Ku Tunggu

Ku Tunggu
Dinda Melihat Ferdy Bersama Wanita Lain


__ADS_3

"Tapi apa Anton?" Vita begitu penasaran dengan


apa yang akan Anton katakan.


"Tapi Aku harap, Aku masih punya kesempatan untuk


bisa ada di posisi itu lagi," jawab Anton.


"Hm, untuk sekarang maaf Aku tidak bisa jawab. Aku belum bisa membuka hati untuk pria lain," tutur Vita.


"Aku faham kok Vit, gimana kalau kita sekarang ke bioskop. Sudah lama kan kita Tidak nonton bareng," ajak Anton.


"Iya juga yah. Kita ajak Sarah yuk sama Ferdy. Gimana?" tanya Vita.


"Ide bagus tuh, sebentar Aku telpon Sarah dulu ya," sahut Anton.


"Oke,".


*****


Sarah yang sumringah karena dijemput kekasih hatinya itu, saat mereka tengah asyik berbincang-bincang dering ponsel seketika seolah memotong pembicaraan mereka.


[Assalammu'alaikum]


[wa'alaikumussalam, ada apa Anton?]


[Kamu mau langsung pulang atau mau kemana dulu gitu?]


[Aku baru mau jalan nih dijemput sama Kak Ferdy. Kenapa emangnya?]


[Aku sama Vita mau nonton, mau ikut nobar gak nih?]


[Sebentar Aku tanya dulu sama Kak Ferdy, nanti Aku kabari kalau jadi]


[Oke siap, kita tunggu ya Sarah]

__ADS_1


[Thanks ya]


Vita dan Anton langsung jalan menuju ke bioskop terdekat dari Cafe yang baru saja mereka sambangi.Setelah Sarah mengajak Ferdy dan Ferdy pun mengikuti ajakan dari Sarah dan kedua sahabatnya itu. Mereka pun bergegas menuju ke bioskop yang di tuju oleh Vita dan Anton.


Sebenarnya tiap kali jalan sama Sarah atau kekasih lamanya itu, rasa gundah kerap kali menghampiri Ferdy. Ia takut mereka berdua bertemu. Sarah merasa heran dengan sikap Ferdy selama beberapa hari ini. Tapi perasaan itu harus ia tepis agar bisa menikmati saat-saat indah bersama pujaan hatinya.


*****


Setelah Boby pamit pada Lani karena Ayahnya sedang kurang fit, Lani pun bergegas untuk pulang.


"Kak Vika kami pamit duluan ya," ucap Lani.


"Iya Lan, tenang saja semua Aku dan team yang handle sampai rapih," sahut Vika.


"Terima kasih banyak ya Kak Vika," sambung Lani.


"Sama-sama Lan, hati-hati,".


"Iya Kak Vika,.Assalammu'alaikum," pamit Lani sambil mengucapkan salam.


Lani dan kedua orangtuanya pun bergegas menuju ke mobil mereka. Lani sepertinya kelelahan, bukan lelah fisik tapi berbagai macam pertanyaan di enaknya yang mulai mengganggu kesehatan fisiknya.


"Nak apa kamu baik-baik saja?" tanya Pak Toni.


"Oh i iya Ayah, Lani baik-baik saja kok cuma sedikit pusing mungkin masuk angin," jawab Lani yang terperangah sesaat setelah Ayahnya melontarkan pertanyaan untuknya.


"Setelah sampai rumah kamu istirahat saj ya Nak," saran sang Ayah.


"Baik Ayah," sambung Lani.


Setelah Lani dan kedua orang tuanya sampai di rumah, Lani pun bergegas membuka pintu mobilnya dan cepat-cepat masuk ke rumah untuk rebahan di kamarnya. Lani merasa ada banyak hal aneh yang janggal yang entah ia pun bingung sendiri untuk menerka.


*****


Anton,Vita dan juga Ferdy beserta Sarah pun akhirnya sampai di bioskop. Antrian yang cukup panjang membuat mereka terlihat bosan. Sementara itu di rumah saudara dari kekasih lamanya Ferdy, kekasih lamanya itu pun berniat untuk ke bioskop. Ferdy tak mengetahui jika kekasih lamanya itu akan nonton juga di bioskop yang sama dengan dirinya. Mereka bersiap-siap setelah Dinda mengajar less di tempat saudara sahabatnya itu.

