
Sesampainya di Mall Vita dan Anton langsung menuju ke arah salon. Anton setia menunggu Vita di ruang tunggu sambil memainkan game di Ponselnya.
Tak terasa sudah hampir satu jam mereka berada di Salon terkemuka di kota Jakarta. Sesaat setelah selesai di make over oleh sang pemilik Salon, Anton yang melihat Vita seolah- olah terkesima hingga tak disadarinya ia telah dilihat oleh orang-orang dan mulai digoda oleh mereka.
" Cie, cie terkesima ya Kak melihat pujaan hatinya," ucap salah seorang pengunjung salon.
Seketika Anton pun tersadar dan merasa malu karena ternyata di sekelilingnya sedang menertawakannya.
" I iya, Karena jujur Vit kamu tambah cantik, Aku jadi tambah sayang nih,"
"Alhamdulillah Anton, terima kasih ya Anton kamu sudah rela capek menunggu Aku,"
" Jangan bilang begitu Aku justru senang, sekarang yuk kita cari baju kamu dulu dan sepatu juga tas. Sesudah itu kita langsung ke Villa Ok,"
" Ok, Anton,"
" Hati- hati ya sayang,"
" Apaan sih Anton,"
" Tapi kamu senang kan?"
" Ya entahlah,"
" Ok, yuk kita ke toko baju dulu sekarang, Sarah sudah menunggu,"
" Ok siap,"
Setelah masuk ke toko Baju, Vita memilih baju yang akan ia kenakan dan setelah itu ia langsung membeli dan menuju ke ruang ganti.
" Jika kamu mau nih Vit, saat ini juga aku akan melamarmu,"
" Anton urusanku saja dengan Bobi belum jelas,"
" Belum jelas bagaimana? Sudah jelas dia memilih wanita lain kan?"
" Iya tapi,"
" Hm, Maaf Vit aku jadi bahas itu Aku tidak bermaksud,"
" Iya Anton tidak apa-apa, kamu benar Kok. Mungkin Aku saja yang belum bisa move on,"
" Ya terima kasih Vit, yuk kita berangkat, tapi senyum dulu dong biar tambah auranya,"
" Nih udah kan,"
" Ok sip,"
Sekitar 30 menit kemudian, mereka tiba di Villa tempat mereka mengadakan acara reuni. Sarah yang terlihat amat sibuk membuat Vita segera menghampirinya.
" Assalamualaikum, sibuk banget nih Ibu panitia kita,"
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam, bisa aja. hai kamu beda banget nih,tambah kece badai saja nih,"
" Iya nih Anton yang bawa Aku ke Salon,"
" ehem,ehem, alamat CLBK nih, hahaha,"
" Sarah, sudah deh yuk lanjut kerja lagi, Lani belum datang ya,"
" Iya belum mungkin nanti pas acara dimulai,"
Sarah dan Anton saling bertatapan, seakan saling memberi isyarat bahwa sebentar lagi kemungkinan Vita akan mengetahuinya. Nampaknya Sarah tidak tega dan hampir mengurungkan niatnya itu. Ia malah merasa bersalah, ia takut terjadi apa-apa dengan Vita. Ketakutannya pun disampaikannya kepada Anton. Sarah segera menemui Anton untuk membahas hal tersebut.
" Vita Aku minta tolong ya, handle dulu yang sebelah sini. Aku mau cari Anton dulu takutnya ada yang kurang," ucap Sarah kepada Vita.
" Ok Sarah silahkan,"
Sarah mencari Anton, dan menemuinya di pinggir kolam renang.
" Anton ada yang ingin Aku sampaikan,"
" Iya ada apa Sarah? apa ada yang kurang?
" Tidak , semua sudah ready dan aku pikir cukup dan sepertinya lebih dari cukup kok. Untuk acara reuni tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"
" Lantas apa yang mau kamu bahas?"
" Begini Anton, sebenarnya Aku tidak tega pada Vita. Aku takut dia syok melihat dengan wanita lain,"
" Iya tapi Aku sangat khawatir Anton,"
" Tenang ya Sarah yakin semua akan baik-baik saja,"
" Aamiin,"
Tiba- tiba Vita datang menghampiri mereka.
