
"Assalamualaikum," Bobi mengucap salam tepat di depan pintu rumah Lani.
Lani yang sedang berada di kamarnya menghampiri dan membalas salam dari Bobi.
"Wa'alaikumussalam," jawab Lani.
Hari ini Lani nampak begitu cantik dan menawan, hal ini membuat Bobi terkesima. Ia pun terlihat kagum dengan penampilan Lani hari ini. Namun masih saja sampai detik ini, cintanya hanya untuk Vita. Bobi memang tipe pria yang amat setia.
"Yuk Lan kita berangkat,"
"Bentar Lani buatkan kopi dulu ya untuk Kakak,"
"Jangan Lan, barusan Kakak sudah ngopi. Nanti di Cafe saja ya," Sahut Bobi
"Baiklah Kak, kalau gitu Lani ambil tas dulu,"
"Iya Lan,"
Bobi dan Lani pun menuju ke tempat mereka janjian dengan Vika. Vika yang sama sekali belum mengetahui jika Bobi adalah tunangan Lani, nampak antusias mempersiapkan pertemuan mereka hari ini. lokasi sudah dia share. oleh Lani.
Ternyata Lani sudah datanglebih dulu datang dibandingkan Vika. Sekilas Lani melihat seperti ada Vita yang berjalan menuju kearah toilet.
"Lani, Lan," ada suara yang memanggil dirinya.
Lani pun menoleh ke belakang, dan ternyata yang memanggilnya adalah Anton. Berarti yang ia lihat barusan adalah benar Vita.
"Anton, kamu sama siapa di sini?" tanya Lani
"Sama Vita Lan, tuh dia menuju ke arah sini, habis dari toilet,"
"oh iya," sahut Lani.
Lani pun menunggu Vita kembali di dekat Anton. Vita pun terperangah melihat Lani berdiri tepat di dekat Anton.
"Lani, sama siapa kamu?" tanya Vita memperlihatkan mimik muka yang keheranan.
"Aku ada janji sama Seseorang,"
"Oh," sahut Vita.
Kalau begitu Aku kembali ke tempat duduk yang tadi ya,"
"Oke Lan,"
Rupanya Lani sedikit kecewa pada Vita karena Vita tak jujur jika mau berangkat dengan Anton. fikirnya sekarang Vita masih seperti yang dulu. Ia dari dulu tidak jujur, Lani pun kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
Anton dan Vita pun saling menatap ia tak menyangka bisa bertemu dengan Kami di tempat ini. Vika yang sedang berada di perjalanan beberapa menit kemudian pun akhirnya sampai di Cafe tersebut.
Tiba-tiba saja Boby ingin sekali ke toilet, tapi Vika keburu sampai.
"Assalamu'alaikum Lan," sapa Vika pada Lani sambil menatap seseorang yang sedang berada tepat di samping Lani.
"Wa'alaikumussalam, Kak Vika," jawab Lani.
"oh iya Kak kenalkan ini Kak Bobi calon tunangan Lani Kak,"
Vika merasa tersentak. Nada pesan singkat diponselnya terdengar. Ia pun segera melihat siapa yang mengirimkan pesan singkat kepada nya.
[Kak, Lani tidak tahu tentang hubunganku dengan Vita, Aku mohon beri Aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya pada Kak Vika]
Vika pun menyodorkan tangannya dan memperkenalkan dirinya. Ia merasa dilema. ingin rasanya ia menghampiri dan memeluk Vita. Dalam hati Vita meronta-ronta.
"Jadi ini yang tadi Vita sembunyikan," gumamnya dalam hati.
"Oh iya Kak, Aku pesankan minuman dulu ya sebentar,"
"Baiklah Lan, Terima kasih banyak ya sebelumnya,"
"Sama-sama Kak, oh iya Anton dan Lani ada di sebelah sana. Aku mau ajak mereka kemari tapi Aku takut mengganggu kebersamaan mereka," ucap Lani.
"Ya Tuhan, Vita pun ada di sini," gumam Vika dalam hati sambil menahan air matanya. Ia takut Lani malah curiga terhadapnya.
Vika mengirimkan pesan singkat pada Bobi.
