
"Apa kabar Anton?" tanya Lani pada mantan kekasihnya itu.
"Baik Lan, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" Anton kembali bertanya pada Lani.
"Syukurlah, Alhamdulillah Aku juga dalam keadaan sehat," Ucap Lani.
"Alhamdulillah kalau begitu," ucap Anton.
"Maaf ya Aku mau ke dalam sebentar temani Kak Bobi dulu. Alhamdulillah sekarang Kak Bobi kerjasama dengan pihak Cafe sebagai pengisi acara di sini jadi vokalis sebuah band, Jadi Kak Bobi mau siap-siap dulu permisi," ucap Lani.
"MasyaAllah Alhamdulillah kalau begitu Lan, selamat ya Bob," ucap Sarah.
Vita, Anton dan juga kekasih Sarah pun sama-sama mengucapkan selamat pada Bobi.p
"Iya terima kasih semuanya atas ucapannya permisi dulu ya," ucap Bobi.
"Iya silahkan Kak," ucap Vita.
Vita jadi teringat dulu percakapan pada suatu malam bersama Bobi, jika ia ingin sekali jadi vokalis sebuah band. Alhamdulillah impiannya terwujud. Dan Vita pun tersenyum mendengarnya. Saat menoleh ke arah Lani, ia pun tersentak ternyata Lani memakai baju pemberian darinya. Sebuah kado untuk Lani yang diantar oleh Bobi. Dengan sedikit memaksa Bobi saat itu karena Bobi tengah sibuk. Vita tak menyangka sama sekali hari itu kado darinya dikenakan Lani bersama pria yang saat itu menemaninya belanja baju tersebut.
Sarah yang memandang Vita dengan sigap bertanya kepada Vita.
"Vit, kamu baik-baik saja kan?" tanya Sarah.
"Iya tenang aja Sarah, Aku harus membiasakan diri hal seperti ini mungkin akan sering Aku jumpai kedepannya karena Lani sahabat Kita,"
ucap Vita dengan mata yang berkaca-kaca.
Sarah pun memeluk Vita, Anton dan juga kekasih Sarah melihat mereka berpelukan penuh haru. Lani yang ikut bersama Bobi mulai tumbuh rasa penasaran dihatinya. Pertemuan mereka itu direncanakan oleh mereka atau tidak. Tapi Lani malas mencari tahu. Tapi sesuatu hal yang tengah disembunyikan oleh Vita maupun Sarah mulai terasa oleh Lani.
Lani terus bertanya-tanya dalam hatinya.
"Alhamdulillah sudah latihannya, Malam ini Kau menyanyikan dua buah lagu Lan," ucap Bobi.
"Ya Alhamdulillah Kak, Semangat ya," sahut Lani.
"Oke Lan,".
__ADS_1
Lani pun tersenyum, ia bersyukur sekali karena kekasih hatinya punya kegiatan yang positif dan ia bisa ikut dalam acara tersebut.
"Kalau begitu Lani tunggu di depan ya Kak," ucap Lani.
"Iya Lan, silahkan hati-hati ya,".
"Iya Kak,".
Lani bergegas menuju tempat duduk yang disediakan untuk pengunjung. Dari kejauhan ia tampaknya melihat Vita sedang berbincang-bincang serius bersama Sarah. Apakah ada yang disembunyikan dari dirinya selama ini, tapi hal apa ya. pertanyaan itu terus menggelayuti di fikiran Lani. Ia harus tampak tenang, jika ada yang disembunyikan darinya mengapa mereka menyembunyikan hal itu apa alasannya. Lani berencana mencari tahu hal itu.
"Assalamu'alaikum," ucap Lani.
Lani melihat Vita dan Sarah sedikit terkejut sesaat sebelum mereka menjawab salam darinya. Lani makin bertanya-tanya dalam hatinya.
"Wa'alaikumussalam," ucap mereka serentak.
" "Gimana Lan udah latihannya?" tanya Sarah.
"Iya Alhamdulillah sudah," jawab Sarah.
"Alhamdulillah," sambung Vita.
"Biar Aku aja Lan, kamu di sini saja tunggu, sekalian Aku juga mau pesan," ucap Anton.
"Baiklah, Aku pesan teh manis saja ya Anton,"
pinta Lani.
