
"Vit, kamu kenapa?" pertanyaan Anton seketika membuat Vita terperangah.
"hm, tidak apa-apa Anton," jawab Vita yang tak menyangka jika Anton memperhatikannya.
"Oke kalau kamu baik-baik saja, jangan melamun terus ya," pinta Anton.
"Oke terima kasih ya Anton,".
*****
"Din, kamu mungkin kecapaian ya atau ada yang lagi kamu fikirkan?" tanya Dewi yang begitu khawatir dengan kondisi Dinda.
"Aku tadi di bioskop lihat Ferdy lagi bersama dengan seseorang," jawab Dinda.
"Siapa Din?" tanya Dewi penuh penasaran.
"Aku belum tahu gadis itu siapanya Ferdy makanya Aku langsung agak pusing Wi," tutur Dinda yang sedang kebingungan oleh ulah Ferdy.
"Oke, kamu tenang dulu ya. Pokoknya sekarang kita harus cari tahu, dan kamu sebaiknya pura-pura tidak tahu. Anggap saja seolah-olah kamu gak lihat mereka," Saran Dewi yang langsung disetujui oleh Dinda.
"Oke Aku setuju, thanks banget ya Kamu selalu ada buat Aku," sahut Dinda.
"Iya pastinya Din," sambung Dewi.
"Kalau gitu kayaknya lebih baik kita pulang saja ya, kepalaku agak pusing sepertinya Aku butuh istirahat," ucap Dinda sambil sesekali memegang keningnya.
"Oke baiklah, Aku ke kasir dulu ya. Biar Aku yang bayar," sahut Dewi.
"Terima kasih banyak ya Wi," sambung Dinda.
"Sama-sama,".
*****
Ferdy merasa aneh, biasanya setelah dari suatu tempat Dinda selalu minta dijemput. Tapi kali ini Dinda tidak mengabarinya sama sekali. Keresahan Ferdy pun terlihat oleh Sarah saat menoleh kekasihnya itu.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Sarah.
"Oh tidak apa-apa kok sayang, Aku cuma agak pusing dikit kayaknya," jawab Ferdy berusaha untuk menyembunyikan kegelisahannya memikirkan Dinda dari Sarah.
__ADS_1
"Nanti kamu minum obat pusing ya, jangan didiamkan takutnya kamu masuk angin. Maafin Aku ya merepotkan kamu terus," tutur Sarah.
"Udah tidak usah banyak fikiran, Aku baik-baik saja kok. Mungkin Aku cuma kurang istirahat,"sahut Ferdy
"Oke semoga cepat sembuh ya," sambung Sarah.
"Iya sayang, makasih ya,".
*****
Lani yang masih merenung di kamarnya, berusaha untuk mencari tahu sebenarnya rahasia apa yang diketahui oleh Vita tentang Ferdy. Lani pun esok akan menanyakan hal itu pada Vita. Mungkin saja Vita mau memberitahu Lani jika Lani memintanya kembali. Lani harap semoga Vita dan Ferdy tidak punya hubungan spesial dibelakang Sarah. Lani sangat yakin sekali jika Vita sudah berubah. Apalagi kini Anton sudah kembali ke Indonesia. Tapi yang kini jadi pertanyaan siapa mantan kekasih Vita yang baru saja putus dengan Vita. Ia juga belum mengetahui tentang pria tersebut. Apa mungkin Ferdy, tapi rasanya tak mungkin hal itu terjadi. Lani pun harus menanyakan hal itu pada Sarah. Lani sebetulnya merasa kecewa pada Vita maupun Sarah karena sepertinya sekarang mereka mulai tertutup untuk beberapa urusan. Tidak seperti dulu mereka sangat kompak sekali. Tapi hal itu tidak menjadi halangan Lani untuk tetap bersahabat dengan mereka. Karena mereka berdua adalah sahabat sejati Lani sejak di bangku sekolah.
Suara pintu kamar Lani yang diketuk oleh Ibunda tercintanya, menyadarkan Lani dari lamunannya.
"Assalammu'alaikum Nak, kamu sudah tidur?" tanya Bu Nayla.
"Wa'alaikumussalam, belum Bu. Sebentar ya, Lani bukakan pintunya dulu," jawab Lani sambil turun dari tempat tidurnya yang empuk dan langsung mengenakan sendalnya menuju ke pintu kamarnya. Lani pun mempersilakan Ibundanya untuk masuk ke kamarnya.
