
Boby segera menjawab panggilan telepon, ternyata yang menelepon adalah Ayah Boby.
[ Assalamualaikum, Nak kamu dimana?]
[ Wa'alaikumussalam, di taman Kota Ayah. Ada apa?]
[ Tolong belikan Ayah opor ayam ya, Ayah sedang ingin makan sama opor ayam]
[ Ok siap Ayah]
[ Terimakasih Nak]
[ Sama-sama Ayah]
" Ayah Kakak yang telepon?" Tanya Vita.
" Iya sayang, Ayah lagi ingin makan opor ayam, kebetulan kamu tadi bilang mau kasih opor ayam kan?"
" Iya Kak, yuk kita pulang saja, aku mau istirahat. Kepalaku pusing Kak,"
" Maafkan Kakak ya sayang,"
" Kakak tidak salah, aku percaya Kakak sayang padaku," Sambil menangis Vita tak kuasa menahan kesedihannya. Boby pun mengusap air matanya.
" Kamu adalah cinta pertama Kakak, rasanya Kakak tidak mau jatuh cinta lagi. hanya kamu yang bisa membuat Kakak jatuh hati. ini benar-benar sulit Vit untuk Kakak. Terimakasih banyak ya kamu mau percaya sama Kakak. Yuk kita siap-siap untuk pulang,"
__ADS_1
" Iya Kak,"
Boby merasa lega setelah mengungkapkannya pada Vita.
Setelah Boby mengantarkan Vita pulang, Boby langsung menuju ke rumahnya. Ia amat khawatir dengan keadaan Vita sekarang. Tapi ia juga merasa senang karena Vita sangat memahami posisinya saat ini. Jika memang Lani adalah jodohnya setidaknya saat ini Boby sudah mulai merasa tenang dan mau tidak mau Ia juga harus belajar mencintai Lani.
Sedangkan Vita di rumahnya kembali menangis. Ia begitu iri dengan wanita yang akan mendampingi pujaan hatinya. Betapa beruntungnya wanita itu Pikirnya. Namun apa mau dikata keadaan nya sudah seperti ini. Bagaimana pun Vita harus bangkit. Ia pun mencoba mencari tahu siapa wanita itu. Karena Boby belum ingin cerita. Ia akan mencari tahu esok hari. karena walau keluar sebentar, hari ini begitu amat melelahkan baginya. Tak terasa ia pun tertidur setelah dari siang terus mengeluarkan air mata.
Di rumah Lani, Pak Toni dan Ibu Nayla nampaknya sedang berbincang-bincang membahas rencana pertunangan Putri tunggalnya.
" Bu tidak terasa ya Anak kita semakin dewasa dan sebentar lagi akan menempuh hidup baru rasanya abru kemarin ya kita gendong Dia,"
" iya Pak, jadi kapan acara pertunangannya?"
" Iya Pak,"
Lani yang sedang menjahit pakaian di kamarnya tak sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya nampak tersenyum bahagia.
Tidak lama kemudian, beberapa menit setelah Pak Toni dan Ibu Nayla berbincang-bincang terdengar ponsel berdering begitu kencangnya di atas nakas. Bu Nayla pun segera mengambil ponsel tersebut.
" Kebetulan Pak, Pak Burhan telepon,"
" Oh iya Bu, sini Bapak mau jawab,"
" Iya Pak,"
__ADS_1
[ Assalamualaikum Pak Burhan ]
[ Wa'alaikumussalam Pak Toni ]
[ Ada apa Pak?]
[ Nanti malam saya dan Boby mau ke rumah Pak Toni, ada yang ingin kami bicarakan ]
[ Oh iya Pak, dengan senang hati kami tunggu ya ]
[ Iya terimakasih Pak]
[ Sama-sama ]
[ Assalamualaikum ]
[ Wa'alaikumussalam ]
" Bu, Pak Burhan nanti malam mau ke rumah sama Nak Boby, Ibu masak menu yang spesial ya kita makan malam bersama"
" Baik Pak,"
Pak Toni dan juga Ibu Nayla begitu bahagia mendengar bahwa Pak Burhan akan datang kembali ke rumahnya. Bu Nayla mengajak putri tercintanya ke Pasar.
Setelah beristirahat, nampaknya Boby baru ingat jika tadi ada titipan untuk Ayahnya dari Vita. Boby pun segera memberikan pada Ayahnya.
__ADS_1