Lelaki Cantik Itu Jodohku

Lelaki Cantik Itu Jodohku
Bab 79 - Tangisan manja istri Xavier


__ADS_3

Vier dan Zayyan,kini sudah ada di bandara dan akan terbang menggunakan jet pribadi yang di sewa oleh temannya Patricia agar Vier nyaman dalam perjalananannya,mengingat jika tangan Vier memang tidak bisa tersenggol sembarangan.


Jadi demi keamanan Vier,sang teman memberikan fasilitas yang menunjang agar Vier merasa nyaman.


Tapi,ada satu hal yang membuat Vier tak nyaman.tapi demi menghormati patricia ia hanya bisa menampakan senyum senormal mungkin.


" Hati hati ya." Ucap Patricia.


Vier yang biasanya selalu melakukan cium pipi dengan para sahabat wanitanya,kini ia tak melakukan lagi.ia hanya mengangguk,berjabat tangan atau tersenyum untuk menghormati lawan bicaranya.


Para sahabat sejawat nya yang mengetahui jika Vier melakukan itu karena menghormati sang istripun sangat memakluminya.


Namun tidak dengan model wanita di depannya ini," sok jual mahal banget,belum tentu juga ia punya istri karena serius cinta,bisa saja cuma kedok kan." Benaknya.


Zayyan yang melihat pandangan sinis model di depannya ini menukikkan alisnya." Kenapa dia ? " Batin Zayyan.


" Jangan sampai kejadian kemarin masuk berita ! " Vier mewanti wanti Patricia.


Patricia terkekeh." Bukannya sudah biasa kamu masuk berita." Vier merotasikan bola matanya malas.


Para penumpang pun mulai memasuki Jet pribadi itu dan segera lepas landas meninggalkan Kota Surabaya menuju Ibu Kota.


" Bos apa anda nyaman duduk seperti ini ? "


" Itu kan hanya luka kecil enggak usah lebay deh." bukan Vier namun wanita di sisi sebelah kanan Zayyan yang mengatakannya.


Zayyan terkejut," Bukannya semalam dia tampak kawatir,kenapa sekarang begini." Batin Zayyan.


" Gak usah sok jadi super hero deh." Lanjutnya.


Zayyan mengepalkan tangannya," Bisakah anda menjaga cara bicara anda nona model ! " Tegur Zayyan.


Sang model yang bernama Nadia sofie itu menatap sinis ke arah Zayyan," Lo enggak usah atur atur gue,kalo bukan karena agenda yang padat gue ogah naik pesawat bareng bos banci lo itu." Sarkasnya,sang manager pun menyenggol lengan Nadia agar tak keterlaluan.


Vier yang sudah tahu bagaimana sikap Nadia sama sekali tak menggubris perkataannya.


" Wah,ternyata ini model internasional yang di elu elu kan itu,pintar banget cari muka." Lo ! " Nadia menunjuk Zayyan dengan jarinya.


" Zay,stop ! " Tutur Vier memberi peringatan.

__ADS_1


" Sorry bos." Zayyan menurut,ia tak lagi menanggapi wanita arogan di sampingnya itu.


Dari dulu hingga sekarang,ia masih sama saja.Tidak pernah berubah,wajah cantik dan teduhnya hanya kamuflase.seperti aku yang dulu tertipu karena itu.Vier bermonolog di dalam hatinya.


🌷🌷🌷


Setibanya di bandara,Vier langsung di jemput oleh supir yang selalu standby di butiknya dan langsung menuju kerumah sakit yang sudah Zayyan siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Sedangkan model dan managernya juga di jemput oleh pihak agensi dimana ia akan melakukan pekerjaan nya di Jakarta.


" Apa perlu kamu memprovokasi seorang Vier seperti itu Nad." Ujar sang manager.


" Memang kenapa,dia masih sama seperti dulu tak bisa melawan.cih,hanya wanita gila yang mau dengannya." Sarkas Nadia,sang manager yang sudah hafal sifat Nadia hanya menghela nafasnya saja.


.


.


.


Zayyan yang berada di kursi depan segera turun sesampainya di rumah sakit untuk membantu Vier keluar dari dalam mobil.


Vier merapikan maskernya,ia sedikit merapikan kemejanya yang kusut,serta menarik sedikit penyangga tangannya.


