Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 23 - Bukan Reza,Namun Vier


__ADS_3

Ryan yang tak ingin terjadi keributan di rumah sakit karena kondisi Alisha sendiri masih belum pasti,ia dan asmitha akhirnya menyarankan untuk ke apartemen Reza saja untuk membicarakan ini,sedangkan Ryan meminta Vier untuk menunggu Alisha dirumah sakit.


" Jaga istriku,aku akan kembali ! " Reza memandang Alisha dari pintu,sungguh sebenarnya ia tak ingin meninggalkan Alishanya.


" Selesaikan,dan berilah keputusamu ! " Reza mengangguk.


" Aku tetap akan memilihnya,dia hidupku ! " ucapnya tanpa ragu.Ryan,Asmitha dan papi raja pun mengikuti Reza ke apartemennya.


Vier duduk di samping tempat tidur dan memandang Alisha yang masih memejamkan matanya,wanita cantik yang menabraknya di bandara kini tertidur seperti putri aurora,dokter mengatakan bahwa ia hanya tertidur namun Vier tak mengerti jika tertidur kenapa hampir 24 jam ia tak bangun.


" Apa yang membuat mu tak ingin bangun Al ? " Vier mengusap surai Alisha yang sedikit berantakan.


" Sesakit itukah ? " mata lelaki lembut itu berkaca kaca.


" Mencintai begitu dalam memang sangat menyakitkan jika akhirnya tak sesuai harapan kita,tapi kamu tahu kakak mengalami hal yang sama denganmu,tapi kakak kuat,jadi bangunlah,kamu lebih kuat dari kakak ! " Vier mencoba menstimulus Alisha.


Cek lek


" Pintu di buka oleh seorang dokter dan perawat mengikutinya dari belakang.


" Dokter ! " Vier bangkiy dadi duduk nya.


" Ini hasil dari lab dan semua nya baik detak jantung nya memang masih sedikit tak beraturan namun semua tanda vitalnya baik.


" Lalu apa yang membuat Alisha tidak bangun dok ? "


" Kemungkinan Syok yang ia dapat sedikit mempengaruhi kinerja syaraf otaknya,yang membuat ia enggan untuk bangun." ujar dokter menjelaskan.


" Maksud dokter ia akan bangun jika ia ingin ? " Vier mengerutkan dahinya.


" Iya seperti itu,namun jangan kawatir kondisi seperti ini tidak akan lama,bersabar saja.ia hanya sedang ingin merelakskan tubuh dan pikirannya ! " Vier mengangguk.


" Saya permisi kalau begitu pak Vier ! " silahkan dok.


*****


" Plak ! " tamparan keras itu menggema di seluruh ruangan.Ryan dan Asmitha pun ikut meringis merasai sakitnya tamparan itu.

__ADS_1


" Apa yang sebenarnya kamu lakukan Reza fahri ! " pekik papi Raja.


Setelah sampai di apartemen Ryan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Alisha,papi Raja yang bingung kenapa menantunya bisa seperti itu langsung memandang tajam anaknya,Reza yang tahu bahwa ia tak bisa lagi menghindar pun mau tak mau menjelaskan seluruh kejadian dari kota pelajar hingga setelah acara resepsi kemarin.


" Lalu dimana perempuan itu ? " tanya papi Raja.


" Ada di rumah sakit,karena ia mengalami tekanan darah tinggi jadi harus di rawat." jawab Reza.


" Kamu yakin di dalam rahim perempuan itu adalah anakmu ? " Reza menggeleng ragu.


" Kenapa ? "


" Karena setelah Reza mencari tahu ia sudah biasa bergumul dengan laki laki tanpa menikah pi."Ryan dan Asmitha tanpa sadar menepuk jidat mereka.


" Ya ampun Reza ! " pekik papi Raja kesal.


" Kamu bodoh atau dungu ? " istri mu yang cantik baik dan cerdas itu saja kamu belum menyentuhnya malah kamu menyentuh perempuan yang gak jelas ! " Geram papi Raja.


" Hem ! " dulu aja gak suka,sekarang di puji puji."batin Ryan.


