Ku Tunggu

Ku Tunggu
Vita merasa dilema


__ADS_3

"Oh iya Vita masih di toilet mungkin ya?" tanya Lani.


"Iya Lan, biasa dia kalau ke toilet biasanya malah sambil dandan diluar toiletnya," Sambung Vika.


"Iya Kak, kebiasaan Vita waktu sekolah juga begitu. Tapi dia pintar dandan jadinya ya Kak," sahut Lani sambil mengenang semasa SMA dulu.


Selang beberapa menit kemudian, Vita pun menghampiri keduanya.


"Ayo apa gerangan yang tengah kalian bicarakan nih?" tanya Vita.


"ups, ada deh," jawab Lani.


"Oh gitu, mulai main rahasia-rahasia ternyata ya Kakakku ini," sahut Vita.


"haha, biasa Vit. Tentang wanita," ucap Vika.


"Oh begitu," sambung Vita.


"Kalau begitu Kakak pamit sekarang ya Lan," ucap Vika.


"Oh iya terima kasih Kak Vika, Vit, kamu juga Sarah terima kasih ya," ucap Lani.


"Mau diantar sekalian Kak pulangnya,".


"Oh tidak usah Kak Bobi, kami sudah pesan taxy online kok," jawab Vita


"Oke kalau begitu, hati-hati ya," sambung Bobi.


Mereka semua pun bersamaan keluar Cafe, namun Bobi nampaknya pamit dulu pada pengelola Cafe. Ketika mereka sudah berada di luar, Bobi pun menghampiri. Vita saat ini tak bisa jika berlama-lama di dekat Bobi pada saat Lani bersamanya. untung saja tidak lama kemudian, supir taxi online pun segera memarkirkan tadinya ke tempat parkir khusus untuk pengunjung Cafe.


"Alhamdulillah tadinya sudah datang, kami pamit ya Lani, Sarah, Bobi," ucap Vika.


"Iya kami pamit ya," sambung Vita.


"Hati-hati ya Vita dan Kak Vika," ucap Lani mewakili Sarah dan juga Bobi.


Sementara itu, Sarah beberapa kali menghubungi kekasihnya namun nomor WhatsApp ya ternyata tidak aktif.


"Sarah, ikut kami aja ya. Saya a? sayantar pulang, " ucap Bobi pada Sarah.


"Iya Sarah, kami antar pulang ya," ajak Lani pada Sarah.


..."Terima kasih ya kalian berdua sudah \=-O>.<\=-O\=-O:'( mengantar, cuma Aku nunggu pacarku jemput saja ya," jawab Sarah....


..."Yakin gak mau bareng? masalahnya Aku khawatir meninggalkan kamu sendirian Sarah". tegas Lani....

__ADS_1


"Iya Lan, sebentar ya Aku coba hubungi lagi," sahut Sarah.


Selang sepuluh menit kemudian, Sarah pun akhirnya memilih untuk menerima ajakan Lani dan Bobi karena tak ada balasan pesan dari Kekasihnya. Tak lama mereka pun masuk ke dalam mobil Bobi.


Sarah terus terdiam, ia merasa aneh dengan sikap kekasihnya sepekan terakhir ini, hingga terbersit di dalam benaknya jika kekasihnya menyembunyikan sesuatu. Namun Sarah tak mau berprasangka buruk, ia pun berusaha menenangkan hati dan pikirannya.


Lani yang menoleh kearah Sarah, seakan merasakan kegalauan yang di dera sahabatnya itu. Hingga Lani pun berniat untuk menanyakannya pada Sarah. Namun Lani merasa jika Sarah sepertinya sedang tak ingin diganggu. Karena itulah Lani mengurungkan niatnya tersebut.


"Lan, kayaknya Aku turun dipertigaan saja ya, rumahku kan lebih jauh dengan rumahmu," ucap Sarah.


"Aku sama Kak Bobi antar kamu dulu Sarah,. gimana Kak? tidak keberatan kan?" tanya Lani pada Bobi.


"Iya tentu saja tidak keberatan, tenang Sarah kami antar kamu sampai ke depan rumah ya," s


jawab Bobi.


"Oke kalau begitu terima kasih banyak ya," sahut Sarah.


Sekitar lima belas menit kemudian, Sarah pun turun dari mobil Bobi tepat di depan rumahnya. Dering ponsel terdengar begitu kencang. Ternyata itu panggilan dari kekasihnya.


