
[ Assalamualaikum, sayang kamu sedang apa? ]
Sudah sekitar lima belas menit, namun Boby dan Vita belum juga membalas pesan dari Boby. Hal itu membuat Boby resah dan juga gelisah. Tidak lama kemudian terdengar bunyi di ponsel Boby dan Boby pun segera membaca pesan tersebut. Ia mengira jika pesan tersebut dari Vita ternyata dari Sarah.
[ Assalamualaikum kak Boby bagaimana kabar hubungan mu dengan Vita? ]
[ Wa'alaikumussalam ya begitulah Sarah, setelah Vita curhat pada Lani, Lani mulai curiga padaku Jika Aku sudah punya kekasih ]
[ Semoga masalah ini cepat selesai ya Kak ]
[ Do'akan ya agar kami bisa kuat menerimanya]
[ Aamiin ]
Di ponsel Boby terdengar kembali bunyi tanda pesan singkat masuk. Ternyata balasan pesan yang ditunggu-tunggu pun telah sampai. Boby bergegas membacanya.
[ Wa'alaikumussalam, maaf sayang tadi aku ketiduran. Ini baru bangun, Kalau kamu sedang apa? ]
[ Sedang menunggu pesan cinta darimu ]
[ Kakak bisa saja ]
[ Oh iya sayang, barusan Kakak ingat waktu pertama kita bertemu dan awal-awal kita di dekat. lucu ya Vita, seru banget ]
[ Iya ya Kak]
Mereka pun terus mengingat hal-hal yang membuat mereka saling jatuh hati hingga Vita merasa terhibur. Namun seketika terdiam tatkala ia ingat perjodohan kekasihnya dengan gadis lain. Dadanya terasa sesak. Hal itu membuat Boby mulai mencurigai Vita.
[ Sayang, Vit, kenapa kamu terdiam? ]
__ADS_1
[ I iya Kak maaf, Aku ingat perjodohan Kakak makanya aku terdiam sejenak Kak ]
[ Iya Vit, jika ingat itu Kakak pun seperti itu]
Vita langsung menyeka air matanya, ia tak mau terus bersedih. untuk mencairkan suasana dengan menanyakan kabar Pak Burhan.
[ Kak, bagaimana kabar Ayahmu? ]
[ Alhamdulillah baik sayang. Salam katanya ]
[ Wa'alaikumussalam, gimana Kak kemarin opor ayamnya untuk Ayah Kakak? ]
[ Oh iya Vit. Ayah senang sekali dan terima kasih katanya Vit ]
[ Sama-sama senang Aku mendengarnya, kalau begitu sudah dulu ya Kakak mau istirahat dulu ]
[ Oh iya Kak ]
harus menemani Lani ke Panti Asuhan. Boby pun langsung istirahat di kasurnya.
Pagi ini Boby ada janji dengan Lani untuk melihat lukisan yang dibuat anak panti ke Panti Asuhan. Ingin sekali Boby ke Panti sesekali bersama Vita. Tapi tentunya tidak mungkin ke Panti tersebut karena pihak Panti sudah mengetahui bahwa dirinya adalah calon tunangannya Lani. Boby pun minta izin kepada Ayahnya.
" Ayah pulang dari kampus Boby mau jemput Lani. Dia minta antar ke Panti,"
" Iya Nak, Ayah senang sekali kamu mau antar Lani,"
" Iya Ayah,"
Seperti biasa setelah pamit Boby menuju ke arah rumah Vita untuk menjemputnya. Vita ternyata sudah menunggu Boby.
__ADS_1
" Assalamualaikum, Sayang kamu sudah nunggu lama?"
" Wa'alaikumussalam tidak Kak baru saja yuk kita berangkat,"
" Ok,"
Vita pun segera naik ke motor, Boby merasa lega melihat Vita yang saat ini sedang ceria. Setelah sampai di kampus. Mereka berbincang-bincang sejenak.
" Vit, pulang dari kampus Kakak mau ada perlu. Kamu pulang sendiri ya, tidak apa-apa kan?"
" Iya Kak,"
Setelah pelajaran usai Boby pun segera menuju Ke rumah Lani. Nampaknya Lani sudah bersiap-siap dan begitu bahagia melihat Boby menjemputnya tepat waktu.
" Assalamualaikum, Lan kamu sudah siap?"
" Wa'alaikumussalam, iya Kak. Terimakasih ya Kaka datang tepat waktu,"
" Iya Lan,"
Vita melihat ke arah parkiran ternyata Boby sudah berangkat. Beberapa menit kemudian, Vita teringat bahwa Lani mengajaknya ke Panti Asuhan. Sepertinya Vita ingin sekali ke Panti ia pun mengajak Sarah untuk ke Panti. Setelah itu baru mengajaknya ke rumah Lani. Setelah dihubungi Sarah pun bersedia menemani Vita dan Lani ke Panti Asuhan. Padahal dirumahnya Lani sudah mau berangkat. Setelah semuanya siap Lani pun berangkat menuju Panti Asuhan bersama Boby. Vita yang menunggu Sarah di Cafe yang dekat dengan kampus mulai merasa bosan. Tidak lama kemudian Sarah pun datang.
" Assalamualaikum, Maaf Vit sudah membuat kamu menunggu lama,"
" Wa'alaikumussalam, tidak apa-apa Sarah.
Yuk kita berangkat,"
" Ok,"
__ADS_1
Ketika sampai di rumah Lani. Ternyata Lani sudah berangkat. Mereka pun segera menuju ke Panti.
.