Ku Tunggu

Ku Tunggu
Acara reuni


__ADS_3

" Sarah, barusan Aku ketemu Vita sepertinya maagnya kambuh," Ujar Lani kepada Sarah.


Sarah pun merasa heran, barusan Vita terlihat baik-baik saja. Sarah pun baru ingat jika Vita pasti sudah melihat Bobi datang bersama Lani. Kemungkinan besar jika saat ini Vita sudah mengetahui semua yang terjadi.


" Ia sepertinya Lan, Lan sambil menunggu yang lain datang kalian silahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia ya, Aku mau cari Anton dulu. Oh iya kamu tahu Vita dimana sekarang?"


" Tadi Vita bilang mau ke toilet,"


" Oh iya terima kasih ya,"


" Sama- sama,"


Sarah pun bergegas mencari Vita ke toilet dan sebelum sampai di toilet ia bertemu dengan Anton.


" Sarah, kamu lihat Vita? tanya Anton kepada Sarah.


" Lani bilang barusan jika Vita sedang berada di toilet,"


" Sebentar Sarah, di toilet kata Lani berarti Vita sudah tahu yang sesungguhnya jika Lani adalah wanita yang dijodohkan dengan Bobi,"


" Iya kamu benar Anton,"


" Ayo cepat kita harus ke toilet mencari Vita Aku takut dia syok," ujar Anton kepada Sarah.


" Iya Anton,"


Mereka berdua langsung menuju ke toilet, Sarah masuk ke toilet wanita dan Anton menunggu di depan. Nampak Sarah sedang touch up, rupanya barusan ia baru saja menangis dan segera menutupinya dengan memakai kembali make up yang ia punya.


" Vita, Aku cari-cari kamu kata Lani kamu ada di sini,"


" Kamu sudah tahu kan Sarah, siapa yang bersama Lani?"


" I iya Vit," jawab Sarah.


Vita Kembali menangis tak kuasa menahan kesedihannya. Ia bersandar di pundak Sarah. Sarah perlahan membantu Vita ke luar toilet dan mencari tempat duduk agar Vita lebih leluasa meluapkan segala yang ada dibenaknya


kepada Sarah.


" Anton,"


" Vit yang sabar ya,"


" Terima kasih Anton, Sarah aku mau bicara empat mata dengan Anton, maaf ya Sarah Aku mohon,"

__ADS_1


" Baiklah Vit, tenang saja lagi pula di dalam mungkin sesuatu yang harus dipersiapkan. Anton, Aku mohon kamu temani Vita dulu ya,"


" Iya siap Sarah,"


" Ok Terima kasih, Vit Aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua dengan tegar," sambil mengelus pundak Vita, Sarah memberikan support kepada Vita. Vita pun memeluk Sarah begitu erat.


" Terima kasih ya kamu selalu ada buat Aku,"


" Iya sama-sama Vit,"


Vita segera menuju ke dalam ruangan acara di mana reuni diadakan. Bobi nampak begitu cemas dengan keadaan Vita saat ini. Saat Sarah datang, sepertinya Bobi ingin tahu keadaan Vita sekarang.


" Sarah, Vita bagaimana keadaannya saat ini?"


" Oh Alhamdulillah agak berkurang sakitnya, ia sedang ditemani Anton,"


" Alhamdulillah,"


Vita saat ini merasa jika ini semua terjadi karena kesalahannya di masa lalu yaitu merebut Anton dari Lani.


" Anton apa ini hukum karma?"


" Sudahlah Vita kamu jangan banyak fikiran ya, mungkin ini yang terbaik untuk kamu dan Lani,"


" Iya Anton, terima kasih ya kamu hadir disaat yang tepat. Disaat Aku butuh teman untuk mencurahkan isi hatiku. Anton,"


" Ok,"


Bobi semakin gelisah, ia harus mencari tahu keadaan Vita


Ia sungguh takut Vita syok setelah mengetahui ini semua.


" Lan, Kakak izin mau ke toilet dulu ya,"


" Iya silahkan Kak"


Sementara itu, Anton dan Vita pun melanjutkan perbincangan mereka.


" Aku selama ini sudah merasa jahat kepada Lani saat kita menjalani hubungan saat kamu masih menjadi kekasih Lani,"


" Itu semua sudah berlalu Vit, kita buka lembaran baru. Menjalani hari-hari dengan penuh ceria. Gimana sudah siap belum ke acara reuni,"


" Baiklah, Aku sudah merasa lebih baik dan Aku harus siap,"

__ADS_1


" Ok,"


Ketika Bobi menuju ke arah Toilet dan Vita bersama Anton juga menuju ke tempat acara reuni, Vita pun berpapasan dengan Bobi.


