Ku Tunggu

Ku Tunggu
Lani Mengetahui Ancaman Ferdy


__ADS_3

[Assalamualaikum Kak, Aku agak telat sebentar ya. Soalnya Anton masih ngopi di rumah. Gimana ya Kak?]


[Oke Vit, santai saja. Di sini anak-anak panti begitu antusias, jadi Kakak sangat terbantu. Kamu tidak usah hal ini dibikin beban ya. Cukup datang saja, biar Lani tidak mencurigai kamu]


[Iya baik Kak, terim kasih banyak sudah mengingatkan Vita ya]


[Oke sip, semangat ya Dik]


[Siap]


*****


Sarah yang sejak tadi menunggu Ferdy, masih belum juga terlihat Ferdy menghampirinya. Kebetulan sekali Vita mengajaknya untuk berangkat bersama ke Panti Asuhan. Sarah pun memutuskan untuk berangkat bersama Vita, daripada menunggu Ferdy yang belum ada kepastian untuk menjemput dirinya atau tidak.


Sarah sepertinya mulai curiga, namun saat curiga mulai bergejolak dalam hatinya, ia pun menghempas rasa itu. Karena jika memang itu kenyataannya, ia tak mau memaafkan Ferdy. Hal itu pulalah yang saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi Ferdy. Tak ada pilihan lain, Ferdy terpaksa menjalani ikatan cinta segitiga. Kini ia memahami perasaan Boby.


Ferdy terhenyak, ia yang saat ini sedang asyik ngopi bersama kekasihnya terdahulu. Baru menyadari jika ia harus menjemput Sarah sekarang. Ferdy pun harus punya alasan yang kuat, agar kekasihnya dapat memakluminya.


"Sayang, Ku minta maaf ada keperluan mendadak jadi Aku harus pulang dulu ya," pamit Ferdy.


"Tapi sayang, baru setengah jam lho kita di sini,masa iya mu balik kanan gitu aja. Sayang banget,"ujar kekasih Ferdy.


"Aku mohon maaf kali ini saja,"pinta Ferdy yang terus berusaha untuk meyakinkan Kekasihnya agar mengizinkannya pergi.


"Ya sudah, tolong antarkan Aku pulang dulu ya," pinta kekasih Ferdy yang kini tak lagi dicintai Ferdy seperti dulu.


"Oke,"sahut Ferdy


"Hm antusias sekali, apa ada yang disembunyikannya," gumam kekasih Ferdy di dalam hatinya.


Ferdy pun langsung ke kasir untuk membayar kopi yang mereka pesan. Ferdy begitu cemas, ia takut Sarah menunggu dirinya terlalu lama. Di depan kekasih lamanya i berusaha untuk menyimpan rapat-rapat rasa gundah gulana yang menderanya kini.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya kekasih lama Ferdy sambil menatap tajam mata Ferdy berharap Ferdy bersedia terbuka padanya.


"I iya Aku baik-baik saja, terima kasih ya dari dulu kamu suka khawatirkan Aku, kalau tiba-tiba Aku minta pulang cepat kayak gini," jawab Ferdy dengan menahan segala kegundahan hatinya yang sedang memikirkan perasaan Sarah saat ini di depan kekasih lamanya itu.

__ADS_1


"Syukurlah jika kamu baik-baik saja," sahut Kekasih lama Ferdy.


Mereka pun langsung naik motor Ferdy. Ferdy sesungguhnya ingin mengakhiri hubungannya dengan wanita yang saat ini diboncengnya karena ia sudah tidak mencintainya lagi. Tapi Ferdy butuh waktu yang tepat agar bisa mengutarakannya pada wanita yang pernah mengisi hatinya.


setelah motor sampai di depan rumah kekasih lamanya itu, Ferdy langsung pamit pada kekasih lamanya itu.


"Aku pamit ya, maaf tadi tidak bisa lama ngobrolnya," ucap Ferdy sambil tersenyum setelah mengucapkannya.


"Iya tidak apa-apa, Lain kali mungkin bisa lebih lama dan santai. Hati-hati ya sayang," sahut kekasih lamanya Ferdy.


"Terima kasih, assalamualaikum," ucap Ferdy sambil menaiki motornya.


"Wa'alaikumussalam," jawab kekasih Ferdy.


Kekasih Lamanya Ferdy mulai curiga, sepertinya ada yang aneh pada kekasihnya itu. Perasaan yang berkecamuk mulai menggelayuti pikirannya.


Ferdy yang seketika berlalu setelah berpamitan ada kekasih lamanya langsung menuju ke rumah Sarah. Namun sesampainya di sana, Ia justru tak menemukan Sarah. Ferdy pun menanyakan pada Ibunda Sarah, ternyata Sarah di jemput oleh Vita dan Anton. Sahabat SMA Sarah. Ferdy merasa kesal pada dirinya sendiri ketika mengetahui hal tersebut. Ia pun langsung pamit pada Ibunda Sarah. Ferdy bergegas menyusul Sarah.


