Ku Tunggu

Ku Tunggu
Vita Tetap Saja Bungkam


__ADS_3

"Tidak Bu, kebetulan Lani mau ke rumah Vita hari ini. Ada beberapa yang harus Lani siapkan


Jadi Lani mau tanyakan sama Kak Vika untuk acara pertunangan nanti," jawab Lani.


"Baiklah, kalau begitu Ibu sama Ayah berangkat dulu ya. Kamu hati-hati ya Nak,'ucap Bu Nayla.


"Baik Ibu, Ibu sama Ayah juga yah," sahut Lani.


Setelah Ayah dan Ibunya pergi, Lani pun bergegas menuju rumah Vita. Banyak sekali kejanggalan yang dirasakan Lani. Ia berharap semoga hari ini Ia berhasil mendapatkan jawaban dari semua teka-teki yang ada di kepalanya itu.


Selang beberapa menit, akhirnya Lani sampai juga di rumah Vita. Vita yang sedang asyik mendengarkan musik favoritnya langsung terkejut sesaat setelah mendengar salam yang terdengar tepat di depan pintu utama rumahnya.


"Wa'alaikumussalam," jawab Vita sambil berjalan menuju pintu utama rumahnya.


"Lani, ayo masuk Lan. Senangnya kamu ke sini lagi. Ayo sini duduk dulu. Aku bikin dulu minum ya," ucap Vita menyambut kedatangan Lani dengan wajah yang sumringah.


"Iya Vit makasih ya," sahut Lani.


Sambil berjalan menuju dapur, Vita mulai curiga dengan kedatangan Lani. Mungkin saja Lani bertanya soal Ferdy. Kepala Vita mulai agak sedikit pusing. Jika nanti Lani benar-benar menanyakan hal itu lagi. Setelah Vita membuat teh manis untuk Lani, ia pun langsung mengantarkan. teh manis yang masih panas itu untuk dihidangkan diatas meja tamu.


"Aku jadi merepotkan nih, ngomong-ngomong ke mana Kak Vika?" tanya Lani.


"Lagi Keluar sama Ibu, biasa belanja buat keperluan pesanan kue dari pelanggan-pelanggan setia Ibu," jawab Vita.


"Oh iya Vit, maaf sebelumnya kalau Aku lancang tapi jujur Aku khawatir sama Kamu, sebenarnya apa yang membuat Ferdy mengancam kamu Vit?" tanya Lani.


"Lan, udah kamu tenang aja ya Aku bisa kok mengatasinya. Kamu jangan terlalu memikirkan hal itu ya," pinta Vita.


"Ya tapi Aku khawatir dengan mental kamu, Aku takut kamu drop. Apa Ferdy dan kamu pernah ada hubungan spesial?" tanya Lani.


"Hahaha, Lani apa-apaan sih kamu ya mana mungkin lah, Aku itu mengkhianati sahabatku untuk kedua kalinya. Bukan soal itu kok, kamu tenang aja ya," sahut Vita sambil berkata dalam hati. Calon tunanganmu Lan, mantan Aku itu.

__ADS_1


"Ya kalau bukan soal apa? Ferdy sampai sebegitunya mengancam Kamu?" Lani begitu khawatir dengan Vita.


"Aku belum bisa kasih tahu kamu Lan maaf ya. Dan mengenai mantan Aku, nanti Aku kasih tahu kamu ya,".


Lani benar-benar kecewa pada Vita karena Vita tetap saja bungkam. Lani pun berfikir untuk mencari tahu pada Sarah. Karena hasilnya nihil, Lani pun bergegas pamit pada Vita.


"Oke kalau begitu, kalau kamu gak mau terbuka sama Aku. Tapi Aku harap kedepannya dalam persahabatan kita tidak boleh ada yang dirahasia-rahasiakan lagi. Jujur Aku takut Vit kamu kenapa-kenapa,"


"Aku terima kasih banyak sama kamu Lan, Karena Kamu sebegitu perhatiannya sama Aku. Tapi kali ini Aku benar-benar belum bisa ceritakan semuanya sama Kamu,".


"Ya sudahlah Aku pamit kalau begitu, makasih jamuannya ya. Salam buat Kak Vika sama Ibu ya,".


"Iya sama-sama Lan, hati-hati ya,".


"Iya Vit, assalammu'alaikum," ucap Lani sambil mengucapkan salam. Setelahnya Ia pun melanjutkan perjalanannya ke rumah Sarah.


