Ku Tunggu

Ku Tunggu
makan malam bersama Lani


__ADS_3

"Kalau begitu Bobi ke dapur dulu ya Ayah mau bikin kopi dulu. Bentar Bobi kesini lagi," ucap Bobi.


Pak Burhan ternyata kangen juga sama Vita dan masakannya. Vita adalah gadis yang sangat baik. Cintanya pada Bobi begitu tulus. Itu terlihat dari sinar matanya.


Bobi yang membawa secangkir kopi dan menuju ke arah Ayahnya segera menaruh secangkir kopi tersebut diatas meja di dekat Ayahnya.


"Nak, Vita bagaimana kabarnya?" tanya Pak Burhan.


"Alhamdulillah baik Ayah. Kenapa yah?" Bobi balik bertanya.


"Ayah kangen aja sama gadis yang baik hati itu dia pandai memasak,".


"Iya Ayah Vita memang pandai memasak, dia juga suka membantu usaha Kakak dan Ibunya,"


"Ayah bisa ketemu sama Vita?"


"Boleh Ayah, tapi sepertinya sekarang sekarang ini belum bisa soalnya Vita lagi sibuk,"


"Oh iya baiklah,"


"Bobi, Ayah kadang juga merasa dilema, tapi Ayah rasa Ayah bukanlah Ayah yang tega kepada anak Ayah ini. Ayah hanya menjalankan amanah yang dulu Ibu kamu sampaikan kepada Ayah," ujar Pak Burhan.


"Iya Ayah, Bobi memahami dan memakluminya dari sejak awal mengetahui hal tersebut. Mungkin ini semua hanaya butuh waktu dan nantinya Bobi akan terbiasa hidup bersama Lani," sahut Bobi yang sebenarnya berat sekali untuk dijalaninya. Hati dan perasaannya susah mulai menerima meski entah sampai kapan hatinya akan terpaut pada Lani dan melupakamn sosok Vita yang selama ini adalah gadis pujaan hatinya yang ia amat sangat berharap gadis itu akan mendampinginya di sisa usianya. Namun ternyata ia justru harus melupakan gadis itu. Padahal sehari saja tak berjumpa membuatnya seakan hilang arah dan tak tahu harus bagaimana.


"Ayah yakin Lani gadis yang baik untukmu," sahut Pak Burhan.


"Aamiin," sahut Bobi.


"Oh iya Ayah, Bobi waktu ke Cafe menyumbangkan sebuah lagu, ternyata pemilik Cafe menawarkan kerja sama. Bobi diminta untuk menjadi penyanyi di Cafe itu. Bagaimana Ayah setuju tidak?" tanya Bobi.


"MasyaAllah Ayah senang mendengarnya Nak, tentu saja Ayah setuju," jawab Pak Burhan.


Setelah mereka berbincang-bincang, Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 wib. Bobi dan Ayahnya bergegas untuk melaksanakan shalat Maghrib. Setelah itu Bobi pun bersiap-siap untuk menjemput Lani, malam ini adalah first dinner untuk mereka berdua. Bobi sengaja agar ia terbiasa bersama Lani. Nun dihatinya tak dapat dipungkiri jika ia masih terus saja memikirkan Vita. Keadaan yang memaksa dirinya untuk melakukan hal tersebut. Setiap kali ia melihat Vita sedang bersama Anton, setiap itu pula ia merasakan suatu cemburu yang kadang tak dapat ia tahan. Namun di sisi lain Bobi merasa bahwa saat ini Vita memang butuh sosok yang bisa mengerti perasaannya.


"Ayah, Bobi menjemput Lani dulu ya Ayah,"

__ADS_1


ucap Bobi kepada Ayahnya.


"Iya hati-hati ya Nak, salam untuk Lani dan kedua orang tuanya," sahut Apk Burhan.


"Iya terima kasih Yah, Assalamualaikum,"


" Wa'alaikumussalam,"


Bobi pun menyalakan mesin motornya untuk memanaskannya.


Tidak lama kemudian, Ia pun berangkat untuk menjemput Lani. Di rumahnya, rupanya Lani pun sedang bersiap-siap. Ia begitu bahagia karena kali ini adalah kali pertama Lani dan Bobi makan malam bersama hanya berdua saja.


