
Bobi nampak gelisah, bagaimana jika ia bertemu Lani di sini. Ia harus punya alasan untuk pulang sebelum Lani kemari. Ia pun teringat bahwa ia akan membeli kue pesanan Ayahnya.
" Sayang, kamu tunggu sahabatku dulu ya, Aku mau kenalin kamu ke dia,"
" Tapi maaf Vit, Aku harus beli kue untuk Ayah,"
" Oh iya lain kali saja ya,"
" Iya kalau begitu Kakak pamit ya,"
" Iya Kak,"
Sebenarnya Vita ingin sekali mengenalkan Boby kepada Lani. Namun belum waktunya sepertinya. Boby segera beranjak dari rumah Vita dan bergegas untuk pegi ke toko kue. Ia tak mau Sampai terlihat oleh Lani. Namun sungguh Boby tak menyangka jika Ia bertemu dengan Lani di tempat kue.
" Kak Boby, sedang beli kue juga?"
" Iya kamu sama siapa?"
" Lani sendiri, mau ke rumah Vita sahabat Lani,"
Boby bingung, tidak enak jika tidak mengantar Lani. Tapi jika mengantar Lani ke rumah Vita, ia amat takut Vita mengetahui Yang sebenarnya.
"Kak kenapa melamun?"
" Oh iya Lan, tunggu sebentar ya Kakak antar. Tapi kakak tidak bisa antar Sampai depan rumah. di Gang saja ya,"
" Memangnya Kakak tahu rumah sahabat aku dimana?"
" Ya maksudnya takut masuk Gang, Karena Kakak sudah ditunggu sama Ayah jadi Sampai Gang saja mengantarnya,"
__ADS_1
" Ok Kak,"
Setelah membeli kue, Boby dan Lani langsung jalan menuju ke arah rumah Vita.
" Rumahnya di daerah mana?"
" Di komplek sebelah sana Kak, tidak jauh dari sini Koq,"
" Ok yuk berangkat,"
Setelah sampai Gang, Lani pun turun dari motor Boby.
" Terima kasih ya Kak," ucap Lani.
" Iya sama- sama hati-hati ya,"
Lani pun segera berjalan menuju rumah Vita sahabatnya. Tepat di pintu depan rumah Vita, Lani pun mengucapkan salam dan salamnya terdengar oleh Vita.
" Wa'alaikumussalam, Lani terimakasih ya kamu sudah datang,"
" Iya sama-sama,"
"Yuk masuk,"
" Sudah lama kita tidak curhat ya di kamar kamu,"
"Hehe, iya Lan, bentar ku ambilkan minum dulu,"
" Oh iya ini tadi di jalan aku mampir ke toko kue,"
__ADS_1
"Alhamdulillah, terimakasih banyak Lan,"
" Iya Vit,"
Ketika Vita menuju ke dapur, Lani mendapatkan panggilan telepon dari panti asuhan.
"Assalamualaikum, iya Bu ada yang bisa saya bantu?" Ujar Lani kepada pihak panti asuhan.
" Wa'alaikumussalam, begini Dik Lani, salah seorang anak panti ternyata pandai melukis dan melukis kebersamaan Dik Lani dengan Kekasih pada sat berkunjung ke panti waktu itu. Jika berkenan besok Dik Lani bisa melihat lukisannya ke panti asuhan,"
" Masya Allah Alhamdulillah Bu, iya saya usahakan besok ke Panti bersama kekasih Saya,"
" Baik Bu, "
Lani sungguh begitu terharu mendengar nya. Ia sungguh tak menyangka Ada anak yang begitu antusias mengabadikan kebersamaannya dengan Boby. Ia pun memberitahukan pada Boby melalui pesan singkat di ponselnya.
[ Assalamualaikum, Kak Boby ada anak panti yang melukis kebersamaan kita]
"[ wa'alaikumussalam, Alhamdulillah kreatif sekali ya]
"[ Iya Kak, besok temani Lani ya ke panti kita lihat lukisannya]
[ Ok siap Lan]
Ketika Vita membawa minuman ke arah Lani, Vita langsung memberikan minuman tersebut. Vita pun mulai bercerita pada Lani mengenai apa yang tejadi pada hubungannya dengan Kekasihnya yaitu calon tunangannya Lani.
Mendengar apa yang diceritakan Vita, Lani pun berpikir bagaimana jika Kak Boby sudah memiliki kekasih.
Ia pun ingin segera menemui Boby untuk menanyakan apakah saat ini Boby punya hubungan spesial atau tidak.
__ADS_1