__ADS_1


Sesaat sebelum mereka masuk ke tempat untuk menonton film terbaru, dari kejauhan Dinda yang Baru saja sampai di Bioskop bersama sahabatnya melihat sosok seperti Ferdy nampak mesra bersama seorang gadis cantik. Dan yang lebih mencengangkan lagi disebelahnya ada pria dan juga wanita yang ia lihat di Cafe yang tadi ia dan Ferdy kunjungi. Jelas sudah sekarang, pertanyaan yang ada dibenaknya terjawab, Ferdy memang mengenal mereka berdua. Dan gadis itu, ada hubungan apa sebenarnya dengan


Ferdy. Berbagai macam dugaan tengah berkecamuk di benak Dinda. Dinda pun sebenarnya jadi malas nonton. Tapi Ia pun tak mau gegabah, Ia harus memastikan dulu siapa gadis itu. Dinda ingin sekali segera keluar dari bioskop ini dan bergegas untuk pulang. Dinda pun memegang dahinya.


"Dinda, kamu baik-baik saja kan?" tanya Dewi.


"Iya agak pusing dikit, gimana kalau kita nontonnya difending dulu, Aku kayaknya pengen ngopi dulu. Sorry ya Wi," pinta Dinda pada sahabatnya itu.


"Oke, kita cari Cafe yang terdekat yuk," ajak Dewi.


"Oke Wi,".


Dinda mengirimkan pesan singkat pada Ferdy, ia meminta Ferdy untuk menjemputnya setelah ia ngopi di Cafe. Tapi Ferdy bilang kalau Ia sedang ada di rumah dan kurang enak badan. Dinda semakin yakin jika Ferdy dan gadis itu ada hubungan yang spesial. Namun Dinda tidak bisa gegabah ia harus memastikan semuanya, Barulah ia bisa mengambil keputusan. Setelah selesai berada di Cafe Dinda pun memesan kopi untuk mereka berdua.


*****


Sementara itu Lani masih terus saj kepikiran perbincangan Vita dan Ferdy. Ia pun mengecek ponselnya sambil melihat postingan sahabatnya itu di media sosial, tampak ia dan Anton tengah berada di dalam bioskop. Sepertinya sedang menunggu jadwal nonton. Dan disebelahnya nampak ada Sarah juga di samping mereka. Lani merasa senang sekali melihat kebersamaan kedua sahabatnya bersama pasangan mereka masing-masing. Lani pun segera memberikan komentar melalui chat pribadi pada Vita.


[Selamat nonton ya Bestie]


[Terima kasih banyak Lan, sorry ya gak ajak kamu. Pastinya kamu nolak secara ini kan film horor]


[Iya Aku ngerti kok, terima kasih ya tadi kamu sudah datang]


[Iya Bestie sama-sama. Kamu baik-baik saja kan?]


[Iya tenang saja. Lan, kayaknya udah mau pada masuk ruangan. Udah dulu ya]


[Oke, Assalammu'alaikum]


[Wa'alaikumussalam]


*****


Sementara itu, Boby yang kini sedang berada di kamarnya merasa senang ketika melihat foto Vita di postingan terbarunya Vita. Boby sepertinya ingin menyusul Vita, tapi ia mengurungkan niatnya seketika setelah melihat ada Sarah di samping Vita. Ia pasti tidak akan dibiarkan Sarah untuk bisa berbincang-bincang dengan Vita. Yang ada malah ditegur oleh Sarah, dan seperti biasa juga ada jurus ancaman dari Sarah untuknya. Saat ini memang sudah begitu sulit walau hanya untuk sekadar berbincang-bincang berdua bersama Vita. Langkah Boby untuk mempersunting Lani semakin dekat, namun ia malah semakin berat untuk menjalaninya. Tapi tetap saja ada yang harus ia syukuri, ia masih bisa melihat wajah Vita.

__ADS_1


Vita yang kini sudah mulai duduk untuk menonton film horor yang terbaru, seketika terlintas dibenaknya saat ia menonton bersama Boby. Mungkin kali ini ia harus membiasakan diri, moment itu akan menjadi kenangan yang indah yang takkan mudah untuk dilupakan. Anton yang melihat Vita melamun, bergegas menyadarkan Vita dari lamunannya.


__ADS_2