
Matahari mulai meninggi,pria tampan nan rupawan itu masih saja berada di samping istrinya walau perutnya merintih meminta di isi,tapi demi melihat sang pujaan hati membuka mata ia tahan dan singkirkan rasa itu.
Genggamamnya tak memudar,justru semakin erat seolah ia takut jika merenggangkannya walau sedetik, mantan janda kembang ini akan pergi meninggalkannya.
Tatapan mata sayu nya mengisyaratkan banyak hal,lelah,gundah,dan kecewa pada diri sendiri.ia masih tak menyangka jika obrolan seminggu lalu tentang persiapan istrinya perihal melahirkan benar benar menjadi sebuah tanda jika memang harus dipersiapkan sedari awal.
Dan bukti dari kesiapan sang istri adalah membuat Vier sang suami tak perlu lagi susah payah mempersiapkan bekal untuk si kecil dan Alisha sang istri selama di rumah sakit,perihal situasis mendadak ini.
Lamunan demi lamunan menghiasi pikirannya,biasanya di jam seperti ini ia sedang membuatkan susu untuk istrinya sebelum ia berangkat ke butik,Vier yang sangat menikmati perannya menjadi suami siaga sama sekali tak pernah merasa keberatan atau mengeluh dengan semua hal yang terjadi pada istrinya,selama kehamilan pertama ini.
Karena bagi Vier kebahagiaam Alisha adalah kebahagiaan dirinya dan sang ibu.
" Puk "
Tepukan pelan,serta usapan di pundaknya membuat ia kembali ke dunia nyata.
" Mandi dulu,tadi mami sudah tanya tentang kondisi istrimu,kata dokter ia hanya butuh tidur sedikit lama karena pendarahan yang terjadi padanya.membuat tenaganya banyak terkuras.
Vier yang mendengar perkataan sang ibu hanya tersenyum kecut,ia masih sangat khawatir dengan Alisha yang tak kunjung bangun.
" Nanti saja mi,Vier masih mau disini." Sang ibu hanya bisa menghela nafasnya pelan,ia hanya bisa tersenyum untuk menyemangati anak nya.tak ingin mengganggu,sang ibu kembali keluar dari ruang ICU.
Zayyan mengernyit ternyata sang bos masih tak mau beranjak dari sisi sang istri.
" Masih enggak mau Zay." Zayyan mengangguk.
" Saya mau jenguk cucu dulu ya,Jika ada pekerjaan menunggu di butik,kamu kembali saja." Baik Bu Widya.
Zayyan tanpa ragu langsung melangkah kan kaki nya keluar rumah sakit,namun ia tak akan langsung ke butik tetapi ia menuju ke kantor polisi untuk menjenguk sang model papan atas.
***
Usapan lembut di surai hitamnya,membuat Vier tersadar dari tidurnya.ia mengerjap,ia lihat Alisha nya masih memejamkam mata.ia tersenyum lucu,karena merasa ia sedang bermimpi.
" Kak." Panggil lirih wanita di hadapannya.Vier meneteskan lagi airmatanya,istrinya sadar,istrinya kembali.
__ADS_1
" Iya sayang,kamu butuh apa ? "
" Anak." Ujarnya.
" Anak ? " Vier mengernyit.
" Anak kita kak ! " kesal Alisha karena terdengar nada tertahan.
" Baik sayang,dia sedang ada di ruang NiCU.di dalam inkubator.kondisinya baik,jangan Khawatir,oke ? " Alisha mengedipkan matanya.
Dada Vier bergetar,ia sangat bersyukur Tuhan masih memberi kesempatan kepadanya untuk menjaga dan mengayomi sang istri begitupun juga anaknya.
Tidak lama setelah itu Vier memanggil perawat jaga dan mengatakan jika istrinya sudah tersadar dari tidurnya.Sang perawat pun segera menghubungi dokter yang menangani Alisha untuk mengabarkan berita itu.
" Kondisinya sudah stabil ya pak,tapi kita tunggu hingga 24 jam berikutnya,jika terus membaik kita akan pindah ke ruang perawatan." Ujar sang dokter.
" Baik dok,saya mengucapkan terimakasih."
