi, Kakak mau kemana?"


" Kakak mau ke rumah Kamu Vit,"


" Oh ya sudah Aku beli kopi dulu ya, Kakak tunggu disini sebentar ya,"


" Ok, hati- hati ya,"


" Iya Kak,"


" Vit, tunggu gimana kalau kita ngopi di warung sambil berbincang-bincang,"


" Ok baiklah Kak, Aku chat Kak Vika dulu ya biar dia bilang Mama kalau Aku lagi sama Kakak,"


" Ok,"


" Udaranya mulai terasa dingin ya Kak,"


" Ini pake jaket Kakak,"


" Tapi nanti Kakak kedinginan,"


" Tidak, dari pada kamu yang masuk angin


Kakak nanti kepikiran, ayo nurut lah Vit,"


Pinta Bobi pada Vita yang tersenyum bahagia saat melihat kekasihnya begitu perhatian terhadapnya .


" Ok baiklah, pria tampan yang sedikit keras kepala,"


" Eh maksudnya?"


" Maksudnya Aku sangat mencintaimu,"


" Kamu ya bisa saja,"


" Iya dong Kak, wuih mantap kopinya sudah ready nih Kak,"


"Pemilik warung pun menghampiri sambil membawakan dua gelas kopi untuk dua sejoli yang dimabuk cinta namun sesungguhnya si lubuk hati mereka tersimpan luka yang berusaha mereka tepis diakibatkan oleh perjodohan itu.


" Kopi ini mantap lho Kak rasanya, Aku dan Kak Vika hampir tiap malam minum kopi ini,"


" Iya Kamu betul Vit, aromanya juga menggugah selera ingin minum lagi dan lagi,"

__ADS_1


" Iya betul sekali sayang,"


" Vit aku punya tebak- tebakan buat kamu,"


" Oh ya, apa?"


" Apa?"


" Eh Kakak ini lucu malah balik tanya deh,"


" Jawab ya,"


" Iya lah sayang,"


Senyum Vita itu lho yang membuat Bobi malah semakin jatuh hati. Bobi jadi malah memandang Vita penuh cinta.


" Kak, Kak Bobi, kenapa?"


" Senyummu itu Vit,"


" Kenapa?"


" Mau tahu jawabannya?"


" Lah iya sayang, ayo jawab,"


" Jawab dulu pertanyaan Kakak ya tebak- tebakan tadi,"


" Ok,"


" Apa persamaan kamu dengan Kopi ini?"


" Sama- sama manis,"


" Salah, tapi iya juga sih. Tapi bukan itu jawabannya,"


"Terus apa?"


" Jawab lagi lah sayang ayo coba,"


" haha, lucu deh Kakak malam ini, pake tebak-tebakan segala,"


" Iya gimana ada rewardnya nih,"


" wow jadi ada rewardnya begini, apa dong bingung udah aku menyerah deh,"


" Sama-sama bikin candu,"


" Ih, gombal,"


" Serius sayang, kenapa kamu jadi bad mood gitu, harusnya senang dong,"


" Kalau Aku bikin candu, Kakak pasti berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan cinta kita, Aku lelah Kak dengan hubungan yang tidak jelas ini,"


" Vit, Kakak juga tidak ingin seperti ini tapi mau bagaimana lagi,"


" Iya maaf Kak, Aku mungkin sedikit bawa perasaan saja. Tapi jujur Aku bingung dengan hubungan kita ini.


" Kakak tahu kamu tersiksa, Kakak juga sama Vit,"


" Terus Sampai kapan kita akan begini terus?"

__ADS_1


__ADS_2