Ku Tunggu

Ku Tunggu
persiapan ultah Lani.


__ADS_3

Malam semakin larut, Boby tidak dapat tidur. Ia hanya ketakutan jika semakin la menyimpan rencana perjodohannya dengan Lani dari Vita, semakin membuat Vita sakit hati.


Lelah rasanya jika harus menutupi semua ini dari Vita. Dering ponsel membuat Boby terkejut. Ia segera mengambil ponselnya ternyata yang menelponnya adalah Pak Toni.


[ Assalamualaikum,bOm ada apa?]


[ Wa'alaikumussalam, Nak Boby besok jadi ya ke Cafe, rencananya Om mau merayakan ultah Mani di sana. Jadi kita kasih surprise untuk Lani ]


[ Oh baik Om, jam berapa Boby ke Cafe ]


[ Jam satu siang ya Nak ]


[ Iya Om, insyaAllah Boby akan datang tepat waktu ]


[ Terima kasih sebelumnya Nak ]


[iya sama-sama Om ]


Boby akhirnya mulai mengantuk dan segera tidur. Sementara itu Lani di rumahnya masih kebingungan. Ia merasa jika ada yang disembunyikan oleh Kak Boby. Jika memang ada wanita lain ia akan membatalkan rencana pernikahan ini. Tapi siapa wanita itu, apakah ia harus menyelidikinya. Ah rasanya tak sempat lebih baik tanya langsung saja untuk memastikan hal tersebut.


Di sudut kamar yang lain, tepatnya di kamar Vita, ia nampak amat sangat bahagia. Meski ada sedikit kejanggalan. Tapi akhirnya ia bisa bertemu dengan Ayah Kak Boby.


Malam mulai larut mereka semua pun tertidur pulas. Malam telah berlalu, hari ini seperti biasa aktifitas Boby ke kampus dengan sebelumnya menjemput Vita, sang pujaan hati. Vita pun sudah siap menanti kedatangan Boby.


" kak langsung berangkat ya,Ibu lagi ke Pasar,"


" Ya sudah,"


Sesampainya di kampus, Vita dan Boby menuju kelas masing-masing. Sebelum Vita masuk kelas tiba-tiba Boby memanggil Vita.

__ADS_1


"Vit, nanti pulangnya Kakak ada perlu, kamu pulang sendiri tidak apa-apa kan?"


" Iya tidak apa-apa Kak,"


" Ok terimakasih ya,"


" Iya sama-sama Kak Boby,"


Setelah pulang dari kampus, Boby langsung menuju ke Cafe tempat dimana Boby janjian dengan Ayah Lani. sesampainya di Cafe, ternyata Om Toni sudah berada di Cafe itu.


"Assalamualaikum,Om sudah sampai duluan ya,"


" Iya Nak Boby, silahkan duduk,"


Boby pun mengusulkan konsep ultah sederhana untuk dirayakan oleh kedua keluarga tersebut dan akhirnya konsep itu disetujui Ayah Lani.


" Terima kasih ya Nak Boby sudah kasih masukan dan juga sudah menemani Om. Rupanya kamu kreatif sekali ya,"


" Oh gitu, ide bagus itu teman kamu bisa bantuin dong nanti untuk acara tunangan?"


Boby begitu kaget, mengapa ia bisa begitu ceroboh, itu sama saja melukai hati Vita sangat dalam, masa untuk acara pertunangannya dengan Lani meminta bantuan Vita dan kak Vika. Boby harus tetap tenang, jangan sampai Om Toni curiga.


" I, iya Om, kalau tidak bentrok jadwalnya pasti bisa koq,"


" Bagus kalau begitu, karena sudah selesai,Om pulang duluan ya Nak Boby,"


" Baik Om, hati-hati ya,"


" Iya Nak Boby, terima kasih ya,"

__ADS_1


" Sama -sama Om,"


Boby teringat pada Vita, ia pun menelepon Vita.


[Assalamualaikum, sayang lagi apa?]


[ Wa'alaikumussalam, nunggu kabar darimu ]


[ Mau aku jemput sekarang?]


" Iya lah, itu yang ku tunggu,"


" Ok, aku meluncur ya sayang,"


" Ok ok,"


Setelah sampai di rumah Vita, Boby pun memberi salam dan dijawab oleh Kak Vika.


" Bob, apa kabar?"


" Baik Kak, Vita mana?"


" Lagi ke warung beli kopi kayaknya,"


" Vita cerita kalau dia sudah ketemu sama Ayah kamu Bob,"


" Iya Kak,"


" Baguslah,gimana tanggapan Ayah kamu?"

__ADS_1


Tiba-tiba Boby terkejut, ia tak menyangka akan disuguhi pertanyaan yang sedikit horor baginya.


Lalu apa ya jawaban Boby pada kak Vika,simak di episode selanjutnya ya.


__ADS_2