Sebenarnya Sarah memang telah dijemput oleh Vita dan Anton. Kali ini Sarah nampak lebih diam dibanding biasanya. Sedangkan Ferdy terlihat sekali Keningnya itu dikerutkannya, tanda ia sedang berpikir keras untuk mencari alasan apa lagi yang bisa masuk akal. Ferdy langsung mengambil ponselnya dan menghubungi kekasih hatinya itu. Panggilan terhubung namun tak kunjung dibalas oleh Sarah. Ferdy semakin cemas apakah Vita sudah memberitahu yang sebenarnya terjadi.


"Tidak terasa sudah sampai juga ya Vit," ucap Sarah.


"Iya Sarah, yuk kita masuk," sahut Vita.


Mereka bertiga pun masuk, Vita mengelus dadanya. Ia harap kali ini Ia tidak baper ketika melihat Boby, terlebih saat bersama Lani.Suara motor yang menghampiri mereka, sejenak membuat mereka bertiga menoleh ke arah gerbang Panti. Suara mesin motor yang tak asing lagi bagi mereka, terutama Sarah.Ya, motor itu milik Ferdy, kekasih Sarah.


"Sarah kami duluan ya, Aku dan Anton mau bantu Kak Vika di dalam," ucap Vita.


"Iya Vit, ini Ferdy juga sudah datang ini kok. Terima kasih banyak ya," sahut Sarah.


"Sama-sama, santai saja Sarah," sambung Anton.


Saat Vita masuk ke ruangan acara syukuran, hatinya terenyuh. Di sisi lain, ia amat bahagia sahabatnya sebentar lagi akan bertunangan. Tapi di sisi lain, hatinya menangis, ingin rasanya Vita berontak dan bertanya mengapa dan mengapa harus Boby?".


Lani yang melihat Vita sedang merenung, akhirnya menghampiri Vita.

__ADS_1


"Lagi mikirin apa Vit?" tanya Lani, yang sontak membuat Vita terperangah seketika.


"I ini Lan, Aku sungguh takjub dan bersyukur akhirnya sebentar lagi, Aku bisa melihat syukuran acara tunangan kamu," ungkap Vita.


"Iya ya Vit, Aku juga tidak menyangka usia persahabatan kita sudah cukup panjang. Rasanya baru kemarin ya kita pakai baju seragam," sambung Lani.


"Iya semoga selamanya ya Lan," harap Vita.


"Oh iya Aku permisi dulu ya mau ke Ibuku dulu," izin Lani pada Vita.


"Iya Lan, kebetulan Aku juga mau ke toilet dulu," sahut Vita.


Vita dan Lani pun berjalan menuju ke tempat tujuan masing-masing. Ferdy yang melihat Vita berjalan ke arah toilet, mulai mengikuti langkah Lani menuju ke toilet. Suasana tampak sepi, Ferdy pun menunggu Vita di depan toilet. Setelah Vita keluar dari toilet, Ferdy pun mengajak Vita untuk berbincang-bincang.


"Hai Fer, kamu emang sengaja nih nunggu Aku keluar?" tanya Vita.


"Iya, Aku cuma mau ingatkan kamu jangan sampai keceplosan ya di depan Sarah!" pinta Ferdy, yang terlihat resah jika Vita sampai membocorkan rahasianya.


"Terus kapan kamu mau jujur pada Sarah?"tanya Vita.


Lani yang berjalan menuju toilet tak sengaja mendengar percakapan mereka, Lani pun terdiam sejenak.


"Beri Aku waktu Vit, kalau kamu tidak sabar, Aku juga bisa bocorkan rahasia kamu. Dan kamu pasti tahu kan akibatnya jika Aku juga bocorkan rahasia kamu," celetuk Ferdy yang mengingatkan Vita jika Ia berani mengatakan rahasia Ferdy pada Sarah.


Lani berjalan menghampiri Vita dan Ferdy.


"Assalamu'alaikum, kalian sedang apa berduaan di sini?" tanya Lani.


Vita dan Ferdy sontak terperangah, namun keduanya sepertinya tak aku menunjukkan hal tersebut, merekapun berusaha untuk mengarang cerita.


"Ini kita lagi mau kasih surprise ke Sarah soalnya Ferdy kayaknya mau ke arah yang lebih serius gitu Lan," jawab Vita.


"I iya Lan, do'akan ya supaya lancar," sambung Ferdy.


"Aamiin, semoga dilancarkan ya Fer. Aku ikut senang dengarnya," sahut Lani.

__ADS_1


__ADS_2