Ku Tunggu

Ku Tunggu
berkunjung ke Panti Asuhan


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang penuh haru dengan Ayahnya, Boby pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Boby sungguh tak menyangka dihari yang sama kembali lagi ia bersama dengan wanita yang berbeda di waktu yang berlainan. Ia pun beristirahat karena besok ada janji dengan Lani, entah harus punya alasan apa lagi untuk menutupi dari Vita. Yang penting sekarang Boby bisa istirahat dulu besok baru pikirkan lagi alasan kenapa ia tidak pulang bareng Vita.


Pagi pun tiba, Boby yang semalam tidur nyenyak membuatnya terlihat bugar pagi ini. Sementara Vita di rumahnya sedang bersiap-siap untuk sarapan. Lain halnya dengan Lani yang begitu sibuk mempersiapkan barang bawaan untuk dibawa ke panti. Lani segera mengambil ponsel untuk mengingatkan Boby agar menemaninya siang ini.


[ Assalamualaikum, Kak Boby jangan lupa ya siang ini]


[ Iya Lan, Kakak temani tenang saja]


Lani senang sekali membaca pesan dari Boby. Ia pun melanjutkan kembali tugasnya merapikan semua barang bawaannya untuk dibawa nanti siang.


Boby kembali dilema, bagaimana jika Vita mengajak jalan siang ini.Takut Vita curiga. Boby pun memutuskan untuk izin ke kampus untuk tidak masuk hari ini, dan Ayahnya pun pasti mengerti. Hanya untuk hari ini saja.


"Ayah, Boby izin gak masuk kuliah ya hari ini, Lani Minta ditemani ke panti asuhan siang ini. Tapi jangan bilang Lani Boby bolos ya Ayah,,"


" Baiklah Nak,"


" Terima kasih Ayah,"


" Ya, tapi jangan sering-sering ya"


Boby pun segera menghubungi Vita.


[ Sayang, maafkan ya Kakak tidak bisa jemput, izin tidak masuk kuliah hari ini ada kepentingan keluarga ]


[ Ya sudah Kak, tidak apa-apa]


Vita pun berangkat naik ojek online. Vita semakin merasa aneh.Biasanya dari semalam Boby sudah kasih kabar kalau besok mau izin. Tapi kenapa selalu dadakan seperti ini. Apa benar ada yang disembunyikan dari Boby, pikir Vita dalam hatinya. Tapi ia pun ingin selalu berpikir positif pada kekasihnya itu. Vita sangat berharap bahwa itu hanya perasaannya saja.sesampainya di kampus, Vita kembali merenung. Kcurigaannya semakin bertambah. Apa benar ada wanita lain yang sekarang mengisi hati sang pujaan hati, pikir Vita bertanya-tanya. Tak sanggup rasanya bila benar adanya. Tapi Vita juga tak bisa terus hanya mengira-ngira ia harus cari tahu.tpi saat ini tugas kuliahnya amat padat. Jadi Vita tidak bisa cari tahu kemana sebenarnya Boby pergi.


Sementara itu di rumah Boby sarapan bersama Ayahnya.


"Nak, jam berapa berangkat ke pantinya?


" Jam satu Ayah,"

__ADS_1


" Ayah mau jadi donatur di Panti Asuhan itu,"


" Masya Allah Alhamdulillah,"


" Kamu mewakili Ayah ya.nanti uangnya Ayah transfer hari ini, kalau sudah transfer Ayah kabari,"


" Terima kasih Ayah,"


Rona bahagia terus terpancar dari wajah Ayah Boby, ia amat senang karena Anaknya bisa punya kegiatan bersama calon menantu kesayangannya. Boby pun nampak mulai belajar menerima perjodohan ini. Meski ia belum bisa jujur pada Vita. Saat ini yang dirasakan pada Lani baru sebatas rasa kagum karena sifat yang dimiliki Lani. Namun hatinya terpaut Hanya untuk Vita. Namun ia menyadari, ia harus belajar dari sekarang untuk ikhlas menerima perjodohan ini.setelah sarapan Ayahnya pun pamit berangkat ke Kantor. Boby mendengarkan musik sambil memikirkan kapan waktu yang tepat untuk jujur pada Vita. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 wib.


Boby pun bersiap-siap untuk menjemput Lani. Setelah siap Boby langsung meluncur ke arah rumah Lani. Ternyata Lani sudah siap berangkat.


" Assalamualaikum, Lan kamu sudah siap?


" Iya Kak, Alhamdulillah sudah siap,"


" Oh iya kita langsung berangkat yuk"


" Iya Kak,"


" Terima kasih ya Nak Lani," Ucap Ibu Panti.


" Iya sama-sama Bu,"


" Lan, Kamu banyak fansnya nih," Ujar Boby.


" Bisa aja Kak Boby,"


Tidak lama kemudian terdengar bunyi ponsel di saku Boby. Ada pesan dari Ayahnya memberi tahu jika Ayahnya sudah transfer.


" Bu Panti, Saya ingin bicara ada hal yang ingin saya sampaikan amanat dari Ayah Saya,"


" Oh iya kita bicara di dalam, mari Nak Lani,"

__ADS_1


" Lan, Ayah mau jadi donatur, Aku bicara sama Ibu Panti dulu ya, kamu ikut yuk ke dalam,"


" Alhamdulillah, silahkan Kak. Aku tunggu disini saja sama Anak-anak,"


" Oh ya sudah Kakak masuk ya,"


" Iya Kak,"


Boby pun segera masuk ke ruangan dan menceritakan maksud kedatangannya selain untuk menemani Lani.


" Begini Bu, Ayah saya ingin menjadi donatur di Panti Asuhan ini,"


" Masya Allah Alhamdulillah, terima kasih ya Nak Boby, semoga kebaikan Ayah Nak Boby dibalas oleh Allah SWT berlipat ganda,"


" Aamiin, sama-sama Bu,"


" Nanti uangnya saya ambil dulu di ATM, soalnya barusan Ayah baru kasih kabar sudah transfer,"


"Iya Nak Boby,"


" Kalau begitu saya izin ambil dulu uangnya Ya Bu,"


" Iya,"


Boby pun minta izin Lani keluar sebentar menuju ATM untuk mengambil uang yang ditransfer Ayahnya. Setelah pulang dari ATM Boby pun segera menyerahkan uang tersebut.


Nampaknya Kami begitu tulus pada anak-anak Panti. Rasanya bahagia jika memiliki pendamping hidup yang peduli dengan sesama. Boby berharap semoga kedepannya akan tumbuh benih-benih cinta dihatinya untuk Lani.


" Kak,kenapa melamun?" Pertanyaan Lani membuat spontan membuat Boby terkejut.


" Tidak apa-apa Lan, Kakak begitu kagum pada sikap kamu yang peduli pada sesama,"


" Lani merasa bahagia jika bisa berbagi kebahagiaan bersama mereka Kak,"

__ADS_1


Tiba-tiba datang seseorang yang mengagetkan Boby,btampak seorang wanita yang dikenalinya menuju ke arah panti asuhan dan memanggil Lani.Lani pun beranjak menuju wanita itu.


__ADS_2