[Bob, tolong jelaskan kenapa bisa seperti ini?]
[Iya Kak, sesudah Saya antar Lani pulang, kita ngobrol Saya akan jelaskan semuanya]
[Oke]
Lani pun menghampiri Vika dan Bobi. Mereka berbincang-bincang membahas konsep seperti apa yang diinginkan keduanya. Setelah panjang lebar membahas akhirnya Lani dan Bobi pun memilih konsep yang sesuai dengan hobi keduanya.
Setelah menyantap makanan, karena ada urusan lain Lani pun pamit pulang diantar oleh Bobi. Vika yang sedang menunggu klarifikasi dari Bobi pun tetap berada di Cafe tersebut. Vika memberi tahu adiknya bahwa ia telah ketemuan dengan Bobi dan Lani. Vita pun segera menghampiri Vika dan memeluk erat Kakaknya itu.
"Kak," panggil Vita.
"Kakak faham Dik, kenapa kamu menyembunyikannya dari Kakak" ucap Vika dengan berderai air mata. Tak kuasa menahan air mata Yanga sempat tertahan agar Lani tak mengetahuinya.
Bobi yang sedang mengantarkan Lani terus saja kefikiran tentang Vita dan juga Kakaknya Vika. Vika sudah ia anggap Seperti Kakak kandungnya sendiri. Kini telah ia kecewakan hatinya. Tidak lama kemudian, sampai juga Bobi di depan rumah Lani. Lani pun mengucapkan terima kasih kepada Bobi.
Bobi pun bergegas kembali menuju ke Cafe yang tadi. Di sepanjang perjalanan rasa bersalah kerap kali muncul dalam benak Bobi.
__ADS_1
Namun ia tetap fokus karena sedang mengemudikan kendaraan.
Tepat di depan Cafe tersebut, mau tidak mau ia harus menguatkan hatinya untuk bicara sejujurnya tentang apa yang terjadi. Ketika masuk ke dalam Cafe rupanya Vita sedang berada tepat di sisi Vika dan sebelah Vita nampak Anton setia menemani mereka.
"Assalamu'alaikum," sapa Bobi pada Mereka bertiga.
"wa'alaikumussalam," mereka pun spontan menjawab salam dari Bobi.
"Begini Vit, Kakak mau dengar penjelasan dari Bobi," ucap Vika pada adiknya.
"Baiklah Kak, kalau begitu Aku sama Anton pamit dulu ya," pinta Vita pada Kakaknya.
"Baiklah hati-hati ya Dik,"
"Iya Kak Terima kasih,"
"Kak bobi, Vita duluan ya," ucap Vita pada Bobi.
"Iya Vit, hati-hati,"
"Terima kasih ya Kak, Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumussalam.,
Rasanya untuk cemburu pun sudah tak berhak lagi, Bobi pun mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Vika.
"Jadi gitu ceritanya," ucap Vika, ia pun tak punya alasan untuk menyalahkan Bobi. Justru Bobi mungkin yang paling merasa tertekan saat ini. Namun sebagai bakti dari Ibundanya. Bobi memilih menerima perjodohan itu.
"Iya Kak, Jika masih ada pilihan lain, Aku akan memilih untuk memperjuangkan cintaku dengan Vita Kak,"
"Iya Bob Kakak faham sekarang. Kakak minta maaf ya sudah salah faham ke kamu," pinta Vika.
"Iya Kak, Bobi sangat berterima kasih atas pengertiannya ya Kak," ucap Bobi.
"Iya sama-sama, kalau begitu Kakak permisi dulu ya mau mengadakan meeting sama tim untuk acara pertunangan kamu dengan Lani,"ujar Vika.
"Baiklah Kak, Aku antar ya," pinta Bobi.
"Tidak usah Bob, entar ada yang lihat takut salah faham,"
"Iya juga ya Kak,"sahut Bobi.
"Oke, Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumussalam, hati-hati ya Kak,"
__ADS_1
"iya terima kasih Bob,"
Setelah Vika berlalu, Bobi pun merasa lega. Ternyata Kak Vika langsung memahami posisinya saat ini.