" Maaf pi ! "


Sebenarnya bukan papi Raja saja,Ryan dan Asmitha pun juga bingung jika Tuan dan nyonya Subrata bertanya tentang masalah ini,karena bagaimana pun Alisha adalah bagian dari keluarga besar itu sekarang.bahkan Ryan tak tahu harus mengatakan apa kepada kakak Alisha yang ada di bandung.


Perbincangan itu terhenti setelah mami nadine menghubungi suaminya,dan menanyakan kabar anak serta menantu nya.namun karena ia tak ingin sang istri syok ia mengatakan jika Reza dan Alisha sedang liburan ke bali untuk sekedar jalan jalan saja.


mama Nadine yang percaya pun menutup sambungan telponnya dan merasa lega jika anak dan menantunya baik baik saja.


*****


Malam berganti pagi namun Alisha masih tak membuka matanya ia masih mengarungi mimpi nya yang mungkin lebih indah dari pada kenyataan yang ada padanya kini.Vier juga masih dengan sabarnya menjaga Alisha dengan baik seperti menjaga adiknya sendiri,sedangkan Reza di minta papi Raja untuk menyelesaikan urusannya dengan wanita yang kini sedang mengandung anak nya atas kejadian yang menurut Reza tak sengaja itu.


Cek lek


" Pintu di buka oleh seorang wanita memakai pakaian kerja lengkap dengan name tag yang masih terpasang dan menggantung di dadanya.Vier yang tak mengenali siapa yang datang sedikit mengerutkan dahi.


" Siapa ya ? "

__ADS_1


" Maaf pak,saya temen Alisha ! " ia mengulurkan tangannya kepada Vier,dan Vier pun menyambutnya.


" Saya Luna,sahabat dan teman kerja Alisha ! " lanjutnya.


" Ouh ! " Tahu dari Ryan ? " Vier bertanya.


" Iya pak ! "


Luna yang tak mendapat kabar tentang Alisha dari terakhir acara resepsi sedikit kawatir,karena yang Luna tahu Alisha menunda bulan madu nya,lalu dimana sang sahabat,pikirnya.hingga ia nekad ke lantai 15 untuk menemui CEO nya dan menanyakan kabar Alisha.karena bagaimana pun Ryan pasti lebih tahu.


" Kenapa dengan Alisha pak ? " tanya nya walau luna agak sedikit canggung memanggil Vier dengan sebutan pak.( hi hi )


" Dia sedang tidur ! " jawab Vier sambil tersenyum.


" Tidur ? " ujar Luna tak mengerti.


" Iya teman mu sedang tidur,namun kita tidak tahu kapan ia bangun." Vier memandang Alisha lekat.


Luna memandang sang sahabat trenyuh,selang infus di lengan kirinya,bahkan ada selang oksigen juga di sisi kepalanya.berjuta tanya dalam benak,apa yang terjadi dengan sahabatnya ini,wajah pucat nya menandakan bahwa sahabat baiknya memang tak baik baik saja.


" Lali bagaimana pak ? " luna bertanya dengan bibir yang bergetar menahan tangis.


" Kita tunggu saja,mungkin ia sedang menyiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang besar." ujar Vier menoleh ke arah luna,ia mengangguk.


Sore,senja datang membawa sinar kemerahannya,sinar yang masuk lewat celah jendela itu membuat guratan cahaya pada ruangan Alisha.


Entah karena sinar itu atau karena seseorang yang dengan tulus mendoakannya dalam sujud wajibnya.Alisha mulai membuka mata.


Vier yang masih duduk di atas sajadahnya masih terus memohon pada tuhannya agar Alisha cepat sadar,ia sendiri tak mengerti kenapa ia dengan relanya menjaga Alisha padahal pekerjaan dan kliennya banyak yang komplain karena janji yang Vier batalkan.


Cek lek


" Pintu terbuka bersamaan dengan Alisha membuka mata "


" Kak ! " lirihnya.seseorang yang masuk itu menghentikan langkahnya.


" Kak Vier ! " panggil Alisha.Vier yang mendengar Alisha memanggilnya langsung berdiri dan melipat sajadahnya.

__ADS_1


" Iya,kakak disini ! " Vier mendekat ke arah Alisha.


" Sakit,sungguh sakit bukan ia namun nama orang lain yang wanita itu sebut dalam sadarnya.pria blesteran yang menyandang status suami Alisha itu meremat dadanya,perih.


__ADS_2