Ku Tunggu

Ku Tunggu
rencana perjodohan


__ADS_3

"Alhamdulillah syukurlah jika keadaan Ayah Kakak baik-baik saja,"


"Maafkan Aku Vit. Belum bisa kenalkan kamu ke Ayah,"


" Iya sudahlah Aku akan mencoba untuk bersabar,"


" Terimakasih banyak Vit,"


" Iya, meski aku sangatlah butuh kepastian hubungan kita. Tapi it's ok mungkin ini yang terbaik untuk hubungan kita,"


" Wuih, hebat ya kamu sekarang,"


"ya kita memang harus selalu berlatih untuk bersabar.latihannya setiap hari,"


Terdengar bunyi nada dering di ponsel Boby, Ayah Boby menelpon.


"Bob, gimana sudah ketemu teman kamu?"


" Iya Ayah sudah,"


" Kalau begitu kamu jemput Lani


" Iya. Nanti Boby tanyakan dimana tempatnya,"


" Iya hati-hati ya Nak,"


" Iya terima kasih Ayah,"


" Ayah kamu ya?"


" Iya. Aku harus balik lagi kerumah teman Ayah,"


" Ya sudah, Aku naik ojeg online saja,"


" Hati-hati ya sayang,"


" Terimakasih ya Sayangku,"


" Iya Kak,"

__ADS_1


Setelah Vita pulang, Boby mengirim pesan pada Lani.


"Lan, kamu dimana? Kakak jemput ya,"


" Iya Kak, Aku share ya lokasinya,"


" Ok,"


Sesampainya di Lokasi, Boby pun baru menyadari jika Vita dan Kami ke tempat yang sama malam ini.


" Terimakasih ya Kak,"


" Iya yuk kita pulang,orang tua kita sudah menunggu di rumah kamu,"


" Ok,"


Setelah sampai di depan rumah, Lani dan Boby langsung masuk ke dalam rumah.


"Alhamdulillah sudah sampai, terimakasih ya Nak Boby sudah jemput Lani," ucap Ibunda Lani.


" Iya sama-sama Bu,"


" Gimana tadi sudah ketemu Teman kamu?"


" Iya Ayah,"


" kita tunggu Lani ya, untuk memulai pembahasan tentang kelanjutan hubungan Lani dan Boby. Bu panggil Lani kemari ya.


" Iya Pak,"


Tok...tok..tok...suara pintu kamar Lani diketuk oleh Ibunya Lani.


"Lan...Ayah manggil Nak."


" Iya sebentar Mah,"


Ibu Lani pun di kembali menuju ruang tamu.


" Sebentar katanya Pak,"

__ADS_1


" Iya Bu,"


Boby mulai sedikit cemas, sepertinya Boby


mulai curiga akan ada hal serius yang dibicarakan.


" Maaf menunggu lama,"


" Tidak Nak, mari sini duduk dekat Ayah,"


Lani pun duduk di dekat Ayahnya.


" Begini Nak Lani, Boby. Pertemuan kita pada malam hari ini membahas tentang rencana pertunangan Antara Nak Lani dan Boby,"


Boby nampak terkejut,apa yang ia takutkan dari tadi ternyata menjadi kenyataan. Ayahnya betul-betul membahas tentang kelanjutan hubungannya dengan Lani. Ia pun tak kuasa menolaknya.


Sementara itu, nampaknya Lani sangat senang karena ia mulai menyukai Boby. Meskipun sebetulnya ia masih penasaran. Apakah ada wanita yang sedang dekat dengan Boby atau tidak. Namun ia yakin bahwa ini yang terbaik untuknya.


" Iya Om, jika Lani bagaimana Kak Bobi saja,"


" Terima kasih ya Nak Lani. Bagaimana Bob?"


" Iya Ayah, Boby bersedia.kira-kira kapan Ayah acaranya?"


" Wah, semangat banget Nak Boby ini,"


(mereka semua pun tertawa,menyikapi perkataan Boby)


Lani nampak bahagia, itu artinya ia merasa jika Tak ada yang disembunyikan Boby. Meski kekhawatiran itu kerap muncu sesekali di dalam benak Lani.


" Terimakasih ya Kak,"


" Iya sama-sama,"


" Baiklah berhubung sudah hampir larut malam, kami izin pamit pulang. Mengenai waktu acara pertunangannya kita bicarakan lagi nanti,"


" Iya terimakasih ya,"


" Sama-sama,"

__ADS_1


Setelah sampai di rumah, Boby merenung di kamarnya. Sungguh ia benar-benar tak kuasa menolak perjodohan ini. Bagaimanapun Ini permintaan mendiang Ibunya, mana mungkin ia menolaknya.


__ADS_2