Ku Tunggu

Ku Tunggu
Vita merasa bersalah pada Lani maupun Sarah


__ADS_3

Sarah melakukan hal tersebut, karena amat menyayangi Lani maupun Vita. Ia tak mau peristiwa beberapa silam kembali terulang. Sarah mulai merasa tenang setelah minum teh yang baru saja dibawa oleh sang pelayan.


"Bagaimana sayang, sudah agak enakan?" tanya kekasih Sarah.


",Iya sayang,"


"Alhamdulillah, oh iya Anton kok gak ada kabarnya hari ini?" tanya kekasih Sarah.


"Oh iya, Anton juga belum kasih kabar hari ini. Biasanya Doi kan antar jemput Vita ke Kampus ya," jawab Sarah.


"Sebe Bu Henny blom disini BBntar ya, Aku kirim pesan dulu ke Anton," ucap Sarah.


[Asalamu'alaikum Anton, kamu di mana?]


Anton yang sedang sibuk mengurus urusan pekerjaannya, belum sempat mengecek ponselnya.


"Bagaimana sudah dibalas belum?" tanya kekasih Sarah.


"Belum sayangku, mungkin sedang sibuk," jawab Sarah.


"Iya, oh iya kapan acara tunangan Lani dan Bobi?" tanya kekasih Sarah.


"Hm, iya sebenarnya Aku malas ikut campur urusan mereka saat ini. Tapi disisi lain Aku khawatir Lani malah curiga nantinya," ucap Sarah.


"Iya kamu benar, kita di posisi yang serba salah saat ini,"


Dering ponsel pun terdengar di tas Sarah, pada saat ia melihat itu panggilan dari Vita Sarah langsung malas untuk menjawabnya.


"Dari siapa sayang, kok malah langsung cemberut begitu sih?" tanya kekasih Sarah.


"Dari Vita, malas Aku sayang," ucap Sarah.


"jawab dong, siapa tahu Dia mau menjelaskan uang sebenarnya terjadi," bujuk kekasih Sarah.


[Assalamu'alaikum Vita]


[Wa'alaikumussalam, Sarah Aku mau jelaskan semuanya Sar. Aku mohon]


[Oke oke nanti saja, Aku sekarang lagi Tidka mau bahas hal itu. Sudah dulu ya Aku lagi sama pacarku]


[Oh iya udah, wassalamu'alaikum]


Sarah masih saja kesal pada Vita, ia masih belum mau membahas soal apa yang ia lihat tadi. Tapi ia pun tak mau menilai Vita begitu saja tanpa tahu kejadian yang sebenarnya.


"Tuh kan sekarang malah melamun, apa yang saat ini kamu fikirkan sayang?" tanya kekasih Sarah.


"mau tahu saja ya," sahut Sarah.

__ADS_1


"Oh oke jadi begitu sekarang ya, main rahasia nih," sambung kekasih Sarah.


"Begini sayang, apa yang kamu sarankan itu benar juga. Aku harus dengar penjelasan dari Vita," ucap Sarah.


"Nah begitu dong, intinya kita jangan cepat memvonis seseorang ya,".


Sarah pun mengangguk dan mencoba untuk tenang dalam menghadapi sikap Vita.


"Rencana kamu bagaimana sayang? kapan kamu temui Vita?" tanya kekasih Vita.


"Nanti sajalah, Aku mau tanya Lani dulu soal rencana pertunangannya dengan Bobi," jawab Sarah.


"Oke sayang,".


Vita yang sedang berada di kamarnya, semakin merasa bersalah pada Sarah. Vita tidak menyangka bisa terulang kembali peristiwa lalu, yaitu sama-sama mencintai orang yang sama dengan sahabatnya. Lagi-lagi Lani lah sahabatnya itu.


Dering ponsel yang terdengar kencang, menyadarkan Vita dari lamunannya. Ternyata itu panggilan dari Bobi.


[Assalamu'alaikum]


[Wa'alaikumussalam, Vit bagaimana keadaan kamu sekarang?]


[Alhamdulillah agak baikan Kak, maaf Aku mau istirahat ya]


[Iya syukurlah kalau kamu baik-baik saja, selamat istirahat ya]


Vita pun nampaknya mulai mengantuk dan ingin beristirahat sejenak sebelum mulai kembali beraktifitas.


Bobi sangat merasa bersalah pada Vita, karena ia adalah penyebab Sarah kecewa kepada Vita. Bobi merasa jika Ia harus menjelaskan pada Sarah yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Vita.


