
Alisha yang mendengar cerita sang suami cukup terkejut,ia tak menyangka jika Vier sudah memeperhitungkan semua hal yang akan terjadi.
Pria yang ia kira tak memiliki tak tik,namun semua di luar dugaan Alisha.sungguh masih banyak hal yang belum ia ketahui tentang suami cantik nya itu,atau jangan jangan selama ini semua tingkahnya hanya kiasan saja.
" Jadi,kamu sudah memperhitungkan semuanya ? " Tanya Ryan,Vier pun mengangguk.
" Trus apa rencana kamu sekarang ? " Vania memandang Vier dengan tatapan meremehkannya.
" Secepatnya aku akan adakan jumpa pers,agar para klien serta masyarakat luas tahu,jika Alisha adalah istriku sekarang.Kita akan lihat,apa kah Reza akan menyerah atau masih dengan tekad nya." Vier memandang Alisha dengan senyum khasnya.
" Gimana menurutmu Al ? " Vania menoleh ke arah Alisha.
Al diam sebentar sebelum mengatakan keinginannya," Al akan ikuti semua mau kak Vier,jika memang itu yang terbaik,Al sebenarnya tidak ingin hal seperti ini terjadi,bagaimana pun Mas Reza adalah sepupu kakak,tapi demi keutuhan rumah tangga kita,Al ikut semua aturan kakak." ia pandang Vier dengan senyum manisnya.
Vier berdiri menuju ke Alisha," Kamu baik banget,istri soleha." Vier menggeser Viana agar menyingkir.
" Oi,Dasar bucin ! " seru Viana,membuat Semua nya tertawa.
****
Dengan penuh ke mantapan hati,ia menuju Apartemen seorang wanita yang selalu ia anggap sebagai benalu di hidupnya.
" Ting nong "
" Siapa datang malam malam begini ? " batin nya.Wanita cantik dan sexy itu berlari kecil menuju pintu.
Cek Lek
" Re za ! " Davina terkejut,untuk apa ayah anak nya itu datang kesini malam malam,apa kah Reza sudah sadar dan akan menikahiku ? " benak nya.
" Minggir ! " Tatapan dinginnya masih tak pernah berubah.Davina yang berada di ambang pintu langsung refleks menyinggir.
" Ada apa Rez ? " Davina ikut duduk.
" Aku enggak mau basa basi,pulang lah ke Jogja ! " Davina mengernyit.
" Kenapa tiba tiba ? " perjanjian kita hitam di atas putih Rez,aku mengijinkanmu mengadopsi Ghai menjadi bagian Pratama,dan aku tetap disini.
" Perjanjiannya hanya dua tahun Davina ! " Seru Reza.
__ADS_1
" Dua tahun apa maksudmu ? " Apa kau tak membacanya dengan baik ! " Senyum smirk Reza tunjukan.
" Apa apaan ini Rez ? " Kau menipuku ? " karena kesal Davina sampai memekik.
" Menipu ? " Reza tertawa.
" Baca ulang perjanjian itu dengan baik,dan kau sudah harus kemabli ke tempatmu,dan jangan sekali kali mengganggu Ghai." Tanpa menunggu jawaban Davina,Reza langsung keluar dari Apartemen,ia tak perduli dengan Davina yang sedang menahan amarahnya.
" Arrgghhhh !! " Sialan kau Reza."Davina berteriak.
Ia sungguh tak menyangka jika Reza akan mengingat isi perjanjian yang mereka sepakati satu setengah tahun yang lalu.
" Enggak,jika mengacu pada surat itu aku masih punya waktu beberapa bulan untuk disini,aku akan memanfaatkan waktu ini untuk merebut mu dari wanita sialan itu,jika tidak bisa.bahkan Ghai juga harus menjadi Alasan untuk ku tetap disini." Davina terus bergumam sambil menggigiti kuku kuku nya.
***
" Dimana Ghai,Tira ? "
" Sudah tidur pak,ada dikamarnya sendiri ! "Ujar Tira.
" Ya sudah saya akan lihat,kamu boleh turun ke bawah." Tira mengangguk.