" Vit, apakah kamu baik- baik saja? tanya


Bobi sambil memegang tangan Vita.


" Sudahlah Anda jangan mengganggu Vita lagi, urusi saja tunangan Anda, bukankah sebentar lagi pertunangan Anda akan dilaksanakan?" Celetuk Anton kepada Bobi.


" Maaf ya ini bukan urusan Anda, ini urusan Saya dengan Vita," Ucap Bobi denqan nada kesal sambil mengepalkan tangannya ia berusaha untuk menahan Amarahnya.


" Jelas sekarang urusan Vita menjadi urusan Saya, karena saya adalah sahabatnya,"


" Sahabatnya atau sepertinya kamu menginginkan lebih,"


" Itu lihat saja nanti, yang jelas Saya minta Sekali lagi Anda lebih baik jauhi Vita. Anda tahu sendiri mereka bersahabat, kecuali jika Anda ingin menggagalkan rencana pertunangan itu. Karena jika Lani tahu hal ini, Saya yakin dia yang akan menggagalkan rencana tersebut,"


" Sekali lagi Saya minta Anda jangan ikut campur atau....,"


" Atau apa?


" Sudah Cukup, Kak Bobi, Anton. Kalian jangan seperti anak kecil, gimana jika mereka mengetahui hal ini terutama Lani. Kak Bobi, Anton benar Mulai dari Sekarang lebih baik Kakak jauhi Vita. Permisi Kak, Kami mau ke dalam lagi yang lain sudah menunggu. Mari Anton,"


" Ok siap Vit,"


" Vit, tunggu Vit,"


Vita bergegas berlalu dari ruangan tadi, ia sama sekali tidak mempedulikan ucapan Bobi, Bobi sungguh terpukul dengan kejadian ini. Namun lagi- lagi ia harus bersandiwara di depan Lani. Ia pun sebetulnya daam hatinya tidak menyangkal ucapan Anton. Namun ia benar- benar belum siap jika saat ini harus berpisah dengan Vita. Dering ponsel menyadarkan Bobi dari lamunan, dan ternyata yang menelepon dirinya adalah Lani yang mengajaknya untuk segera bergabung kembali karena acara akan segera digelar.


Setelah semua alumni hadir, panitia pun memulai acara reuni. Vita merasa saat ini adalah saat kedua kalinya ia harus bersandiwara kembali di depan Lani. Setelah apa yang terjadi beberapa tahun lalu disaat ia merebut Anton dari Lani. Ingin sekali Vita memeluk Lani dan berkata minta maaf tentang dulu yang pernah terjadi. Ya, Vita saat ini sepertinya tengah memahami hukum sebab akibat, dimana kita akan menuai apa yang kita tanam. Ia amat menyadari jika dulu ia hampir sama sekali tidak mempedulikan perasaan Lani. Ia hanya fokus tentang Anton, bagaimana Anton bisa jatuh ke pelukannya. Namun ketika Anton pergi ia baru menyadari jika perbuatannya itu salah dan Lani pun memaafkannya. Alasan ia bersikap dingin kepada Bobi setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena ia dulu berjanji tak ingin menyakiti Lani untuk kedua kalinya.


Sementara itu, sama halnya dengan Vita Bobi pun kembali seakan sedang menjadi peran utama dalam sebuah pertunjukan. Menahan rasa cinta yang mendalam kepada Vita demi untuk sebuah rencana kedua orang tuanya yang tak bisa ia tolak.


" Vit, kamu sudah baikan kan?" Tanya Lani.


" Iya Kan, tenang saja. Terima kasih ya perhatiannya,"


" Iya Vit sama- sama, jaga kesehatan ya. Jangan sampai telat makan. Aku ambilkan kamu kue ya,"


" Boleh, tapi maaf ya jika merepotkan,"


" Tidak kok Vit, Aku malah senang,"

__ADS_1


Lani sama sekali belum menyadari ada kejanggalan pada kebersamaan mereka. Ya hal itu rupanya karena Bobi dan Vita sama-sama pandai menyembunyikan itu semua. Namun perasaan hati Lani perlahan mulai bertanya-tanya. Mengapa tadi Vita langsung menyapa Bobi.


" Apakah mereka sudah saling kenal?" Lani mulai bertanya-tanya dalam hatinya.


__ADS_2