Di rumah Lani, nampaknya Lani mulai berencana untuk mengadakan syukuran di panti asuhan sebelum acara tunangan berlangsung sesuai dengan permintaan dari Bobi. Lani pun mulai mengajak Vika untuk berdiskusi dan ketemuan di sebuah Cafe. Kebetulan malam nanti jadwal kali kedua Bobi sebagai bintang tamu kembali menghibur pengunjung Cafe tersebut.


[Assalamu'alaikum Kak Vika, apa kabar Kak?]


[Wa'alaikumussalam Lan, Alhamdulillah baik. Bagaimana kamu kabarnya Lan?]


[Alhamdulillah baik juga Kak, Oh iya malam nanti Aku mau diskusi soal rencana syukuran di panti, Kakak bisa datang tidak ke Cafe yang biasa kita datangi. Jangan lupa ajak Vita ya]


[I iya Lan, nanti Kakak ajak Vita ya. Oh iya jam berapa Lan kita janjiannya?]


[Jam tujuh malam saja ya Kak]


[Oke Kakak usahakan on time ya]


[Iya Kak terima kasih sebelumnya]


[Sama-sama]

__ADS_1


Vika merasa tersentak, jika Vita diajak ia tak mau membuat Vita bersedih. Namun jika tidak, Lani mungkin akan Bertanya-tanya. Vika merasa dilema, namun ia tetap akan mencoba untuk mengajak Vita. Karena Vita memang selalu diajak setiap ada yang memakai jasa Vika. Vika pun mulai beranjak dari kamarnya menuju ke kamar Vita.


"Assalamu'alaikum, Dik boleh Kakak masuk?" tanya Vika yang sedang menunggu di depan pintu kamar adiknya.


"Wa'alaikumussalam, iya Kak silahkan," sahut Vita sambil membuka pintu kamarnya.


"Dik, barusan Lani hubungi Kakak dan Dia ajak diskusi soal rencana syukuran di Panti, Dia minta Kakak ajak Kamu diskusinya," ucap Vika.


"Gimana ya Kak, kalau Aku nolak Aku takut banget Lani curiga Kak," jawab Vita.


"Iya Vit, justru itu makanya Kakak minta pendapat Kamu. Tadinya Kakak mau langsung buat alasan apa saja supaya kamu tidak menyaksikan kebersamaan mereka," sambung Vika.


"Terima kasih ya Kak," ujar Vita.


"Iya sama-sama Dik,".


"Ya sudah Kak, Aku pikirkan dulu ya. Jujur Aku masih belum sanggup melihat Kak Bobi bersama wanita lain," ucap Vita sambil memeluk erat Kakaknya.


Vita pun mempunyai ide untuk mengajak Sarah, namun bagaimana caranya jika Sarah saat ini pun belum mau memaafkan dirinya. Vita pun mencoba untuk menghubungi Sarah. Sarah yang baru saja pulang diantar kekasihnya yang kini sedang berada di kamarnya merasa tersentak mendengar sesuatu yang berdering di tasnya yaitu ponselnya. Sarah pun langsung mengambil ponselnya.


[Assalamu'alaikum]


[Wa'alaikumussalam, Sarah kamu ikut ke Cafe yuk nanti malam temani Aku.]


[Ngapain Vit?]


[Kak Vika sama Lani ketemuan mau diskusi acara syukuran di Panti sebelum Kak Bobi dan Lani tunangan]


[Oh iya Aku lihat nanti ya]


[Sarah, Aku minta maaf ya. Tapi percayalah Aku tidak bermaksud bermain dibelakang Lani tadi. Ada yang ingin Kak Bobi katakan katanya penting jadi Aku mau deh, begitu Sarah percayalah]


[Oke Aku percaya Vit, baiklah Aku ikut]


[Terima kasih banyak ya sahabatku]


[Iya sama-sama, udah ya Aku mau rebahan dulu]


[cie cie, yang tadi habis jalan sama pujaan hati]]


[Apa sih goda Mulu deh]


[iya iya, selamat istirahat ya]


[Oke terima kasih Vit]


Vita pun merasa senang karena Sarah mau menemaninya. Anton mungkin saja masih sibuk dengan pekerjaannya. Vita benar-benar bersyukur Anton hadir disaat Ia benar-benar merasa terpuruk.

__ADS_1


__ADS_2