Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 21 - Alisha Jatuh Sakit


__ADS_3

" auchh ! " pelan pelan Zal sakit."


" Maaf pak ! " Rizal sedikit tertunduk.lagian pak Reza apa emang udah gak waras berantem sama perempuan." benak Rizal.


Setelah Reza terkapar,kak Ovi menghentikan serangan karena ibu kos datang dan melerai.Kak Ovi yang merasa sudah puas pun hanya tersenyum smirk melihat Reza babak belur,bahkan wajah tampannya kini sedikit tak beraturan.( kapok wkwk )


Reza yang tak sanggup menyetir langsung menghubungi asisten pribadinya untuk menjemput di tempat kost Alisha.sedangkan kak Ovi melenggang masuk ke kamarnya dengan tenang setelah ia menjelaskan ke bu komar kenapa ia melakukan hal seperti itu,semata mata hanya untuk Alisha.


" Lagian bapak kenapa bisa di hajar sama perempuan begitu,kenapa gak lawan ? " tanya Rizal.


" Saya gak ada kesempatan untuk ngelawan,bukan saya gak bisa ngelawan ! " Ujar Reza sembari memegangi rahangnya yang sakit.


" Kita seperti nya harus panggil dokter pak,karena takutnya bengkaknya ini gak akan kempes sampai besok jika tidak di tangani dengan benar ! " Reza mengangguk saja,Rizal berdiri dari duduk nya dan menghubungi seorang dokter.


Alisha yang kelelehan karena kejadian tadi sore memilih untuk tidur di kamar yang Vier tunjukan,ia meringkuk di atas tempat tidur berusaha untuk tak menangis lagi atau merindukan suaminya.bagaimana pun Reza adalah pria terpenting dalam hidupnya,perjalanan mereka tidak sebentar semua hal dari suka maupun duka sudah mereka lewati,dari reza yang masih suka main main menjadi pria yang serius dan bertanggungjawab.


Namum sayang nya kini Alisha harus menghadapi masalah yang benar benar ia tak menyangkanya,semua di luar ekspektasinya.masa depan yang ia rancang kini tak tahu apa masih bisa terjadi atau tidak.


" Tok tok ! " Alisha.panggil Vier


" Cek lek ! " iya kak ada apa ? " tanya Alisha.


" Kamu belum makan malam,makan dengan kakak ya ? " tawar Vier dengan senyum khasnya.


" Aku tidak lapar kak,Al mau istirahat saja." kamu harus makan Alisha,gak boleh gitu nanti kalau kamu sakit bagaimana ? " Vier berusaha membujuk.


" Baik lah,Alisha mau susu saja ! " hah,Vier pasrah.


" Ya sudah kakak akan buatkan susu,tidak ada lagi ? " Alisha menggeleng.Vier berlalu dan turun kebawah untuk membuatkan Alisha susu.


Bagai Ayah sedang mengurus anak nya yang sedang patah hati.Vier dengan tlaten menyendok susu bubuk itu kedalam gelas,dan menuangkan air hangat ke dalamnya.apa aku harus menghubungi Reza,bagaimana pun masalah nya mereka tetap harus menyelesaiakannya segera bukan." lirih Vier.


Vier langsung kembali ke lantai ruangannya,ia takut Alisha menunggu terlalu lama,mungkin ia akan bicarakan ini dengan Ryan dulu karena bagaiman pun Ryan yang lebih tahu bagaimana Reza sekalipun dialah saudara dekatnya.


" Alisha ! " Vier mengetuk pintu itu sedikit keras.


" Alisha ! " panggilnya lagi.

__ADS_1


Cek lek


" Vier membuka pintunya yang ternyata tidak di kunci,namun...


" Ya tuhan,Alisha ! " Vier berteriak karena melihat Alisha jatuh pingsan di samping tempat tidur.bahkan gelas yang ada ditangannya ia letakkan sembarangan.Ya tuhan,kamu demam,kamu pucat Vier kawatir terjadi sesuatu pada Alisha,tanpa menunggu lama Vier mengangkat Alisha dan membawanya ke rumah sakit.


" Tut,halo yan ? " apa Vier ? " jawab Ryan malas.


" Kerumah sakit sekarang,Alisha pingsan kondisinya menghawatirkan !" Ryan yang sedang ingin menjelajah pun mengurungkan niat nya dan bangun dari tubuh sang istri.


