
Ketika Boby sedang berbincang-bincang dengan Kak Vika akhirnya Vita datang, ia baru datang dari warung. Vika yang sedang menunggu jawaban dari Boby, tiba-tiba beranjak dari ruang tamu karena tak ingin ketahuan adiknya yang telah bertanya kepada kepada Boby.
" Kak Boby sudah datang,dari kapan?" Tanya Vita
" Barusan Vit, katanya kamu lagi ke warung,"
" Ya sudah Kakak mau ke kamar dulu ya,"
" Ok terimakasih kak,sudah buatkan Minuman untuk Boby," Ucap Vita pada Kak Vika.
" Bentar ya Kak, Vita ke dapur dulu,"
"ok,"
Sambil menunggu Vita, terdengar dering ponsel di saku kemeja Boby.
" Assalamualaikum, Kak Boby lagi dimana?" Tanya Lani.
" Kaka lagi dirumah teman,ada apa Lan?
" Ini Kak, Lani Mau tanya, kalau lagi gak sibuk bisa antar Lani tidak Kak?
" Jam berapa?
" Jam empat sore Kak,"
" Iya nanti Kakak jemput ya,"
" Ok terima kasih Kak,"
" Iya sama-sama Lan,"
Sambil menunggu Vita membuatkan kopi untuknya Boby merenung, alasan apa yang harus ia kasih agar dapat mengantar Lani.
__ADS_1
" Ini Kak, Kopinya maaf agak lama soalnya Vita lagi mau bikin bubur kacang ijo,"
" Ia tidak apa-apa, terima kasih ya. Oh iya Vit hari ini kita di sini aja ya tidak usah keluar. Soalnya nanti sore Kakak ada janji sama teman. Jadi disini bisa istirahat dulu,"
" Iya Kak, santai aja,"
"Tumben nih Kak Boby tidak bilang mau kemana ya, sekarang susah mulai main rahasia nih," pikir Vita dalam hatinya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore itu artinya Boby harus menjemput Lani. Sebelum panggilan telepon dari Lani kembali berdering, Boby langsung pamit untuk pulang.
" Vit,maaf ya Kakak pamit dulu. sudah ditunggu teman Kakak,"
" Oh ya sudah kalau begitu, tadinya aku mau kasih bubur kacang hijau buat kakak,"
" Terimakasih Vit, tapi Kakak sedang buru-buru,"
" Iya hati-hati ya Kak,"
Setelah pamit pada Kak Vika, Boby segera ke arah rumah Lani. Tepat pukul empat sore, Boby pun tiba di rumah Lani.
" Wa'alaikumussalam,sudah siap Kak," Lani merasa heran melihat tingkah Boby.
"Kak,kak Boby?" Tanya Lani.
"oh iya Lan, Maaf ya,"
"Kakak kenapa?" Tanya Lani.
" Tidak apa-apa, ayo kita berangkat,"
" Iya Kak,"
Ketika sampai di Mall, Lani langsung berbelanja mainan.
__ADS_1
" Mainan ini banyak sekali Lan, mau dikirim kemana?" Tanya Boby.
" Mau di kirim ke panti, untuk anak-anak panti asuhan. Aku suka anak-anak Kak, nanti jika kita sudah menikah tidak apa-apa kan kalau Aku sering mengunjungi mereka?"
" Iya Lan, Kakak malah senang,"
" Sudah Kak, Aku mau ke kasir dulu ya,"
" Iya Lan,"
Boby nampaknya sudah mulai menyukai Lani, pantas saja mendiang Ibunya berharap Lani menjadi pendamping hidupn. Tapi itu hanya sekedar perasaan kagum saja. Cintanya tetap untuk Vita.
" Kak,Kita cari makan dulu yuk,"
" Iya Lan,"
Sambil menunggu makanan pesanan mereka, mereka pun berbincang-bincang.
" Kak, Lani boleh menanyakan sesuatu tidak?
" Boleh Lan, mau tanya apa?"
Sebelum Lani bertanya, dering ponsel Boby terdengar amat kencang.
[assalamualaikum,Ayah ada apa?]
[wa'alaikumussalam,kamu dimana?]
[aku lagi di Mall sama Lani]
[oh iya Nak,hati-hati ya salam buat Lani]
[iya Ayah,nanti aku sampaikan]
__ADS_1
Ayah Boby begitu amat bahagia mendengar Boby sedang bersama Lani.Boby pun menanyakan pada Lani apa yang ingin Lani tanyakan padanya.