
Setelah rasa kantuk melanda, akhirnya Lani pun mulai rebahan dan tidur untuk kembali bangun dan beraktifitas pada esok hari. Setelah jam menunjukkan pukul 05.00 wib, Lani pun mulai bangun dan melanjutkan rutinitasnya setiap pagi hari. Pagi ini nampaknya Lani agak sedikit sibuk karena ia akan mengunjungi Panti Asuhan untuk memberitahu jika esok hari ia akan mengadakan syukuran di Panti Asuhan tersebut.
Sedangkan Vita masih Tertidur pulas, setelah semalaman memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membantu Sarah. Vita tak ingin berlama-lama menyimpan rahasia tentang kebusukan kekasih sahabatnya itu. Pedih rasanya sungguh tak terbendung lagi. Ia baru menyadari pengorbanan dan perjuangan Sarah selama ini yang menyembunyikan kisah kasih Bobi dan juga dirinya dari Lani. Ternyata rasanya menyimpan rahasia yang ia ketahui namun tak dapat dibicarakan pada sahabatnya itu rasanya sakit sekali. Kini Vita bagaikan seorang aktris yang bisa bergonta ganti peran, hanya untuk sebuah rahasia yang bila diketahui akan fatal dampaknya dikemudian hari.
Sarah yang sudah terbangun, mulai ingin meluapkan perasaannya itu pada Vita. Lani mungkin saja sedang sibuk, jadi ia lebih memilih untuk membahasnya bersama Vita.
[Assalamu'alaikum]
pesan singkat kepada Vita belum juga dibacanya, padahal sudah sepuluh menit ia mengirimkannya. Mungkin saja Vita masih tidur. Begitulah Sarah mengira-ngira. Jadi ia pun memutuskan untuk menunggu saja balasan pesan dari Vita.
Sedangkan kakaknya Vika sudah bangun dari tadi. ia ingin sekali berangkat lebih awal agar persiapan acara untuk besok lebih cepat selesai. Sehingga adiknya Vita tidak terlalu lama melihat kebersamaan Bobi dengan Lani.
Tidak lama kemudian, Vita menghampiri Vika yang tengah asyik meneguk kopi hitam favorit Vika.
"Ngopi Kak," ucap Vita.
"Iya Dik, kamu sudah bangun?" tanya Vika.
"Iya barusan Kak, kepalaku agak sedikit pusing jadi bangunnya agak siang," jawab Vita.
"Kakak mau berangkat nanti sekitar pukul 09.00 wib. Lani minta pukul 10.00 wib, cuma ya agar lebih cepat selesai jadi Kakak akan ke sana duluan," ujar Vika.
"Oke Kak, mungkin Aku menyusul saja ya soalnya Aku mau ajak Sarah, sekaligus mau ke rumahnya dulu," sahut Vita.
"Oke sip kalau begitu," sambung Vika.
Vita berusaha untuk berlapang dada di depan Vika. Semoga Vita terbiasa melakukannya, itukah harapan Vita saat ini. Ditambah saat ini ia juga harus bisa jaga sikap di depan Sarah agar Sarah tidak merasa curiga dengan gerak-geriknya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 wib, Biak pun bergegas untuk bersiap-siap ke Panti Asuhan. Setelah minum kopi hitam dan sarapan roti, Vika pun pamit pada Ibunda tercintanya.
"Bu, Vika pamit ya mau ke tempat acara untuk besok Andi dari sekarang persiapannya," ucap Vika.
__ADS_1
"Iya Nak, hati-hati ya," ucap Ibunda Vika.
"Iya Kak semoga dilancarkan ya," sahut Vita.
"Aamiin, assalamu'alaikum," ucap Vika.
"Wa'alaikumussalam," jawab Vita dan Ibundanya.
Lani yang sedang berada di rumahnya pun sedang menunggu Bobi untuk menjemputnya. Lani merasa senang sekali karena waktu acara tunangan sudah semakin dekat, meski ia merasa gugup. Namun ia yakin niat baik pasti akan dimudahkan olehNya.