Selang beberapa menit kemudian, Bobi pun sampai tepat di depan rumah Lani.


Bobi segera turun dan mengetuk pintu depan rumah Lani.


"Assalamu'alaikum," sapa Bobi dengan mengucapkan salam.


"wa'alaikumussalam, silahkan masuk Nak Bobi," jawab Bu Nayla pada calon menantu kesayangannya itu.


"Silahkan duduk Nak, Lani sedang bersiap-siap di kamarnya," ucap Ibu Nayla.


"Baik Nyonya,"


"Sebentar ya Nak Bobi, Tante panggilkan Lani dulu," ucap Bu Nayla.


"Oh iya silahkan Tante," sambung Bobi.


Bu Nayla pun menuju ke arah kamar Lani. Setelah di depan pintu kamar Lani, Bu Nayla pun mengetuk pintu kamar tersebut.


"Nak, Kak Bobi sudah datang," panggil Bu Nayla pada putrinya.


"Iya Bu, sebentar lagi Lani ke ruang tamu," sahut Lani yang tengah merapikan baju yang dikenakannya. Baju baru yang pertama kali yang dikenakannya itu adalah kado ulang tahun dari Vita. Setelah mencoba baju-bajunya ternyata bajunya lebih matching jika dipadu padankan dengan tas dan juga sepatunya yang hendak dikenakannya pada malam ini bersama Bobi.


Bobi yang nampak sedikit gelisah karena belum ada kabar lagi dari Vita. nyatanya saat ini Vita memang sudah mulai tidak komunikasi dengan dirinya. Hanya Bobi yang mulai, selain ujian yang tengah melanda cinta mereka

__ADS_1


Toh sekarang Vita juga sudah dekat lagi dengan mantan kekasihnya itu. Tapi hati Bobi kerap kali selalu tertuju pada gadis yang pandai memasak itu.


Tidak lama kemudian, Lani pun keluar dari kamar. Pada saat Lani keluar, tampaknya Bobi hafal dengan baju itu. karena pada saat itu, saat di mana Vita membeli kado untuk Lani, Bobi ikut serta. Jadi Bobi tahu betul baju itu dan ternyata sahabat yang dimaksud Vita saat itu adalah Lani. Gadis yang sekarang telah dijodohkan dengannya.


"Kak Bobi, maafkan Lani ya. kak Bobi jadi menunggu agak lama," ucap Lani memohon maaf pada Bobi.


"Iya tidak apa-apa Lan, masih sekitar satu jam lagi kok janji sama pihak Cafenya," sahut Bobi sambil tersenyum.


"Iya Kak, ngopi dulu," ucap Lani menawarkan kopi pada Bobi.


"Di sana saja ya, gimana?"tanya Bobi.


"oke baiklah Kak," jawab Lani.


"Oke kita pamit dulu pada Ibu dan Ayahmu," pinta Bobi.


"Iya siap Kak, Ibu, Ayah,"sahut Lani pada kedua orangtuanya.


"Baiklah, hati-hati ya Nak Bobi bawa mobilnya," ucap Ibu.


"Iya siap Bu, kalau begitu Saya permisi, Assalamu'alaikum," ucap Bobi pamit untuk mengajak Lani makan malam.


"Wa'alaikumussalam," ucap kedua orang tua Lani.


Lani pun Setelah pamit langsung menuju ke dalam mobil yang dibawa Boby.


Bobi tampak tak percaya, Vita yang dulu keukeuh banget ingin ditemani pas beli kado, padahal baju itu dikenakan pada saat bersama Bobi kini.


"Lan, kamu tampak begitu cantik pakai baju ini," puji Bobi pada Lani. sesungguhnya ia ingin memastikan perihal kado Vita dulu untuk Sahabatnya.


"Terima kasih banyak Kak, ini hadiah dari Vita sahabat SMA Lani yang waktu reuni kita ketemu," ucap Lani.


Benar saja yang ada difikiran Bobi, baju itu kini dipakai Lani. Entah apa respon Vita nanti jika mengetahuinya.


"Kamu begitu dekat dengan dia?" tanya Bobi

__ADS_1


"Iya dekat banget Kak, sudah kayak ke saudara kandung saja," ungkap Lani.


"Kamu begitu baik sekali ya Lan," ucap Bobi.


__ADS_2