Ku Tunggu

Ku Tunggu
Lani Melihat Ferdy Bersama Wanita Lain


__ADS_3

Lani dan Bobi langsung meneguk kopi yang disajikan di sebuah cangkir yang ditaruh di atas meja. Lani nampaknya harus menyimpan rasa penasarannya. Entah apa yang harus ia lakukan untuk mencari tahu yang sebenarnya. Ada atau tidak adanya wanita lain dalam hidup Bobi saat ini.


"Kopinya mantap ya rasanya," ucap Bobi.


"Iya Kak, tidak heran ya dari dulu cafe ini ramair pengunjung," sahut Lani.


"Iya kamu benar Lan," sambung Bobi.


Lani sejenak terdiam, sebetulnya ia masih sangat penasaran dengan masa lalu Bobi. Ia benar-benar takut jika ada sosok wanita yang tersakiti dalam perjodohan ini. Namun, Bobi tak mau bahas lagi soal itu dengannya itulah yang membuat Lani kerap kali mengurungkan niatnya untuk membahas hal tersebut.


"Lan, besok kamu mau ke Panti jam berapa? tanya Bobi.


"Sekitar pukul 08.00 wib saja ya Kak," jawab Lani.


"Oke siap," sahut Bobi.


"Tapi besok ada jadwal kuliah tidak Kak?" tanya Lani.


"Kakak sudah izin kok Lan, besok kan termasuk rangkaian acara menuju ke pernikahan kita," ucap Bobi sambil tersenyum.


"Iya terima kasih banyak ya Kak," ucap Lani.


"Sama-sama Lan," sambung Bobi.


Lani seketika lega mendengar ucapan dari Bobi, dan mulai saat ini ia berniat untuk tidak mau cari tahu lagi tentang masa lalu Bobi karena toh Bobi sepertinya juga sangat antusias dengan perjodohan ini.


Setelah kopi favorit mereka sudah hampir habis, mereka pun memutuskan untuk pulang.


"Lan, kita pulang yuk Ayah Kakak sepertinya sudah menunggu Kakak pulang," ajak Bobi.


"Baiklah kalau begitu Kak," sahut Lani.


Lani dan Bobi pun bergegas menuju ke luar Cafe setelah Bobi membayar kopi yang mereka minum.


Lani yang sedang menunggu di luar tiba-tiba melihat sosok wanita yang tengah marah- marah ketika menelepon seseorang. Tidak lama kemudian, sepertinya ada panggilan telepon yang masuk di ponselnya. Ia pun bergegas untuk menjawab telepon tersebut. Sang wanita nampak menunjukkan kemarahannya.


Tidak lama kemudian, Lani pun terperangah melihat sosok pria yang ia kenali menjemput wanita tersebut.


"Apa Aku tidak salah lihat? " gumam Lani dalam hati.


Tidak lama kemudian wanita yang dilihat Lani itu langsung naik motor yang dikendarai oleh pria tersebut. Mereka pun sudah berangkat. Lani begitu tak menyangka. Namun ia harus memastikan dulu apakah benar yang dilihatnya adalah Ferdy. Dan siapakah wanita itu? Lani terus saja bertanya-tanya di dalam hatinya. Hingga ia dikejutkan oleh Bobi yang menghampirinya.


"Lani yuk kita pulang," ajak Bobi.


Namun ternyata Lani masih terus bertanya-tanya di dalam hatinya hingga ajakan dari Bobi pun tak terdengar olehnya.


"Lani, kamu kenapa? kamu baik-baik saja kan?" tanya Bobi.


"I iya maaf Kak, Lani baik-baik saja kok," jawab Lani yang begitu terkejut saat ia menyadari Bobi sudah ada di sampingnya.


"Kamu yakin?" tanya Bobi lagi untuk memastikan jika Lani memang baik-baik saja.


"Ya sudah kalau begitu kita masuk ke mobil sekarang ya, Kakak antar kamu pulang," ajak Bobi.


"Iya Kak," sahut Lani.

__ADS_1


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil. Bobi masih merasa jika Lani menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Sedangkan Lani berusaha untuk tenang meski di kepalanya ada pertanyaan besar tentang gadis yang baru saja dilihatnya. Lani pun mencoba untuk cari tahu.


Di dalam mobil Bobi terus memperhatikan Lani, namun ia tak mau terlalu kepo dengan urusan Lani. Bobi tak mau membuat Lani merasa tidak nyaman. Bobi pun bergegas menyalakan mesin mobil dan segera mengantarkan Lani pulang.


Lani mencoba cari tahu dengan menanyakan pada Ferdy apakah ia sudah mengantarkan Sarah pulang. Lani pun segera mengirimkan pesan singkat pada Ferdy.


[Assalamu'alaikum Fer, kamu ada di mana?]