"Baiklah,"
Anton yang ditemani kekasih Vita pun bergegas memesan minuman kembali. Vita meminta izin untuk ke toilet pada Lani dan Sarah. Ketika sampai di toilet tak sengaja Vita berpapasan dengan Bobi yang tengah bersiap-siap untuk tampil membawakan lagu pertama.
"Vit, kamu apa kabar?" tanya Bobi.
"Bohong Kak kalau Aku bilang Aku baik-baik saja. Karena kamu tahu sendiri kan perasaan Aku sama kamu Kak, tapi Aku harus membiasakan diri. Permisi Kak Kau mau ke toilet dulu ya," jawab Vita
"Vit, perasaanku padamu masih tetap sama," ucap Bobi.
__ADS_1
Vita yang barusan berlalu berbalik menoleh ke arah Bobi. Saat Bobi berkata demikian, Vita tersenyum sambil mengucapkan terima kasih pada pujaan hatinya itu.
Bobi pun bergegas menuju ke tempat acara dan tempat yang disediakan untuknya bernyanyi. Sesaat ia menatap ke arah Lani. Ia tak mau Lani curiga padanya, makanya malam ini ia ingin menyanyikan lagu yang bertema ceria agar Lani merasa jika ia bahagia dijodohkan dengan Lani. Semuanya memberikan tepuk tangan pada saat Bobi mulai bernyanyi. Sama halnya dengan Bobi, Vita pun tengah bersandiwara dihadapan sahabatnya itu. Ia sungguh tak ingin Lani curiga barang sedikitpun, meski hatinya hancur. Lani yang menoleh ke arah Vita pun tersenyum dan kembali membangun kepercayaan kepada kedua sahabatnya. Ia tak mau terlalu berprasangka yang hanya membuat renggang persahabatan diantara mereka.
Setelah selesai bernyanyi, Lani dan Bobi pun pamit pulang pada mereka berempat.
"Maaf ya Kami harus pulang duluan, ada keperluan lain yang mendesak," ucap Bobi.
"Oke baik, Bob jaga Lani ya," sahut Sarah.
"Iya pastinya," ujar Bobi.
"terima kasih ya Sarah, assalamu'alaikum semuanya," ucap Lani sambil berpamitan pada mereka berempat.
"Wa'alaikumussalam," jawab mereka serentak.
Lani dan Bobi pun langsung keluar Cafe.
"Kamu kenapa? kok kurang bersemangat?" tanya Bobi pada Lani.
"Hmm, ya nanti aja ya Kak bahasnya," jawab Lani.
"Oke yuk kita pulang," sahut Bobi.
"Iya baik Kak," sambung Lani.
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil. Vita yang berada di dalam langsung mengajak Sarah untuk berbincang-bincang.
"Sarah, baju yang dipakai Lani itu kado dari Aku. Waktu itu Aku minta tolong ke Kak Bobi buat temani Aku beli kado. Aku sungguh tidak menyangka kalau ternyata dia pakai untuk jalan sama Kak Bobi," ucap Vita
"luar biasa ya, hal yang tidak terduga terjadi," sahut Sarah.
"Aku tahu Vit, rasanya jadi kamu mengahadapi situasi saat ini amat sulit. Tapi Aku yakin, Kamu pasti bisa melewatinya dengan lapang dada. Ada Aku, Anton dan pastinya keluarga kamu yang akan selalu dukung Kamu Vit," ucap Sarah memberi support pada sahabatnya tersebut.
"Oke, Terima kasih banyak ya Sarah support kamu itu amat sangat berarti buat Aku saat ini," sahut Vita sambil memeluk sahabat tercintanya itu.
"Iya sudah sepantasnya sebagai sahabat seperti itu Vit," ucap Sarah.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, kedua pasangan tersebut pun sama-sama pulang. Anton mengantarkan Vita dan kekasih Sarah pun mengantarkan Sarah ke rumahnya. Setelah Vita berada di dalam mobil, Anton memperhatikan Vita dengan seksama. Ingin rasanya Anton menanyakan pada Vita akan tetapi sepertinya Vita sedang tak ingin membagikan kesedihannya kepada siapapun termasuk Antik saat ini. Namun hal yang tak terduga pun terjadi, Vita meminta izin untuk pinjam bahu Anton sebentar saja.