
"Iya Aamiin, terima kasih ya Lan do'a dan supportnya," ucap Ferdy.
"Sama-sama Fer, Aku pamit mau ke toilet dulu ya," pamit Lani.
"Iya silahkan Lani," sambung Ferdy.
"Kalau begitu Aku juga pamit ke dalam dulu ya Fer," pamit Vita pada Ferdy.
Ferdy yakin ucapannya membuat Vita mengurungkan niatnya untuk mengatakan apa yang Vita ketahui tentang dirinya. Ferdy pun kembali menemani Sarah. Setelah sampai di dekat Sarah, Sarah pun rupanya bertanya pada Ferdy dari mana ia barusan.
"Ke toiletnya Kok lama banget, ke mana dulu nih?" tanya Sarah yang mulai curiga dengan sikap Ferdy akhir-akhir ini.
Ferdy merasa terkejut mendengar pertanyaan yang tak terduga dari kekasihnya itu.
"Aku tadi ketemu sama Vita dan Lani kita ngobrol sebentar," jawab Ferdy.
"Oke kalau begitu, sebentar lagi acara dimulai lebih baik kita mendekat ke arah mereka," saran Sarah.
Entah kenapa Sarah merasa ada yang janggal dari jawaban Ferdy. Meski ia ingin sekali menepis perasaan curiganya itu terhadap kekasih hatinya itu. Ferdy pun merasakan hal yang sama. Sepertinya Sarah tidak semudah itu percaya dengan ucapan Ferdy.
Setelah mereka berdua sampai di tempat acara yang telah disediakan, Sarah dan Ferdy pun menuju ke tempat tersebut. Lani yang baru saja selesai berdandan begitu pangling, membuat semua takjub akan kecantikan Lani. tak terkecuali Boby, Lani memang berbeda hari ini. Apalagi saat Lani menoleh ke arahnya, Boby sangat mengagumi kecantikan Lani. Namun hatinya belum juga terbuka untuk Lani. Masih saja Vita yang ada di dalam hatinya.
"MasyaAllah Lani kamu begitu cantik hari ini," ucap Boby.
"Terima kasih Kak Boby," sahut Lani dengan tersenyum manis setelah mengucapkannya.
"Nona Lani, Saya izin memulai acaranya ya," ucap sang MC.
"Iya silahkan," jawab Lani.
Acara pun di mulai berdo'a, setelah mengucapkan do'a. Mereka pun melanjutkan acara selanjutnya yaitu dengan makan bersama. Vita sebetulnya merasa cemburu saat melihat Lani dan Boby berbincang-bincang, tapi ia pun harus menghargai Lani. karena tak mungkin ia izin pulang duluan, bisa-bisa Lani bakalan curiga.
"Kamu yang tenang ya Vit, Aku tahu kamu galau melihat mereka berdua," ucap Anton yang berusaha menenangkan Vita.
"Iya Anton, tenang saja Aku baik-baik saja Kok," sahut Vita.
Setelah acara makan bersama, Vita dan Anton pun izin pulang duluan, karena Anton ada urusan lain. Jadi iya harus mengantarkan Vita pulang dulu sebelum ke tempat yang hendak Ia tuju. Vita dan Anton pun menghampiri Lani.
"Lan, sorry banget kita mesti cabut duluan nih, soalnya Aku ada urusan mendadak. Dan Aku juga harus antar Vita. Jadi kami permisi dulu ya," ucap Anton.
"Iya Lan, maaf ya," sambung Vita sambil mengelus pundak hingga lengan Lani.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, kalian hati-hati ya. Terima kasih banyak sudah hadir ke acara syukuran," ucap Lani.
"Iya sama-sama Lan. Assalamu'alaikum,"
sahut Anton
"Wa'alaikumussalam," ucap Lani dan semua pengunjung.
Vita pun menghampiri Vika sebelum keluar dari Panti.
"Kak, Aku pamit duluan ya soalnya Anton ada urusan katanya," pamit Vita pada Vika Kakak tercintanya.
"Iya Dik kamu hati-hati ya," sahut Vika sambil memeluk adiknya penuh haru.
"Iya terima kasih Kak, assalamu'alaikum," ucap Vita.
"Wa'alaikumussalam," Vika membalas salam dari adiknya sambil memperhatikan adiknya sampai ke luar Panti.