Setelah membersihkan tubuh dan mengganti bajunya,ia menuju ke kamar Ghai untuk membawanya ke kamar nya sendiri.
" Ghai ! " Panggilnya pelan.
Balita itu tertidur pulas,wajahnya sungguh bak di pinang di belah dua dengan sang Ayah.Reza selalu bersyukur bahwa Davina tak menyumbang kemiripan apapun kepada sang anak.
Tanpa menunggu,Reza langsung menggendong sang anak untuk di bawa kekamarnya.
Sesampainya di kamar ia letakkan Ghai di tempat tidur yang sama dengannya,dan tak lupa ia nyalakan lampu untuk menerangi potret wanita yang amat ia cintai itu.Agar ketika pagi sang anak bangun,ia sudah bisa melihat wajah 'ibunya'.
" Ibumu hanya dia,tidak ada ibu lain selain Dia.kamu harus mengerti bahwa Papa sangat mencintainya,tiada yang pantas menggantikannya dalam hidup papa,sekalipun ibu yang melahirkanmu.
1 tahun ini,Reza selalu mendoktrin sang anak,bahwa ibunya adalah Alisha,bukan Davina atau yang lain.ia selalu menyebut Alisha dengan sebutan Ibu di hadapan Ghai.
" Papa akan bawa ibumu ke sini,karena hanya dia yang pantas,papa sudah cukup bersabar satu tahun ini,menunggu mu sedikit besar agar menjadi partner papa membawa ibumu,tapi..
" Sekarang ibumu di rebut begitu saja oleh orang yang tak pantas,di tak pantas bersama ibumu dalam hal apapun,kerana hanya papa yang pantas." jadi bantu papa,oke ! " Reza mencium Ghai,dan menatap sang anak penuh makna.
__ADS_1
***
Alisha yang biasa bangun pagi dan sudah berada di dapur membantu sang mertua dan Mar,namun tidak hari ini.
Selepas subuh tadi Alisha merasa kepalanya sangat berat,ketika ia selesai membersihkan tubuhnya akibat kelakuan sang suami selesai solat subuh tadi.bahkan ia hampir jatuh jika Vier tak sigap menangkapnya.
Mami Widya yang tahu jika Alisha tidak enak badan,langsung membuatkan bubur dan teh hangat untuk sang menantu.karena Alisha menolak di bawa ke dokter.
Sedangkan Vier,ia memeluk istrinya sepanjang pagi,karena ia takut jika Alisha membutuhkan apa apa ia tak ada disampingnya.
" Kak ! " panggilnya lirih.
" Kenapa sayang,mau susu atau mau sarapan,mami sedang membuatkan bubur untukmu." Vier mengusap surai Alisha pelan.
" Al mau makan bika ambon,boleh ? " Vier mengernyit." Bika ambon ? " Alisha mengangguk.
" Tapi pagi pagi begini dimana ada Bika ambon sayang,ini masih pukul 8,Vier melihat ke arah jam dinding.
" Tok tok " Vier kakak boleh masuk," Seru Viana.
" Masuk kak "
Cek lek
" Gimana masih pusing ? " tanya Vania,yang menyembulkan kepalanya lewat pintu.
" Masuk kak,kaya maling aja ! " Vania tertawa,ia buka pintu itu lebar lebar dan masuk kedalam.
" Al mau bika ambon kak ! " Ujar Vier,Vania megerutkan dahinya,emm...enak tuh." Jawabnya
" Lah,kirain ngerutin dahi kenapa,rupanya pengen juga." Vier menepuk jidatnya membuat dua wanita ini tertawa.
" Kenapa gak minta mami suruh pesenin ke temennya yang punya toko cake itu." Vania mencoba memberi arahan pada Vier.
" Iya kak,coba tanya mami siapa tahu bisa pesen sekarang," Alisha menarik narik kaos yang Vier kenakan.
Tanpa menunggu,Vier langsung menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya..
Namun..
__ADS_1
" Vier,pakai celanamu ! " Vania berteriak histeris karena sang adik hanya memakai pakaian dalamnya saja.sedangkan Alisha yang benar benar tak tahu jika sang suami masih belum utuk memakai bajunya tadi,hanya menutup wajahnya malu.