
" Oh iya Lan, tadi apa yang ingin kamu tanyakan sama Kakak?"
" Iya Kak, maaf kalau Lani lancang, Lani ingin tahu apakah Kakak sudah ada seseorang yang spesial di hati Kakak saat ini?" Desak Lani pada Bobi.
Boby tertegun, ia merasa sangat terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Lani padanya. Bingung rasanya, begitulah yang saat ini dirasakan Boby.
" Oh pertanyaan macam apa Lan, Kakak kan calon suami kamu, kita akan segera bertunangan masa Kakak ada wanita lain,"
" Ya, Lani cuma takut menyakiti hati wanita lain jika memang ada Kak,"
" Sudah Lan, jangan bahas itu ya, lebih baik kita fokus rencana pertunangan kita,"
" Iya Kak,"
" Kakak sudah memilihmu menjadi calon pendamping hidup Kakak,kamu tidak usah ragukan itu lagi ya,"
" Iya Kak,"
Lani merasa lega mendengar pernyataan Kak Boby. Sedangkan dalam hati Boby ia terasa telah menampar Vita dari jauh. Ia seperti menghilangkan sosok Vita dari kehidupannya pada saat berbicara barusan pada Lani.
" Kak besok saja kita ke pantinya ya,sekarang sudah sore,"
" Ok, Lan,"
Boby berusaha tegar menghadapi semuanya, ia tak mungkin bercerita pada Lani bahwa sebenarnya ia memiliki kekasih yang amat dicintainya. Lagi pula Ayahnya sangat senang mendengar bahwa Boby menemani Lani. Tak mungkin Boby mengecewakan Ayahnya karena jika cerita pada Lani, Lani pasti keberatan dijodohkan. Lambat laun Ayahnya pun akan tahu jika Boby mengatakan yang sesungguhnya pada Lani. Boby tidak mau membuat Ayahnya malu dan kecewa padanya. Biarkan saja perjodohan ini berlangsung meski harus menyisakan rasa kepedihan yang amat sangat untuknya dan Vita pujaan hatinya.
__ADS_1
" Kalau begitu kita pulang yuk kak,"
" Iya Lan,"
Lani sangat berharap jika tak ada wanita lain di hati Kak Boby. Jika ada ia akan sangat merasa bersalah telah memisahkan dua sejoli.
"Lan, Lani,"
" I iya kenapa Kak Boby?"
" Kamu kenapa melamun saja?
" Oh tidak Kak, Lani merasa bahagia bisa diantar Kakak hari ini,"
" Iya sama-sama Lan,"
" Terimakasih ya Kak, mampir dulu Kak. Kita ngopi dulu,"
" ngopi lagi, tadi disana kita ngopi,"
" Ya, Kan ini di rumahku belum Kak,"
" Kayaknya sudah sore, Kakak ngopi di rumah saja,"
" Ya sudah kalau gitu,"
__ADS_1
Boby pun pamit pada Lani dan Ibunya. Tidak lama kemudian, setelah sampai rumah, Boby menemui Ayahnya.
"Yah, Boby barusan nganter Lani belanja banyak sekali, mainan anak-anak,"
" Lho untuk siapa Bob, banyak betul,"
" Iya mau untuk anak-anak panti asuhan Yah,"
" MasyaAllah tabarakallah mulia sekali hati Lani,"
" Tadi Lani menanyakan sesuatu pada Boby,Ayah,"
" Apa itu Nak?
" Ya, Lani menanyakan apakah ada wanita lain selain dia saat ini,"
" Lalu kamu jawab apa Nak?
" Boby jawab tidak ada, Boby tak ingin membuat Ayah kecewa,"
" Nak, maafkan Ayah ya.sungguh Ayah merasa bersalah sekali kepadamu,"
Sambil memeluk Boby Ayahnya berlinang air mata,"
" Sudah Ayah, tidak apa-apa Koq. Ayah jangan banyak fikiran. Boby baik-baik saja. Lagi pula Lani adalah gadis yang baik dan peduli pada sesama. Hanya saja saat ini Boby belum siap jika harus jujur pada Vita. Tapi yang sekarang Boby khawatirkan semakin lama Boby takut malah membuat Vita semakin kecewa. Boby harus cari waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya pada Vita,"
__ADS_1
" terimabkasih Nak, jujur Ayah juga sangat sayang pada Vita dan jika tidak ada perjodohan ini Ayah pasti merestui hubungan Kalian. Terimakasih pengertiannya ya Nak,"