" Hai lagi pada ngapain nih, kayaknya lagi ngomongin Aku nih,"
Anton dan Sarah pun terkejut. Mereka takut jika Vita mendengar percakapan mereka.
" Hahaha, tahu saja nih Anton tuh nanyain tentang kamu," Jawab Sarah, ia terpaksa berbohong agar Vita tidak mencurigai mereka.
" Kalau begitu, sambil menunggu Lani datang Aku izin ke toilet dulu ya," ujar Vita sambil berjalan menuju ke arah Toilet.
" Ok hati - hati ya,"
" Iya Sarah,"
Pada saat menuju ke toilet, ketika Vita menoleh ke arah pintu masuk Villa tersebut dia melihat Lani datang bersama seorang Pria. Rupanya Vita belum melihat jelas siapa tersebut.
" Itu Lani, Aku temui Dia dulu saja, penasaran siapa sih calon tunangannya itu," Gumam Vita dalam hati.
__ADS_1
" Hai Lan," ucap Vita menyambut kedatangan Lani.
" Hai Vit," Sahut Lani.
Ketika Vita melihat Bobi, ia berpikir jika Bobi datang untuknya.
" Kak," belum sempat Vita meneruskan ucapannya, Lani pun bergegas dengan penuh semangat mengenalkan Bobi kepada Vita.
" Oh iya Vit, perkenalkan ini Kak Bobi calon tunangan Aku, yang Aku ceritakan waktu itu,"
Vita sangat terkejut mendengar perkataan Lani, dengan nada gugup dan gemetaran Vita kembali meneruskan perbincangan mereka.
" Ca, calon tunangan Kamu Lan? Tanya Vita sambil menahan rasa sakit hatinya dengan lemas hingga ia hampir terjatuh. Melihat keadaan Vita, tanpa Bobi sadari ia sedang bersama Lani segera membantu Vita. Namun Vita menolak bantuannya.
" Tidak usah Kak Bobi Aku bisa sendiri. Biasa ini maag Aku lagi kambuh jadi badanku sedikit lemas Lan,"
" Lebih baik kita duduk dan berbincang-bincang dulu di dalam yuk Vit," Ajak Lani.
" Tidak Lan, Aku sebenarnya mau ke toilet lihat kamu,Aku mau menghampiri kamu dulu. Aku kangen banget soalnya, Kalau begitu Aku ke toilet dulu ya. senang bertemu dengan kalian,"
"Sebaiknya Aku antar kamu ya melihat kondisi kamu kurang fit begini Aku khawatir Vit,"
" Tidak kok jangan khawatir Aku baik-baik saja, lebih baik kalian ke dalam yang lain sudah menunggu," Vita terpaksa bersikap ramah kepada Bobi agar tidak menimbulkan kecurigaan di benak Lani.
" Baiklah, Vit kami masuk dulu ya,"
" Iya silahkan,"
Sambil berjalan ke dalam lokasi Acara Bobi menatap pinta seakan memberi isyarat ia ingin meminta maaf yang sebesar besarnya kepada Vita. raut wajahnya yang mengisyaratkan hal itu membuat Vita memahami perasaan kekasihnya itu. Namun bukan hal itu yang ia fikirkan saat ini. Saat ini yang ia rasakan mengingatkannya pada peristiwa beberapa tahun lalu.
"Ternyata begini rasanya yang dulu dirasakan oleh Lani, sedangkan waktu itu aku seakan-akan menari diatas penderita annya," Gumam Vita dalam hati.
Karena tak ingin terlihat kesedihannya boleh orang di sekelilingnya, Vita bergegas menuju toilet.
Ia begitu syok melihat Bobi bersama wanita lain yang ternyata Sahabatnya sendiri. Sahabat yang pernah ia lukai, ia rebut kekasihnya untuk dirinya yaitu Anton.
" Apa ini hukum karma?" Tanya Vita dalam hatinya.
Vita menangis sekuat-kuatnya.
Saat Lani dan Bobi tiba di tempat acara, Lani pun menghampiri Sarah,"
" Assalamualaikum Sarah,"
" Wa'alaikumussalam Lani, hai sini bantu Aku sebentar ya,"
" Sibuk ya ibu panitia ini,"
" Iya lah harus semoga acaranya bisa meriah ya,"
" Aamiin,"
__ADS_1