
Keesokan harinya Boby mengajak Vita untuk jalan-jalan. Karena sama -sama tidak ada mata kuliah pada hari itu. Mereka pun janjian untuk berangkat pukul 09.00 wib. Setelah sarapan,Boby pamit dan segera menjemput Vita. Vita begitu amat bahagia ia merasa hari ini adalah hari yang sangat spesial karena bisa kembali jalan-jalan dengan sang pujaan hati. Sesaat setelah sampai di rumah Vita mereka pun langsung berangkat.
" Kak, Terimakasih ya sudah mengajak Vita hari ini,"
" Iya Vit,"
" Vita sudah bawa bekal buat Kakak, nanti pulangnya bawa opor kesukaan Ayah Kakak ya tadi Vita sudah masak,"
" Iya sayang, terimakasih ya kamu sangat perhatian kepada Ayahku,"
" Iya sama-sama Kak, kira-kira ini kita mau kemana ya,
" Kita ke taman dekat sini aja, kita putar-putar saja wisata kuliner,"
" Ok sip Kak,"
Sesampainya di taman kota, Boby pun duduk sambil merenung, Ia ingin bicara namun masih saja sulit untuk mengungkapkan apa yang sebetulnya terjadi. Tapi ingat kata-kata Sarah, Boby pun langsung memutuskan untuk mengatakan semuanya pada Vita.
Sementara itu Vita yang sedang membeli kopi di sebuah warung nampak bertanya-bertanya sepertinya ada yang disembunyikan oleh Boby darinya. Setelah membeli kopi, Vita segera menuju ke arah Boby.
Sesampainya di dekat Boby, Vita langsung memberikan kopinya pada Boby
__ADS_1
" Sayang, ini kopinya. Kenapa melamun saja, semangat dong kita kan lagi menikmati liburan. kalau melamun saja bagaimana mau asyik liburannya,"
" Vit, Kakak takut kehilanganmu,"
" Apaan sih ini, memangnya ada apa sayang. Coba jelaskan Aku jadi bingung,"
" Ka...kakak dijodohkan sama Ayah Kakak Vit,"
" A apa Kak? dijodohkan?" seketika Vita nampak terkejut.
" Iya, itu permintaan Alm. Mama Kakak waktu masih ada dan Kakak masih kecil,"
Vita pun menangis tak kuasa menahan kesedihannya.
" Dengan anak dari teman Ayah dan Mama,"
" Kak, terus gimana Kakak setuju?
" Ini permintaan Mama Kakak sulit untuk Kakak menolaknya Karena Mama sudah pergi mendahului. Tapi Kakak juga tidak mau kita pisah Vit,"
" Kak, jadi selama ini Kakak mengantar Ayah Kakak kerumah wanita itu?
__ADS_1
" Iya sayang, maafkan Kakak ya,"
" Aku mengerti Kak, Kakak tidak salah. Aku yakin Kakak sangat setia selama kita menjalani hubungan ini,"
" Iya Kakak sangat mencintaimu, terima kasih ya kamu mengerti Kakak,"
" Aku takut kehilanganmu Kak,"
" Kakak juga, Kakak jadi merasa dilema semenjak Kakak tahu jika kakak dijodohkan, tapi Kakak juga lelah jika harus menutupinya dari kamu sayang,"
" Vita tidak mau kita pisah, Vita tidak sanggup jauh darimu Kak,"
" Iya sama Vit, Kakak juga tidak mau kita pisah Sayangku,"
" Beruntung sekali ya wanita itu, wanita yang telah dijodohkan dengan Kakak,"
" Tapi cinta Kakak hanya untukmu Vit, jujur dia juga orangnya baik tapi tiap bersama nya Kakak malah merasa bersalah padamu,"
Mereka sama-sama terharu akan cinta mereka yang besar. Namun untuk hal ini Vita pun menyadari sulit bagi Boby untuk menolak perjodohan itu, karena Ibunya telah tiada. Itu artinya sulit untuk memperjuangkan cinta mereka. sebagai bentuk bakti juga pada Ibunya.
" Kak, kita tidak boleh egois, Kakak harus menerima perjodohan itu. Meski ini amat menyakitkan untuk kita berdua. Dan mungkin jawaban bahwa kita tidak berjodoh. Tapi izinkan Aku tetap berada di sampingmu sebelum kamu mengikat janji suci dengan wanita itu Kak"
__ADS_1
" Iya Vit, Kakak juga belum bisa jika harus berjauhan denganmu,"
Dering ponsel Boby terdengar begitu kencang. Ia segera mengambil dan menjawab panggilan telepon di ponselnya tersebut.