[Assalamu'alaikum sayang, maaf tadi Aku ketiduran jadi baru sempat mengabari]


[Wa'alaikumussalam, iya tidak apa-apa. Aku baru Sampai. Sudah dulu ya Aku mau istirahat]


[Ya sudah sayang, selamat istirahat ya]


"Lani, Bobi terima kasih banyak ya. Oh iya mampir dulu yuk," ucap Sarah.


"Sama-sama, terima kasih Sarah. Tapi sepertinya sudah hampir larut malam jadi kami langsung pulang saja," ucap Bobi.


"Oke kalau begitu hati-hati ya," sahut Sarah.


"Terima kasih, assalamu'alaikum," ucap Lani.


"Wa'alaikumussalam," jawab Sarah.


Setelah berlalu, Sarah langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya. Ia sungguh merasa heran dengan kekasihnya. Tak biasanya ia bersikap seperti itu. Setelah masuk Sarah langsung masuk Ke kamarnya. Ia begitu takut jika kekasihnya berubah dan bahkan yang lebih ia takuti jika ada wanita lain yang kini mengisi hati kekasihnya itu.


Sedangkan Vita yang juga baru sampai di rumahnya bersama Kakaknya, juga langsung menuju ke kamarnya.


"Kak, Vita izin langsung masuk ke kamar ya," pinta Vita.


"Iya Dik, selamat istirahat ya," sahut Vika.


"Iya terima kasih Kak," sambung Vita.

__ADS_1


"Sama-sama," ucap Vika.


Vita yang kini baru saja masuk ke dalam kamarnya, merasa bingung apa yang harus lakukan agar Sarah tahu kebusukan Kekasihnya tanpa ia beritahu langsung. Sungguh Vita tak menyangka gadis sebaik Sarah dikhianati oleh kekasihnya. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada kekasih Sarah itu, karena selama ini hubungan mereka terlihat baik-baik saja.


Dering ponsel yang begitu kencang menyadarkan Vita dari lamunannya, ia pun segera melihat ponselnya. ternyata kekasih Sarah yang menghubungi dirinya.


[Assalamu'alaikum Vita]


[Wa'alaikumussalam, ada apa?]


[Tenang dulu lah santai]


[Tega kamu ya pada Sarah, pakai mengancam Aku segala lagi]


[Aku tidak punya pilihan lain Vita, jujur Vit Aku sayang banget pada Sarah. Tapi Aku juga sudah mulai jatuh cinta pada Fani, gadis yang kamu lihat bersama Aku tadi]


[Jadi sampai kapan Kamu akan menduakan Sarah?. Aku tidak sanggup menyembunyikan hal ini dari Sarah]


[Aku yakin nanti Aku pasti akan melepaskan salah satu dari mereka]


[Mending kalau kamu nanti pilih Sarah, kalau tidak kamu hanya menyakitinya. Aku mohon kamu secepatnya memilih diantara mereka]


[Aku tidak bisa sekarang-sekarang ini Vit]


[Ya sudah Aku mau istirahat]


[Oke terima kasih waktunya ya Vit]


[Oke, sama-sama]


Vita begitu kesal, ia ingin membantu Sarah namun ia belum juga menemukan ide untuk menguak kebusukan kekasih dari sahabatnya itu.


Sementara Sarah pun masih kepikiran akan perubahan sikap dari kekasihnya tersebut.


Tak terasa, Lani pun sudah sampai di depan rumahnya.


"Kak mampir dulu ya," pinta Lani.


"Oh maaf Lan, sudah mulai larut malam tidak enak dilihat tetangga," jawab Bobi.


"Iya juga sih, kalau begitu hati-hati ya Kak," ucap Lani.


"Iya terima kasih Lan, assalamu'alaikum,"sambung Bobi.


"Wa'alaikumussalam," jawab Lani.

__ADS_1


Lani pun bergegas masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju ke kamarnya. Rupanya Ayah dan Ibunya tertidur pulas menunggu dirinya sampai rumah. Lani begitu menyayangi kedua orangtuanya. Lani berpikir jika ia menerima perjodohannya dengan Bobi bisa membuat bahagia kedua orangtuanya. Namun masih saja ada yang mengganjal di hati Lani. Ia benar-benar tidak tahu apakah calon tunangannya itu sudah memiliki kekasih atau kah belum


.


__ADS_2