
Sambil mengantarkan kue kepada Vita, Lani mengajak Vita berbincang- bincang.
" Vit, kita ngobrol di sebelah sana yuk," ajak Lani.
" Iya Ok Lan,"
" Kak Bobi, Lani ke sebelah sana dulu ya,"
" Iya Lan,"
Sambil berjalan kearah pinggir kolam renang, mereka menyapa teman-teman yang lain.
" Vit, kamu bilang kekasih kamu dijodohkan dengan gadis lain?" Tanya Lani pada Vita.
Vita langsung seketika itu terkejut mendengar pertanyaan dari Lani.
" Oh iya itu Lan, Aku belum cerita ya. Aku baru saja putus beberapa hari yang lalu.
" Maafkan Aku ya Vit,"
" Iya tidak apa-apa Vit, santai saja. Lagian kan dia lebih memilih gadis itu jadi untuk apa dipertahankan. Jika ujungnya hanya akan menyakitkan. Lan, Aku minta maaf ya dulu Aku telah merebut Anton darimu,"
" Ssst, apaan sih masa lalu Vit, sudah tidak usah dibahas ya. Sekarang kita buka lembaran baru. Aku sudah sering kali bertanya kepada Kak Bobi apakah ia sudah memiliki kekasih atau belum, tapi Kak Bobi bilang kalau Ia sudah memutuskan untuk menerima perjodohan itu Vit,"
" Maksud kamu menanyakan hal itu pada calon tunanganmu itu apa Lan?
" Ya jika memang Kak Bobi telah memiliki kekasih Aku lebih baik mundur saja Vit,"
" Kenapa Lan?"
" Ya, Aku tidak mau memaksakan perasaan seseorang. Jika memang Kak Bobi sudah punya tambatan hati. Bagaimana jika hubungan mereka sudah serius,"
" Kamu memang wanita yang sangat baik Lan, tapi semua itu kan kembali kepada Kak Bobi jika ia memutuskan seperti apa yang tadi kamu sampaikan,"
" Iya Vit, namun entah mengapa Aku selalu merasa jika ada yang disembunyikan olehnya,"
" Sudahlah Lan, lebih baik kamu terima keputusan Kak Bobi,"
" Terima kasih sarannya ya Vit,"
" Iya sama-sama Lan,"
sementara itu, di ruangan nampak Anton sedang menghampiri Bobi.
" Vita dan Lani kemana?" Tanya Anton kepada Bobi.
" Cari saja, pasti tidak jauh kan dari sini. Begitu saja kok ribet,"
__ADS_1
" Saya bertanya karena Anda tadi bersama mereka, saya harap Anda bisa jaga sikap,"
" Begitu juga Anda, tolong Anda juga jaga sikap. Vita masih kekasih Saya,"
Sambil tertawa kecil, Anton berkata kepada Bobi.
" Saya rasa tadi sudah jelas apa yang Vita ucapkan. Apa perlu saya ulang,"
Sarah yang menoleh kearah keduanya, langsung bergegas menghampiri.
" Anton, Kak Bobi tolong jangan buat keributan, ingat ini tempat umum. Dan ini di acara reuni. Artinya teman-teman SMA kami. Nanti jika mereka tahu bagaimana hah?"
Akhirnya mereka berdua pun menghentikan perdebatan dan menuju ke tempat duduk masing- masing. Bobi tak punya pilihan lain selain diam. Ingin rasanya ia melayangkan satu tamparan ke pipi Anton. Namun dengan sekuat tenaga ia harus menahannya. Lagi pula mungkin memang seharusnya ia secepatnya harus menjauh dari Vita. Namun ketika ia melihat Vita bersama Pria Lain, hatinya seakan tak rela dan ingin kembali merajut kasih bersama gadis pujaan hatinya itu.
Acara reuni berlangsung sangat meriah diiringi dengan alunan musik dengan berbagai genre. Ada juga yang mempersembahkan beberapa lagu untuk menghibur teman-teman semasa SMA.
" Vit, asyik ya musiknya. Oh iya Kak Bobi 'kan pandai menyanyi coba Aku minta dia untuk menyumbangkan sebuah lagu,"
" Ide bagus itu Lan,"
" Yuk kita masuk ke ruangan reuni lagi," ajak Lani dengan penuh semangat. Ia harap Bobi tidak menolak permintaannya.
