Ku Tunggu

Ku Tunggu
tukar kado


__ADS_3

Acara tukar menukar kado pun di mulai. Suasana begitu meriah. Dan semua yang hadir menunjukkan wajah yang sumringah. Ada yang mengambil perlahan dan ada juga yang berebut bertujuan untuk memeriahkan acara saja, setelah berebut mereka pun saling tertawa begitu juga dengan Lani, Vita, Sarah, dan Anton.


Bobi hanya menunggu di tempat duduk yang disediakan. Ia tak kuasa menahan tangisnya. dengan gerak cepat Ia bergegas menyeka air matanya. Hari yang Bobi takutkan selama ini menjadi kenyataan. Ia seolah-seolah sedang berada di jurang. Hati ingin berontak namun apa daya itu hanya akan membuat masalah semakin runyam.


"Kak Bobi, sebentar lagi acaranya usai, maaf ya Kak jika menunggu lama," Ucap Lani.


"Santai Lan, sudah tukar kadonya?" tanya Bobi.


"iya Alhamdulillah sudah Kak, ini Aku tidak tahu tapi dari siapanya,"


Tidak lama kemudian, Sarah dan Vita datang.


"Lan, kamu dapat yang punya Aku,"


"Oh ya Vit, kamu juga sepertinya dapat punya Aku," sambung Lani.


"Kebetulan ya,"


"Iya ya Vit,"


Bobi dan Vita saling menatap, mata mereka seakan saling berbicara. Tapi Vita sebisa mungkin harus bersandiwara di depan Lani. Ia tak mau menimbulkan kecurigaan dibenak Lani. Sarah mengumumkan jika rangkaian acara reuni telah selesai. puncak acara adalah tukar kado yang baru saja selesai dilaksanakan.


Sarah pun mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Dan menutup acara dengan mengajak semua yang hadir untuk berdo'a.


Setelah berdo'a Sarah mempersilahkan kepada semuanya yang ingin segera pulang karena acara telah selesai.


"Kak, Kak," sahut Lani, namun tampaknya Bobi sedang melamun.


"Kak," Sahut Lani sekali lagi.


"oh i.,, iya Lan maaf ya, ada apa?" tanya Bobi.


"begini Kak, kita pulang yuk, Kakak kenapa?"


tanya Lani.


"Kakak baik-baik saja koq, ok kita pulang sekarang,"


"Aku pamit dulu ya, sama teman-teman Aku,"


"Ok baiklah,"


Bobi menunggu Lani yang sedang pamitan kepada teman- temannya. ingin rasanya ia cepat sampai di rumah dan rebahan.


ramai sekali orang-orang yang di sekitar Vita bilang CLBK, tidak lama kemudian Lani datang menghampiri Vita.


"Vita, Sarah dan semuanya Aku pamit pulang dulu ya, terima kasih ya untuk semuanya,"

__ADS_1


"Iya Lan, hati-hati ya," ucap Sarah.


"Lan, bareng yuk kedepannya," pinta Lani.


"Ok Vit,"


"Ok semuanya Aku duluan ya, Sarah terima kasih banyak ya," ucap Vita kepada Sarah sambil memeluk erat sahabatnya itu.


Sambil berjalan, Vita mencari di mana keberadaan Anton.


"Vit kamu cari siapa?" tanya Lani.


"Ini Vit tadi Anton bilang mau mengantarkan pulang, tapi ternyata Anton tidak ada,"


"Vit kamu cari Aku?" tanya Anton.


"Oh iya, Aku mau pulang dulu, terima kasih ya Anton,"


"Kamu ini, Aku antar kamu pulang ya,"


pinta Anton.


"Ya, ok kalau begitu,"


"Hayu Lan kita ke depan,"


"Kak yuk kita pulang," ajak Lani.


"Oh iya Ayo Lan,"


"Vit, Anton kita pamit pulang dulu ya, sampai ketemu lagi nanti ya," ucap Lani.


"Iya Lan hati-hati ya,"


sahut Vita.


Bobi yang melihat senyuman manis di wajah Vita tak kuasa menahan kesedihannya. Apakah masih bisa melihat senyuman manis yang khusus untuk dirinya atau tidak, itulah yang saat ini ada dibenaknya Bobi.