Lima belas menit kemudian, Vika pun sudah sampai di gerbang Panti Asuhan tersebut. Ia sungguh kagum pada Lani, karena sejak dari dulu Lani sudah menjadi donatur tetap untuk Panti Asuhan tersebut.
Sambil berjalan menyusuri dan melihat pemandangan pohon-pohon yang rindang di kiri dan kanan, Vika tak karuan jika mengingat Kisha cinta adiknya yang kali kedua ini mencintai pria yang sama dengan sahabatnya. Kali ini lebih pelik lagi karena ia turut andil dalam rangkaian acara tunangan maupun pernikahan sahabat dari adiknya tersebut.
Vika sungguh tak menyangka kliennya itu menikah dengan kekasih yang amat dicintai oleh Adiknya tersebut.
Sesampainya di pintu utama, Vika yang dihampiri o
dan kemudian ditanya oleh salah satu pengelola Panti pun langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pengelola tersebut.
"Wa'alaikumussalam, begini saya ada janji dengan salah satu donatur panti di sini, kebetulan beliau mau mengadakan acara untuk besol sore di sini," jawab Vika dengan nada yang lembut.
"Oh kalau begitu silahkan masuk," ucap sang pengelola panti yang bernama Ibu Tari.
"Terima kasih Ibu," ucap Vika.
Vita yang sedang siap-siap menuju rumah Sarah, tiba-tiba dikejutkan oleh suara klakson mobil. Dan sepertinya Vita sudah hafal dengan suara mobil tersebut. Benar saja, suara klakson mobil itu dari seseorang yang kini amat dicintainya. Ya ternyata itu mobil Boby.
Nampaknya Vita agak enggan untuk menghampiri Bobi. Namun Boby tetaplah tamu yang datang ke rumahnya. Ia pun terpaksa bergegas menghampiri Bobi.
"Assalamu'alaikum Vit, kamu mau ke Panti tidak?" tanya Boby.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam, iya Kak," jawab Vita.
"Aku juga hendak ke sana," jawab Bobi.
"Oke, Kakak kan mau jemput Lani, jadi sebaiknya Kakak bergegas menuju ke sana," pinta Vita.
"Iya kalau begitu Aku pamit ya Vit," pamit Bobi pada Vita.
"Iya hati --hati ya Kak," ucap Vita dengan nada yang lembut.
"Iya Vit, assalamualaikum," ucap Bobi.
"Wa'alaikumussalam,"jawab Vita.
...Saat berjalan menuju ke mobilnya,sesaat Bobi pun menoleh ke arah Vita. Vita yang masih berdiri di depan pintu rumahnya pun tersenyum begitu merekah pada Bobi. Ingin rasanya Bobi kembali menuju ke arah Vita dan mengajaknya pergi jalan-jalan ke suatu tempat. Namun perasaan itu harus ia tahan...
Bobi pun bergegas kembali menuju ke arah mobil yang ia parkir. Sesaat sebelum ia membuka pintu mobil, nampaknya mobil Anton pun parkir di dekat mobil Bobi. Ternyata Anton sudah pulang dari luar negeri. Vita yang baru saja membalikkan badan ke arah pintu rumahnya, saat mendengar suara mobil yang tak asing juga di telinganya. Akhirnya membalikkan badannya ke arah Bobi kembali. Ternyata benar itu adalah suara mobil Anton.
Anton yang baru saja memarkirkan mobilnya, dan keluar dari mobil tersebut langsung menuju ke arah Bobi.
"Assalamu'alaikum, Bobi apa kabar?" sapa Anton.
"Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah baik," jawab Bobi.
"Syukurlah kalau begitu," saut Anton.
Vita pun menghampiri keduanya dan mengajak Anton untuk masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum Anton," sapa Vita pada Anton.
"Wa'alaikumussalam Vit kamu sehat?" jawab Anton sambil kembali melontarkan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat wal'afiat. yuk masuk Aku mau bikin dulu kopi ya," ucap Vita pada Anton.
Bobi pun permisi apa mereka berdua dan langsung masuk ke dalam mobilnya.