" Oke ! " kasih tahu Rumah sakit mana ? "


" Rumah sakit karya bhakti dekat butik ku ! " Ryan yang tahu jika Vier tak begitu suka Rumah sakit langsung bangun dan memakai bajunya asmi yang bingung pun hanya menatap curiga ke arah sang suami.


" Jangan mikir yang aneh aneh sayang,sekarang ganti bajumu ikut aku kerumah sakit,Alisha pingsan ! " Alisha pingsan,kok sama vier." batin asmitha tak mengerti.


Ryan dan asmitha langsung menuju kerumah sakit yang Viee katakan,sesampainya di sana Ryan langsung menuju ruang UGD dengan menggandeng tangan sang istri erat.


" Vie ? " Ryan menepuk pundaknya pelan.bagaimana ? " tanya nya


" Kamu tenang,semoga Al baik baik saja." mengusap pundak Adik sepupunya itu.


" Sebenarnya ada apa sih mas ? Reza dimana ? " tanya Asmitha.


" Nanti setelah Al sadar kita tanya,apa yang sebenarnya terjadi,mas juga gak tahu.tadi sore mas mencoba menghubungi Reza namun tak ada jawaban,pesan mas juga belum di baca." ujar Ryan


" Cek lek ! " dokter memanggil anda mba mas ! " perawat pun bingung mau memanggil Vier dengan sebutan apa,Ryan dan Asmitha hanya bisa mengulum senyum.


" Takut yan ! " Vier memegang lengan Ryan.


" Masuk,anggap rumah sendiri ! " Ini rumah sakit bukan rumah sendiri ! " ketus Vier,Ryan tertawa kecil.namun setelahnya Vier tetap berdiri dan masuk ke ruang UGD.


" Selamat malam dok,bagaimana dengan adik saya ? " Vier bediri di samping meja besar untuk penerimaan data pasien yang masuk ke UGD.


" Apa adik anda sedang bekerja dalam waktu yang tak beraturan ? "Vier menggeleng.


" Dokter mengangguk agukan kepalanya,apa adik anda mengalami gunjangan emosional akhir akhir ini ? "

__ADS_1


" Mungkin dok ! " sebenarnya kenapa adik saya ? " ulang Vier.


" Ketika anda bawa kesini,jantung adik anda sedikit tak beraturan dan juga cepat,tensi darahnya drop,serta ia juga dehidrasi.


" Vier terkejut ! " ada apa dengan Alisha hingga ia bisa seperti itu,benaknya.


" Lalu bagaimana sekarang ? "


" Adik anda harus di rawat,saya juga akan mengajukan pemeriksaan oleh psikiater ! " mata Vier membola,psikiater batinnya.


" Tolong berikan perawatan yang maksimal dok ! " Sang dokter yang bernama dimas itu mengangguk.


Viee keluar Ruang UGD dengan berbagai pertanyaan dalam benak nya,apa Reza mencampakannya atau Alisha di paksa menikah,atau ..semua pertanyaan bersarang di kepalanya.


" Gimana ? " Alisha harus ke psikiater." jawab Vier.


" Psikiater ! " seru Ryan dan Amitha bersamaan.


" Berisik ih ! " Vier menutup telinganya.


****


Pria yang membuat Alisha lemah tak berdaya di rumah sakit kini sedang berada di sebuah rumah di pinggiran kota jakarta,Rizal yang di hubungi salah satu anak buahnya jika ia sudah menculik seorang pria yang Reza inginkan.


Reza menatap pria di depannya ini tajam dan sedikit meremehkan,sedangkan pria yang sudah di ikat tangan, kaki serta mulut di sumpal kain ini hanya bisa berteriak tertahan.


" Semua gara gara lo ! " lirih Reza namun penuh penekanan,sambil membuka sumpalan yang ada di mulut arav.


" Kalau lo yang antar gue malam itu semua ini gak akan terjadi,kenapa lo biarin perempuan itu yang bawa gue ke hotel ! " pekik Reza.


" Sorry Rez,gue pikir lo masih suka main main kaya dulu jadi gue...


" Buk ! " Reza menendang perut arav sebelum pria itu menyelesaiakan kalimatnya.


" Gue memang suka gonta ganti perempuan tapi gue tak pernah sekalipun menjamah mereka ! " buk ! buk ! " Reza terus memukul arav tanpa peduli teriakan kesakitan arav.


" Gara gara lo,pernikahan gue hancur ! " Gue menyakiti wanita yang berarti di hidup gue dan keluarga gue ! " pekiknya.

__ADS_1


__ADS_2