Vita dan Anton langsung masuk ke mobil, seketika itu Vita menangis sejadi-jadinya.


"Luapkanlah Vit, luapkan segala amarahmu, rasa kecewamu itu. Percayalah setelah itu kau akan bisa jauh lebih tenang dari saat ini," ucap Anton seraya memberikan support kepada Vita.


"Iya terima kasih ya Anton, Aku bersyukur saat Aku dihadapkan pada situasi seperti ini, kamu hadir dan memberikanku support," ucap Vita sambil disertai Isak tangis yang kian tak tertahankan.


"Sama-sama Vit. Bukan hanya itu saja, Aku bersedia membalut lukamu dan menghapus cintamu pada Bobi jika kamu mau membuka hatimu kembali untukku Vit," ujar Anton meyakinkan Vita.


"Untuk hal itu Aku belum bisa memikirkan sejauh itu Anton," ucap Vita dengan mengulas senyum tipis dibibirnya.

__ADS_1


"Ok Vit, maafkan Aku ya,"


"Santai Anton, kayak ke siapa saja, ok kita pulang yuk,"


"Ok siap,"


sedangkan Bobi yang terlebih dahulu jalan, tiba-tiba jiwa penasaran Lani kembali muncul. Dan ia meminta Bobi untuk menghentikan laju mobilnya itu.


"Kak bisa berhenti dulu sejenak, ada yang ingin Lani tanyakan," ucap Lani.


"Ok siap sebentar ya,"


"Kenapa Lan? ada masalah?" tanya Bobi.


"Begini Kak, lagu tadi apakah itu mewakili perasaan Kakak?" tanya Lani penuh harap Bobi menjawab dengan yang sejujurnya.


"Lagu yang aku nyanyikan? hm, itu kan hanya lagu Lani. Mengapa kamu pertanyakan hal itu?"


Jawab Bobi dan Kembali Bobi melontarkan pertanyaan. Sungguh Bobi tak menyangka jika Lani bisa sepeka itu. Karena memang benar adanya jika lagu itu sungguh mewakili perasaannya saat ini.


"Ya Kakak menyanyikannya penuh penghayatan dan seperti sedang mengeluarkan semau unek-unek yang menggelayuti fikiran Kak Bobi,"


"Haha Lani, Lani itu sebuah lagu yang dinyanyikan oleh sebuah grup band dan maksudnya sesuai dengan apa yang kerap kali anak-anak SMA banyak yang mengalaminya Lan,"


"Iya sih, tapi asli tadi Kakak itu kayak mengalaminya gitu,"


"Jadi Kakak harus jelaskan kayak gimana lagi Lan? belum cukup? masih tidak percaya juga?"


diberikan rentetan pertanyaan seperti itu membuat rasa penasaran Lani mulai goyah dan memilih percaya dengan statement yang diberikan Bobi.


"Ya sudahlah Kak, sudah malam kita lanjutkan kembali perjalanan kita,"


"Ok siap Lan,"


Setelah sampai di rumah Lani, Bobi segera berlalu. Ia ingin sekali cepat sampai di rumah. Namun ia begitu cemas dengan keadaan Vita saat ini. Mungkin Vita sudah sampai rumah, begitulah fikir Bobi.


Ketika sampai di depan rumah Vita, Bobi melihat Vita baru saja diantar pulang oleh Anton. Bobi menunggu Anton beranjak dari rumah Vita. Setelah Anton berlalu, Bobi bergegas menuju ke arah Vita. Bobi seketika memanggil Vita yang hampir saja hendak membuka pintu depan rumahnya.


"Vit, tunggu," panggil Bobi.


"Kak Bobi, kenapa?"


"Tolong beri Kakak sedikit waktu untuk menjelaskan semua padamu Vit," pinta Bobi pada Vita.


"Baiklah Kak, kita berbincang-bincang di sebelah sana ya,"


"iya terima kasih Vit,"

__ADS_1


Vita amat menyadari bahwa semua yang tengah menimpanya serta merta bukan mutlak kesalahan kekasihnya itu. Namun ia pun harus bisa mengintrospeksi dirinya. Siapa tahu ini juga buah dari kesalahannya dimasa Yang lalu.


__ADS_2