
Boby dan juga Lani yang sedang berada di Panti merasa takjub melihat hasil karya dari sebuah lukisan dari tangan anak yang terampil yang berusia 12 tahun. Anak itu bernama Rangga. Sementara itu Vita dan Lani baru saja sampai. Sarah begitu terkejut melihat Boby sedang menemani Lani. Apa yang harus Sarah lakukan. Ia berpikir jika mungkin ini saatnya Vita dan Lani tahu yang sebenarnya. Tapi jika ia perjodohan kemungkinan bisa batal Sarah tahu betul sifat Lani. Sarah pun segera mengirim pesan singkat kepada Boby.
"[ Kak, Aku dan Vita ada di gerbang Panti. Kakak ke toilet dulu saja, agar tak terlihat oleh Vita. Cepat Kak,"
[ Ok Sarah ]
" Lan, Kakak ke toilet dulu ya,"
" Oh iya Kak,"
Untungnya Vita ditelepon oleh Kakaknya sehingga Tak melihat kepanikan Sarah.
" Kenapa Vit? Sarah bertanya pada Vita.
" Itu Kak Vika minta tolong beli perlengkapan buat acara ultah temannya ada yang kurang jadi kita kayaknya sebentar saja ya temani Lani,"
Mendengar hal tersebut Sarah sedikit lega. Karena yakin jika Vita mungkin belum saatnya tahu.
" Assalamualaikum anak-anak apa kabar?"
" Wa'alaikumussalam," serentak anak-anak Anti menjawab salam dari Vita dan Sarah.
" Vita, Sarah terimakasih ya kalian mau datang, mari sini duduk,"
" Kamu sendiri kesini?"
" Tidak koq, aku diantar sama calon tunangan Aku,"
" Terus sekarang kemana dia?"
" Lagi ke Toilet,"
" Oh begitu,"
Dering ponsel terdengar kembali di saku Vita. Vika Kakaknya sepertinya sangat membutuhkan bantuan Vita.
"Lan sorry ya Kau tidak bisa lama Aku harus belanja keperluan untuk acara yang di handle Kak Vika,"
" Oh iya sayang sekali ya, padahal tunangan Aku juga ada. Tapi lama juga nih dia ke toiletnya,"
" Tidak apa-apa lain kali saja,"
" Ok hati-hati ya,"
__ADS_1
Sarah dan Vita pun berlalu dan menuju ke sebuah Mall. Sarah pun lega dan segera mengirim pesan singkat kepada Boby.
[Kak sudah aman, sudah sekarang temani Lani lagi ya jangan sampai dia curiga ]
[ Ok terimakasih banyak ya Sarah ]
[ Ok ]
Boby pun segera menuju ke arah Lani.
"Lan, maaf tadi agak lama ya,"
" Iya Kak. Oh iya barusan Sarah teman Aku yang waktu itu kemari bersama Vita sahabat Aku juga,"
" Terus sekarang kemana mereka?"
" Iya itu Kakaknya Vita minta tolong Vita untuk belanja keperluan di usahanya,"
" Oh iya, mungkin lain kali kita bisa bertemu, Oh iya Anak-anak barusan Ayah Kakak menitip salam untuk kalian dan Ayah Kakak membeli alat tulis untuk kalian belajar disini. Nanti kita belajar bersama ya,"
" Anak-anak bilang apa sama Kak Boby?" ucap Lani pada anak-anak Panti
" Terimakasih Kak Boby," serentak anak-anak pun mengucapkan terimakasih pada Boby dan mendo'akan yang terbaik untuk Boby dan Ayahnya.
Mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak panti hingga pukul 16.00 wib.
"baik Kak,"
" Oh iya untuk Rangga Kakak minta waktunya sebentar ya," ujar Boby pada Rangga.
" Baik Kak Boby," ucap Rangga.
"Begini Rangga, Kakak hadiahkan satu buah ponsel untukmu. kamu bisa belajar dan ada aplikasi bimbelnya juga kamu Kakak angkat hari ini juga jadi anak asuh Kak Boby dan Kak Lani ya,"
" Alhamdulillah Terima kasih banyak ya Kak Boby," sambil memeluk erat Boby, Rangga menumpahkan segala rasa terimakasihnya untuk Boby.
" Terimakasih juga ya Kak Lani,"
" Iya sama-sama," ucap Lani dan Boby bersamaan.
" Sekarang kamu boleh masuk ke panti. Ditunggu ya karya selanjutnya. Kamu harus optimis dan semangat,"
" Baik Kak, permisi,"
__ADS_1
" Iya silahkan.
Lan, kita pamit yuk ke Ibu Panti. Sudah sore,"
" Iya baiklah Kak, terimakasih ya sudah temani Aku dan mencurahkan kasih sayang untuk anak-anak Panti,"
" Iya sudah sepantasnya kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu Lan. Kamu sudah mengajarkanku banyak hal tentang makna berbagi,"
" Iya sama-sama Kak,"
Setelah pamit kepada Ibu Panti, Boby mengantarkan Lani pulang. Ia langsung menuju rumah Vita. sehari tidak jalan pulang bareng Vita sungguh membuatnya rindu.
Sesampainya dirumah Vita, Ternyata Vita belum pulang. Vita belanja keperluan Kakaknya.
Boby pun menuju ke Mall tempat Vita berbelanja. Vita bahagia sekali hatinya melihat Boby yang kelimpungan mencarinya.
" Kenapa kamu senyum-senyum begitu sayang?" tanya Boby pada Vita.
" Ya kamu lucu, begitu takutnya kehilangan Aku. Namun tak mampu memperjuangkan cinta kita, Eh becanda sayang. Jangan baper ya,"
" Aku memang takut kehilanganmu Vit. Namun apa daya Aku tak kuasa menolak perjodohan itu,"
" Iya sudah aku becanda koq,"
" Ternyata ada pangeran yang jemput nih tuan putri," canda Sarah pada Vita.
" Bisa saja kamu Sarah, oh iya ini belanjaannya sudah cukup yuk kita ke Kasir,"
Boby pun menunggu di Cafe, setelah pembayaran dilakukan. Vita dan Sarah menuju Boby.
" Kak Boby, Vita aku duluan ya, Ibu sudah menunggu di rumah,"
" Vit, Sarah sahabat kamu ini pengertian sekali ya,"
" Serius perlu aku lihat kan pesan singkatnya,haha,"
" Iya Sarah, hati- hati ya,"
"Vit, kita duduk di sebelah pojok yuk,*
" Iya Kak, Aku mau pesan kopi dulu ya,"
__ADS_1
" Ok sayang,"
Kali ini Vita ingin tahu lebih lanjut siapa gadis yang dijodohkan dengan Boby,"