" Ok siap Lan,"
Sebenarnya Vita tahu betul jika Bobi pandai menyanyi. Namun kali ini ia kembali harus bersandiwara di depan Lani. Itu semua agar tidak timbul rasa curiga di hati Lani. sesampainya di ruangan, Lani pun mengutarakan maksud hatinya yang ingin sekali mendengar Kak Bobi menyanyikan sebuah lagu di acara reuni tersebut untuk menyanyi.
" Kamu bisa saja Lan,"
" Iya ayo Kak, kita meriahkan acara malam ini,"
" Baiklah,"
" Nah, gitu dong Kak makasih ya," ucap Lani.
Sambil menoleh ke arah Vita, Bobi pun melangkah ke arah panggung setelah yang lain selesai menyanyi. Dengan diantar oleh Sarah, Bobi pun mulai memainkan sebuah gitar melodi.
Indah indah terasa indah
saat kita terbuai dalam ikatan cinta
Vita langsung merasa tersentak, sepertinya Bobi sedang mencurahkan isi hatinya melalui lagu yang dibawakan oleh grup Band terkemuka di Indonesia. Vita menoleh ke arah Sarah, dan Sarah pun faham maksud tatapan Vita. Vita pun terbawa suasana hingga ia tak kuasa menahan air matanya.
" Lan, Aku mau ke toilet dulu ya,"
" Iya hati-hati ya Vit,"
" iya terima kasih Lan,"
__ADS_1
Vita pun menuju ke arah toilet dan ia pun kembali menangis. Sungguh lagu tersebut mewakili perasaan mereka, Bobi dan juga Vita.
Ketika Lani mendengar Bobi menyanyi, ia merasa seakan-akan Bobi sedang mencurahkan perasaannya. Hal ini semakin menguatkan dugaan Lani tentang adanya sosok wanita yang disembunyikan calon tunangannya itu. Namun kembali bertanya pada Bobi untuk mengetahui hal itu bukanlah langkah yang tepat karena Bobi pasti tidak mau menceritakan perihal apa saja tentang masa lalunya pada Lani. Lani tidak menyadari ketika Bobi menghampirinya.
" Lan, Lani,"
" I iya Kak, kenapa?"
" Kamu yang kenapa?
kenapa kamu melamun saja? apa yang sedang kamu fikirkan?"
" Tidak apa- apa Kak,"
" Kalau begitu, Kak Bobi izin ke toilet dulu ya,"
" Iya silahkan Kak,*
Percuma jika harus membahas hal itu kali ini, apalagi ini tempat umum. Dan justru karena itulah Vita mengurungkan niatnya untuk membahas hal tersebut ia akan selidiki siapa gadis yang ia sembunyikan itu.
sebenarnya Bobi bukan ingin ke toilet namun ia ingin memastikan keadaan Vita saat ini, Vita Yaang baru saja keluar dari toilet.
"Vit, Vit tunggu," panggil Bobi yang berharap Vita mau bicara dengannya.
"Saya rasa sudah cukup Kak, kita jalani kehidupan kita masing-masing,"
ucap Vita yang nampak mulai lelah dengan keadaan saat ini.
seketika Anton datang, dan langsung menghampiri Vita.
"Saya mohon Anda menghargai keputusan yang Vita ambil," Geram Anton yang mulai hampir kehilangan kendali dalam meyakinkan Bobi.
"Ayo Anton kita ke dalam lagi," ajak Vita pada Anton.
sambil melewati Boby, Vita pun mulai merasa harus secepatnya mulai membiasakan dirinya untuk melupakan Bobi. Untungnya saat ini ia tengah dekat dengan Anton. Jadi ia tak mau lagi berurusan dengan Bobi.
Bobi tak menampik jika ia memang sudah Tidak bisa mempertahankan hubungannya dengan Vita.
Dering ponsel berbunyi, ternyata Lani yang menelepon.
[Kak, sekarang acara tukar kado. Mari Kak sekarang kesini. Seru lho]
[Iya Lan, sebentar ya]
Lani yang melihat Vita berjalan dengan Anton, seakan ia ingat masa lalu
.
__ADS_1
.