Zayan dan Vier berjalan beriringan hingga sampai di UGD.Zayyan meminta Vier duduk di kursi tunggu sedangkan dia langsung bertemu dengan dokter jaga serta tak lupa menyerahkan hasil medis yang Vier dapat dari rumah sakit di Surabaya.


" Ada retakan sedikit ya pak,mungkin sekitar dua minggu bapak harus memakai penyangga ini." Ucap Dokter radiologi yang menangani nya


Vier hanya bisa menghela nafas,bukan masalah dua minggunnya,namun karena tangan kanannya yang cidera,berarti dua minggu ini ia tak bisa melakukan aktifitas menjahit atau mengambar,dan yang pasti ia akan merepotkan sang istri.


Setelah mendapat arahan dari dokter dan mendapatkan resep obat,serta jadwal pemeriksaan.Vier dan Zay langsung pulang menuju ke rumah sang ibu.


" kaya ada suara mobil ya mih ? " Tanya Alisha.


Mami Widya yang sedang menikmati puding bersama sang menantu,segera menuju pintu depan.


" Loh Vier ? " Mami Widya melebarkan langkahya mendekat ke arah sang anak.


" Parah ? " Tidak Nyonya,hanya saja harus istirahat selama kurang lebih dua minggu." Jawab Zay

__ADS_1


Alisha yang penasaran siapa yang datang,berdiri dari duduk nya,dan melangkah menuju ke ruang tamu.


Alisha mengernyit melihat tangan Vier memakai penyangga." katanya kecelakaan kecil,ish kakak." kesal nya.


" Hai sayang ? " Vier yang melihat Alisha di belakang sang ibu langsung menyapanya dan mendekat ke arah sang istri.


Ia langsung mendekatkan tubuhnya ke sang istri dan memeluknya." Kakak kangen,maaf ya pulang dalam kondisi begini." Ujarnya.


Alisha diam saja,ia tak menjawab pertanyaan Vier.namun tanpa sadar sudut matanya mengeluarkan sedikit cairan.


Vier yang tak mendengar jawaban Alisha langsung melepaskan pelukannya,ia terkejut melihat wajah sang istri merah padam karena sedang menahan tangis.


Tak perlu berlama lama,Vier memeluk Alisha dari samping memakai tangan kirinya,sedang kan Alisha langsung menelusupkan kepalanya di dada suami tercintanya,dan menangis tersedu.


Sedangkan Zay dan sang ibu hanya tersenyum kecil melihat adegan di depannya," Maka nya Zay cepet punya istri,biar enggak mupeng terus lihat bos kamu seperti itu." Mami Widya terkikik sembari menutup mulutnya.


Pengen nya juga gitu,sayang pasangan nya entah dimana." Benak Zay miris.


Adegan tangis mesra itu akhirnya berhenti setelah Alisha tertidur di pangkuan sang suami.Vier yang masih tak leluasa,hanya bisa memindahkan sang istri kesampingnya tanpa bisa memeluk seperti biasanya.


" Maaf sayang,kakak membuatmu kawatir.Cup ! " Vier mencium kening Alishanya mesra.


" Tok Tok "


Vier yang mendengar ketukan pintu langsung beranjak dari duduknya.


Klek


Ia buka pintu itu pelan,agar Alisha tak terbangun." kenapa Zay ? " ternyata Zayyan sang asisten yang mengetuk kamarnya.


" Maaf pak,saya menganggu.jadwal pembuatan desain baju yang di pesan beberapa orang kemarin sudah saya konfirmasi bahwa anda sedang cidera.


" Lalu ? " Vier menutup pintu,ia mengajak Zay turun kebawah,ia tak mau sang istri terganggu tidurnya.


" Hanya beberapa saja yang membatalkan,sedang kan yang khusus meminta desain gaun pengantin tetap meminta anda yang mengerjakannya.


" Sepertinya sekarang aku harus kembali mengasah kemampuan tangan kiri ku,Zay." Sang asisten mengangguk.


Vier lalu meminta Zay membawakan semua alat kerjanya yang biasa ia gunakan di butik,serta meminta Danis untuk kerumah membantunya.Karena tak mungkin jika ia bolak balik ke butik dengan kondisi seperti ini.

__ADS_1


Ia tak mau membuat Alishanya semakin kawatir,sehingga bisa menganggu kesehatan sang istri serta jabang bayi yang sedang berada di rahim Alisha itu,karena ia tak mampu menjaga dirinya.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


__ADS_2