[Aku ada di rumah, ada apa Lan?]


[Oh, tidak apa-apa berarti Sarah udah ada di rumah juga ya]


[Iya Lan]


[Oke terima kasih ya Fer]


[Sama-sama Lan]


[Assalamu'alaikum]


[wa'alaikumussalam]


Bobi yang memperhatikan Lani dari tadi mulai menggoda Lani.


"Hmm, serius banget chatan sama siapa nih? goda Bobi.


"Apaan sih Kak, tadi Aku tanya Ferdi apa dia sudah antar Sarah apa belum," jawab Lani.


"Wow kamu sama sahabat kamu sebegitu perhatiannya ya," sahut Bobi.


"Iya kamu benar Lan," ucap Bobi.


Sementara itu, Ferdy yang merasa aneh ketika ditanya oleh Lani langsung menanyakan hal tersebut kepada Vita melalui pesan singkat yang dikirimnya.


"


[Assalamu'alaikum


Vit, kamu di mana?]


Vita yang sedang bersama Anton langsung mengecek pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


[Wa'alaikumussalam, Aku di jalan menuju pulang di antar Anton. Ada apa Fer?]


[Lani barusan chat Aku terus nanya kalau Aku sudah antar Sarah pulang atau belum, ya menurutku pertanyaan Lani yang pertama menanyakan seperti itu terasa aneh saja Vit bagiku]


Vita terdiam sejenak dan berfikir, apakah Lani melihat Ferdy bersama wanita lain tadi.


[Begini Fer, kamu tadi jalan gak sama cewek kamu yang lain?]


[Iya Vit, tadi Aku jemput di depan Cafe]


[Cafe mana?]


[Cafe yang di tempat Bobi nyanyi itu Vit]

__ADS_1


[Ah kamu ini Fer, gimana sih mereka kan sering ke sana dan siapa tahu Lani melihat kamu]


[Iya ya Vit kamu benar]


[Tuh kan Fer, tidak semudah itu. Sulit untuk kamu menjalani hubungan cinta segitiga]


[Iya Vit, terima kasih banyak ya kamu sudah mengingatkan. Aku pasti pilih Sarah, cuma Aku perlu waktu untuk katakan semua pada mereka]


[Oke Fer, sudah dulu ya, Aku sama Anton lagi di mobil soalnya]


[Iya Vit, hati-hati ya. Assalamu'alaikum]


[Wa'alaikumussalam]


"Vit, kamu sudah baikan sama Ferdy?" tanya Anton.


"Iya," jawab Vita.


"Kamu dan Ferdy sebenarnya hampir sama kasusnya, cuma bedanya pria yang kamu cintai saat ini justru dijodohkan, sedangkan Ferdy masih bisa memperjuangkan cintanya bersama Sarah. Di sini Aku harap Sarah bisa menyikapinya dengan bijak. Tapi jika Sarah kasihan sama wanita yang ada di masa lalu Ferdy, lain lagi ceritanya," ucap Anton.


"Iya Aku faham, kita lihat saja nanti bagaimana Sarah menyikapinya jika Dia sudah tahu nanti," sambung Vita dengan nada lirih.


Tidak lama kemudian, Vita dan Anton sampai di depan rumah Vita.


"Terima kasih banyak ya Anton, Aku jadi merepotkan kamu terus. Masuk yuk kita ngopi dulu," ajak Vita.


"Tidak apa-apa, Aku langsung cabut aja ya. Sudah malam soalnya," ucap Anton.


"Oke, hati-hati ya," sahut Vita.


"Iya, besok mau Aku jemput jam berapa?" tanya Anton.


"Sekitar pukul 13.00 wib saja ya, acaranya kan pukul 14.00 wib," jawab Vita.


"Oke sip, semangat ya Vit. Semoga kamu kuat dan tabah menghadapinya," ucap Anton memberikan support pada Vita.


"Oke, terima kasih banyak ya,"


"Iya sama-sama Vit, assalamu'alaikum,".


"Wa'alaikumussalam,"


Vita pun langsung masuk ke dalam rumahnya setelah Anton mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumah Anton.


Lani pun baru saja sampai di depan rumahnya dengan diantar oleh Bobi, Lani masih kepikiran dengan apa yang dilihatnya tadi. Apakah Ferdy benar-benar selingkuh atau tidak.


"Assalamu'alaikum Bu," ucap Lani.


"Wa'alaikumussalam, anak kesayangan Ibu baru pulang. Capek ya sayang," jawab Ibu Nayla.


"Iya Bu, Lani minta izin langsung ke kamar ya mau istirahat," pinta Lani.


"Iya Nak, selamat istirahat ya,".


"Iya terima kasih Bu,".

__ADS_1


"Sama-sama Nak,".


__ADS_2