" Ini juga berkat kegigihan ibu Alisha sendiri,daya juangnya sangat bagus,sehingga membuat ia cepat pulih." Vier tersenyum kepada dokter sedangkan tangan nya terus mengusap kepala sang istri.
" Jadi sekarang kamu mau apa sayang ? " tanya Vier.
" Enggak ada kak,Alisha hanya ingin tidur badan Al capek banget,terus kapan Al juga akan ketemu baby kita ? "
" Nanti,mungkin setelah pindah ruangan sayang." Alisha mengangguk." Ya Allah terimakasih kau tetap menjaga anak ku dan masih memberikan ku waktu bersama pria baik ini." Gumam Alisha dalam hati,ia sungguh sangat bersyukur.
Ruangan yang cukup luas,ada dua bed untuk istirahat Alisha dan yang menunggunya,serta satu boks bayi untuk instirahat si mungil.
Setelah dokter menyatakan jika Alisha tak perlu lagi menggunakan alat alat penunjang itu,Vier langsung memindahkan sang istri ke kamar VVIP yang sudah ia pesan kemarin.
" Apakah nyaman begini sayang,lukamu tidak sakit ? " Alisha hanya menjawab dengan senyuman.
" Jangan di tanya kalau masalah luka operasi,pasti sakit tapi kan enggak mungkin mantu mami bakal teriak teriak." Seru sang ibu.
Alisha yang mendengar ocehan sang ibu mertua justru malah ingin tertawa namun karena luka sayatan bekas operasinya nyeri,ia menahan tawanya.
__ADS_1
" Iya iya mih,mantu mami paling the best." Vier memberikal dua jempolnya kepada Alisha.
" Enggak usah muji,satu minggu depan serahin semua kerjaan kamu sama Zayyan,dan batalin juga pertemuan yang enggak penting,jagain Alisha udah tanggung jawab kamu."
" Siap ! " Vier hormat bendera kepada sang ibu.
" Biar anak kamu mami yang pegang." Lanjutnya,Vier yang mendengar kata sang ibu langsung menoleh ke arah sang istri dan mengisyaratkan bahwa sepertinya kita akan rebutan baby D dengan mami,Alisha yang paham hanya tersenyum saja.
Baby Daniyal Lintang Mahendra Pratama,nama yang Vier dan Alisha siapkan untuk sang anak jauh jauh hari,Vier yang ingin nama sang istri juga tersemat di tengah nama sang anak,akhirnya sepakat dengan memberi nama itu pada anak pertama mereka.
Baby D yang masih berada di ruangan NICU memang masih membutuhkan waktu beberapa waktu lagi agar kondisi nya stabil serta benar benar kuat.
***
Zayyan yang berada di butik sedang sibuk mengatur ulang jadwal sang Bos yang mendadak tiba tiba absen dengan waktu yang jelas tak bisa di tentukan.
Sedangkan ia juga harus mengurus sang model yang kini sedang menjadi tahanan kota setelah pengacara yang di siapkan orangtuanya menjaminya.
" Pak ! " panggil Danis.
" Masuk Dan ! "
Danis masuk dengan membawa beberapa pekerjaan yang pasti akan di keluhkan olehnya.
" Ini beberapa gaun yang seharusnya membutuhkan tangan bos Vier pak Zay,lalu bagaimana ini ? "
Zayyan terdiam,ia juga bingung karena selama ini urusan jahit menjahit serta mendesain baju adalah urusan sang bos.para pegawai hanya menjadi asistennya saja.
" Nanti aku coba bilang ke bos Vier bagaimana dengan baju baju yang sudah dateline." Danis hanya bisa mengangguk pasrah.
Menjelang siang,Zayyan yang mempunyai temu janji dengan pengacara dari pihak Nadia segera melajukan mobilnya ke tempat yang sudah di janjikan.
Setibanya di sebuah tempat yang bertuliskan SATYA Cafe & Resto Zayyan segera merapikan penampilannya dan mengambil sebuah berkas yang sudah ia siapkan untuk membuat Nadia agar tak lagi melakukan tindakan yang akan membuat Vier merasakan kerugian atas tindakan yang Nadia lakukan.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
__ADS_1