"Silahkan masuk Bu, " Lani mengajak Ibunga masuk ke kamarnya.
" Ibu cuma mau pastikan kamu sudah tidur atau belum. Jangan tidur larut malam ya Nak," Pinta Bu Nayla.
"Baik kalau begitu Ibu permisi ke kamar ya Nak," sahut Bu Nayla.
"Baik Bu, terima kasih ya Nak,".
"Iya sama-sama Bu, ".
*****
Setelah selesai nonton mereka berempat, mereka pun senang dan terhibur meski banyak adegan di film tersebut yang menegangkan.
"Wuih mantap seru banget ya filmnya banyak adegan yang menegangkan," ucap Sarah.
"Iya seru banget, " sahut Vita.
"Iya kalian betul banget, oke kalau begitu sekarang waktunya kita pulang ya," ajak Anton.
"Oke, Sarah kita duluan ya,. Ferdy kita duluan ya pulangnya, " Ucap Vita pada kedua sejoli itu.
__ADS_1
"Iya hati-hati ya kalian, " sahut Sarah sambil melambaikan tangan.
"Oke thank's ya, " sambung Vita sambil berlalu menuju mobil Anton.
Ferdy merasa bersalah pada Dinda karena Ia tak menjemput Dinda. Tapi Ia pun tak mungkin pergi meninggalkan Sarah begitu saja.
"Kamu kenapa apa kamu lagi sakit?" tanya Sarah pada Ferdy.
Seketika Ferdy terperangah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Sarah.
"Hm, iya lagi kurang enak badan kayaknya, " jawab Ferdy.
"Oke kita pulang sekarang yuk," ajak Sarah.
" Baiklah ayo Aku ambil motor dulu ya di parkiran, " pamit Ferdy langsung bergegas menuju tempat parkiran.
Sarah terus merasa aneh dengan sikap Ferdy beberapa hari ini. Seperti ada yang disembunyikan oleh Ferdy darinya. Ferdy pun menghampiri Sarah. Sarah pun berpura-pura seolah tidak ada hal tentang Ferdy yang difikirkannya.
"Yuk kita pulang sekarang, " ajak Ferdy.
"Oke, "sahut Sarah yang langsung naik motor Ferdy.
Dinda yang kini berada di kamarnya, merasa sangat terpukul. Ternyata hubungan jarak jauh yang dijalani mereka membuahkan sebuah pengkhianatan. Gerak-gerik Ferdy yang mencurigakan kini terjawab sudah dengan apa yang baru saja Ia saksikan di sebuah gedung bioskop. Dinda merada sulit untuk memaafkan Ferdy, namun ia harus punya cukup bukti yang kuat agar bisa terlepas dari Ferdy.
*****
Keesokan harinya, Pagi-pagi Lani sudah mulai menyiapkan sarapan. Setelah agak siang, rencananya Lani ingin main ke rumah Sarah. Ia ingin tahu apakah Sarah tahu gerak-gerik mencurigakan dari Ferdy atau tidak. Belum lagi tingkah Vita juga agak aneh. Vita pun tak menjelaskan secara detail apa motif Ferdy mengancam Vita. Hal itu menjadi tanda tanya besar bagi Lani.
"Anak Ibu rajin sekali, pagi-pagi sudah menyialkan sarapan," puji Bu Nayla pada putri semata wayangnya.
"Iya Ibu, dari sekarang Lani kan harus mulai terbiasa menyiapkan sarapan. Apalagi setelah menikah nanti pasti buat sarapan setiap harinya, " sahut Lani sambil tersipu malu.
"Ini juga dibantu sama Bibi kok Bu, Lani tidak sendiri. Kayaknya masih kewalahan kalau sendiri, " sambung Lani.
"Iya Nak, ya selangkah demi selangkah aja. Oh iya dari sekarang juga kamu harus cari tahu apa menu favoritnya Boby. Supaya kamu bisa belajar masak menu tersebut dari sekarang Nak," saran Bu Nayla.
"Iya Ibu benar juga, nanti Lani cari tahu ya Bu, " ucap Lani sambil menata meja makan.
"Oh iya Nak, Ibu mau ke rumah saudara Ibu. Kamu mau ikut tidak?" tanya Bu Nayla.
__ADS_1