Tak terasa air mata Vika pun menetes, Sarah langsung menghampiri Vika.
"Kak Vika kenapa menangis?" tanya Sarah.
Vika pun langsung menyeka air matanya.
"Oh sini Aku izin tiup ya," usul Sarah.
"Iya terima kasih Sarah," sahut Vika.
"Sama-sama Kak," sambung Sarah.
Sarah yang pada saat Vita dan Anton berpamitan sedang berada di toilet, akhirnya menanyakan keberadaan Vita.
"Oh iya Kak, Vita dan Anton kemana ya?" tanya Sarah.
"Kamu gak tahu kalau Vita dan Anton izin pulang duluan?" Vika malah balik tanya.
"Ya tidak tahu Kak, Aku tadinya mau bareng sama mereka berdua," ucap Sarah.
"Lho kenapa kok tidak bareng sama Ferdy?" tanya Vika.
"Iya soalnya kayaknya Ferdy lagi ada urusan lain, katanya mau balik duluan sih. Dia juga lagi ke toilet dulu tadi bilang gitu sama Aku Kak," jawab Sarah.
__ADS_1
"Oh gitu," sambung Vika yang kelihatan aneh dengan jawaban yang dilontarkan Sarah.
Tidak lama kemudian, Ferdy pun sampai.
"Sayang Aku izin dulu ya ke Lani sama Boby," ucap Ferdy.
"Ya sudah, Aku tadinya mau bareng sama Vita tapi ternyata Vita sudah pulang duluan sama Anton," celoteh Sarah.
"Oh gitu, Aku ke Lani dulu ya sekarang," pamit Ferdy yang tak lama melangkahkan kakinya ke arah Lani yang sedang bercerita pada anak-anak Panti.
Vika melihat Sarah yang sepertinya sedang kesal pada Ferdy.
"Ya sudah kamu pulang bareng saja sama Kak Vika gimana?" tanya Vika.
"Iya juga sih Kak, Aku juga di rumah pasti bosan," sahut Sarah.
"Terima kasih banyak ya Sarah," ucap Vika.
"Iya sama-sama Kak," sahut Sarah.
Ferdy pun memanggil Lani dan pamit pada Lani. Lani semakin curiga pada Ferdy apalagi ancaman Ferdy pada Vita. Sebenarnya ada apa mereka. Tapi sepertinya mustahil jika Vita dan Ferdy ada hubungan. Tidak mungkin, akhirnya Lani pun memutuskan untuk menanyakan hal itu pada Vita di lain waktu.
"Iya Fer, tidak apa-apa, jadi gak bareng Sarah pulangnya. Mungkin nanti Sarah bisa pulang bareng sama Aku. Nanti Aku antar dia pulang. Iya kan Kak Boby," ucap Lani
"Iya Lani, tenang saja Ferdy nanti kami antar Sarah pulang kalau memang kamu ada keperluan mendesak," sahut Boby.
"Kalau begitu Saya permisi dulu, terima kasih semuanya. Assalamu'alaikum," ucap Ferdy sambil pamit pada semuanya.
"Wa'alaikumussalam," jawab semua yang hadir di ruangan tempat acara syukuran.
Sementara itu, di luar nampak Vita dan Anton yang sedang berada di dalam mobil nampak berbincang-bincang.
"Kita mau ke mana Anton?" tanya Vita.
"Ke Cafe kita ngopi-ngopi lagi," jawab Anton sambil tersenyum.
"Lho kok ke Cafe, katanya kamu mau ketemu klien gimana sih?" tanya Vita yang merasa heran dengan alasan sebelumnya.
"Aku itu Tidak tega lihat kamu yang menahan perasaan sedih kamu itu tadi di dalam, dari pada nanti buat Lani curiga lebih baik kan Aku alasan seperti itu sama Lani. Kalau tidak belum tentu dikasih izin kan sama Dia. Sudahlah jangan dipaksakan, tenang ada Aku yang selalu setia menemani Kamu Vit," ujar Anton sambil tersenyum merekah pada gadis pujaan hatinya itu.
"Iya sih, Aku tadi sedikit memaksakan diri, terima kasih banyak ya Anton kamu sudah perhatian dan pengertian banget," sahut Vita.
__ADS_1
"Iya sama-sama Vit," sambung Anton.