Lani kali ini begitu kecewa pada Vita, tapi apa mau dikata. Setidaknya Ia masih punya harapan mungkin saja dengan bertanya pada Sarah, ia akan mendapat jawabannya. Tapi rasanya Lani agak capai juga kalau harus langsung menuju tempat Sarah, akhirnya Ia pun memutuskan untuk ngopi dulu di sebuah Cafe yang letaknya tak jauh dari rumah Sarah. Anton yang tak sengaja lewat arah yang sama dengan Lani melihat Lani yang sedang di pinggir jalan sendirian, langsung menghampiri Lani.


"Lani, kamu sedang apa di sini sendirian?" tanya Anton.


"Aku mau ke rumah Vita," jawab Anton.


"Oh, hati-hati ya. Aku permisi dulu, mau ngopi dulu di Cafe sebelah," pamit Lani.


"Oh iya kamu juga hati-hati ya," ucap Anton.


"Iya makasih ya Anton," sahut Lani.


Lani pun segera menyeberang ke arah Cafe. Cafe itu sudah mulai cukup ramai. Lani sangat jarang sekali mampir ke Cafe itu. Tapi kali ini ia merasa sedang ingin menikmati secangkir kopi di Cafe tersebut. Setelah masuk ke Cafe itu, Lani langsung memilih tempat duduk.


Setelah Anton sampai di rumah Vita, Ia menceritakan pada Vita jika Ia baru saja ketemu Lani di jalan. Vita pun memberitahu Anton jika Lani baru saja pulang dari rumahnya. Vita mulai merasa cemas Ia merasa jika Lani mulai mencari tahu tentang yang sebenarnya terjadi pada Ia dan Ferdy.

__ADS_1


"Anton kita ke Cafe itu yuk temui Lani," ajak Vita.


"Untuk apa?" tanya Anton.


"Aku merasa Lani sedang mencari tahu tentang permasalahan Aku dan Ferdy," jawab Vita.


"Ferdy, Ferdy, kenapa juga sih Dia itu pakai acara ngancam kamu segala. Jadi ribet kan kalau begini," celetuk Anton.


"Iya justru itu Anton, kita bujuk Lani supaya ia lebih fokus ke acara tunangan dan pernikahannya dari pada yang lainnya. Aku yakin Lani pasti mikirin soal Aku dan Ferdy," pinta Vita.


"Ya sudah kalau begitu kamu siap-siap dulu ya, Aku tunggu di mobil saja,".


Vita sangat senang meski Ia tahu jika Anton agak sedikit kesal padanya. Beberapa menit kemudian, Vita pun keluar dari rumahnya dan berjalan menuju mobil Anton setelah pamit sebelumnya pada Ibunda tercintanya.


"Yuk kita berangkat sekarang," ajak Anton.


"Oke, maafkan Aku ya kalau merepotkan kamu terus," ucap Vita.


"Apaan sih santai saja Vit, cuma sebenarnya Aku lagi pengen ngopi di rumah kamu. Ya jadinya di Cafe aja deh," sahut Anton sambil tersenyum.


"Ntar pulangnya saja kalau mau ngopi di rumah," ajak Vita.


"Sore Aku ada urusan Vit, jadi kayaknya gak bisa sampai malam di rumah kamu. Paling nganter pulang aja ya,"tutur Anton.


"Baiklah kalau begitu,".


Anton dan Vita langsung menuju Cafe tempat Lani berada. Lani yang sedang duduk sambil ditemani satu cangkir kopi susu pun merasa asyik memainkan ponselnya sambil sesekali mengirim pesan singkat pada Sarah. Lani menunggu Sarah tiba di rumahnya. Sarah yang kini sedang keluar bersama Ferdy mencoba untuk pulang lebih awal karena Lani ingin menemuinya di rumahnya.


Rupanya Anton dan Vita pun telah tiba di Cafe. Lani terperangah melihat Anton bersama Vita. Vita segera menghampiri Lani.


"Assalammu'alaikum Lan," ucap Vita memberi salam.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam Vit, duduk Vit. Jujur Aku kaget kamu datang kemari," ucap Lani.


"Iya Anton kasih tahu Aku, dan Aku langsung pengen kesini. Lagian kamu tadi mainnya sebentar Aku masih kangen,"


__ADS_2